Member Of

KEB

Sabtu, 30 Maret 2013

Mewahnya Museum Purna Bhakti Pertiwi









Sejuk, megah, bersih, dan unik itulah kesan pertama yang saya dapat ketika memasuki museum ini.  Nama museum tertulis di sebuah bangunan tinggi berbentuk limas berwarna hitam. Tampak gagah dan kastria. Sebelumnya,saya belum mendapat gambaran apapun mengenai apa saja yang disimpan di museum bernama Purna Bhakti Pertiwi (MPBP) ini. Saya sangat penasaran, bangunan semegah itu diisi apa,ya kira-kira? Saya hanya tahu arti kata yang menyusun nama museum tersebut. Purna : selesai,bhakti : pengabdian, Pertiwi : tanah air. Selebihnya, i have no idea. Setelah mengitari ruangan museum yang sangat luas dan membaca tentang museum ini,saya baru mengerti ternyata museum ini menyimpan benda-benda koleksi almarhum mantan prsesiden Soeharto dan Ibu Tien. Benda-benda koleksi tersebut pemberian dari para pengusaha yang menjadi teman beliau, para duta besar,menterei-menteri negara lain, para pejabat hingga seniman. Menjabat prseiden selama 32 tahun, pantas saja koleksi benda-benda pemberian  sebanyak itu. 




Meskipun MPBP terletak di kawasan TMII namun kita tidak perlu masuk ke kawasan TMII terlebih dahulu karena MPBP terletak sebelum pintu utama TMII,tepatnya di kiri jalan. Untuk memasuki museum, kita perlu membeli tiket. Saya mengira harga tiket di atas Rp10.000,00 mengingat bangunannya yang megah dan area museum tertata sangat rapi. Ternyata ,tiket masuk MPBP ini sangat terjangkau yaitu Rp5000,00 untuk orang dewasa dan Rp3000,00 untuk anak-anak.  Sedangkan untuk parkir kendaraan roda 4 dikenai tarif Rp5000,00. Kendaraan dapat diparkir di sebuah area parkir yang rindang dan sejuk karena banyak terdapat banyak pohon. Dari area parkir ini,bangunan museum yang berbentuk tumpeng ini sudah dapat terlihat dengan jelas. Bagian depan bangunan museum, terdapat taman yang tampak terawat sekali.
Area parkir yang luas dan ditumbuhi pepohonan rindang



Kita dapat menuju ruang pamer museum dengan menggunakan kendaraan shutle yang sudah disediakan secara gratis. Halte untuk menunggu skendaraan shutle ini tdak jauh dari area parkir. Tapi jika ingin berjalan kaki, jaraknya juga tidak terlalu jauh. Seperti telah disebut di atas, banguan museum berbentuk tumpeng yang merupakan refleksi khasanah budaya Jawa. Kenapa budaya Jawa?karena penggagas pendiri museum ini adalah almarhum Bu Tien Soeharto yang bersuku Jawa. Menurut beberapa bacaan yang saya baca, dipilihnya bentuk tumpeng ini mengandung filosfi tentang bersyukurnya almarhum Pak Harto kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bangunan ini dibagi menjadi bangunan utama dan bangunan penunjang. Di bangunan utama inilah tempat dipamerkannya benda-benda koleksi museum . Luas bangunan ini 18.605 meter persegi dan tingginya mencapai 45 meter.  9 kerucut kecil mengapit bangunan utama ini.  Ruang utama dari bangunan utama diapit oleh 4 bangunan tumpeng atau tumpeng berwarna kuning. 

Halte untuk menunggu shutle



Memasuki bangunan utama kita akan disambut oleh patung  payembrama atau patung selamat datang . Patung  sumbangan dari Mbak Tutut dibuat dari lempengan uang kepeng setinggi 2,4m.  Di ruang pamer pun banyak sekali terdapat patung yang terbuat dari uang kepeng ini. Patung ini dibuat oleh seniman Bali. Saya kagum sekali dengan kemahiran seniman Bali. Karya-karyanya sangat artistik.Ruang terdepan pada bagian ruang utama disebut Ruang Perjuangan karena menggambarkan perjuangan  Almarhum Soeharto. Di dindingnya terdapat relief tentang perjuangan almarhum Soeharto melawan penjajah, seperti Serangan Umum Satu Maret.  Sebenarnya , ruangan utama ini sangat luas, dari bacaan yang saya dapat ruang utama dibagi menjadi beberapa bagian yaitu Ruang Perjuangan, dikitari Ruang Khusus, Ruang Asthabrata, dan Ruang Perpustakaan. Nha ,karena ruanganya sangat luas,saya tidak memperhatikan  nama tiap ruangan ruangan. Ruangan luas dengan koleksi benda yang bernilai seni tinggi membuat saya terkagum-kagum hingga tidak memperhatikan nama-nama ruangan kecuali ruang perjuangan dan ruang khusus :D  Mungkin membuatuhkan 1-2 jam untuk mengitari ruang utama ini. 


Seni ukir yang sangat artistik terletak di samping kanan pintu masuk.


 Ada 3 lantai yang saya jelajahi dan  ini isi daftar nama benda yang mengisi tiap lantai. Di papan nama ini hanya jenis bendanya,ya. Untuk jumlahnya sangat banyak. Misalnya koleksi perak maka ada banyak lemari untuk mengoleksi benda-benda dari perak ini.



Relief
Batang pohon yang diukir.Benar-benar karya seni artistik tingkat dewa

Koleksi benda-benda dari perak
Setiap benda yang dipajang diberi keterangan,misalnya terbuat dari apa, dibuat oleh siapa dan diberikan oleh siapa.
Foto sebelah kiri ini ini adalah foto  Alm Pak Harto dan Bu Tien. Foto  ini unik karena terbuat dari foto-foto kegiatan mereka berdua. Disebut mozaik foto. Disediakan kaca pembesar untuk melihat foto-foto yang menyusun foto mereka berdua. Jumlah foto yang digunakan adalah 2800 foto untuk membuat foto Pak Harto dan jumlah yang sama untuk membuat foto Bu Tien. Foto Pak Harto merupakan hadiah dari Bob Hasan ketika Pak Harto berulang tahun ke 85. Sedangkan foto Bu Tien merupakan hadiah dari H. Probostudjo. Kdua foto tersebut dikerjakan oleh seniman yang sama yaitu Noor Kurniawan.




Foto di sebelah kanan ini disebut langlang Buana. Seni ukir yang bikin kita berdecak kagum. Dibuat dari akar pohon karet berusia 100 tahun. Ukirannya menceritakan tentang 9 dewa yang menguasai 9 arah mata angin. Menurut kepercayaan agama Hindu, dapat digunakan untuk meramal nasib berdasarkan tanggal kelahiran.







Ini adalah gading gajah yang diukir sedemikian rupa. Sebuah karya seni yang membutuhkan ketekunan dan kehati-hatian tingkat tinggi. Hadiah dari beberapanpejabat dan bahkan Norodom Sinahouk.









Ini ukiran dari kayu johar. Dikerjakan oleh seniman Bali yang bernama I Ketut Moderen. Karya seni mengagumkan ini hadiah dari keluarga Sudwikatmono. Ukirannini menceritakan pertarungan Rhwana dengan Jatayu.








Gelas Tulip Cihuly
                                         Di banyak sudut ruangan terdapat guci-guci antik dan mewah.

 Ini adalah ruang khusus untuk menyimpan segala kehormatan dan penghargaan yang diterima Alm Pak Harto yaitu berupa bintang jasa , medali,dan lain sebagainya. Semoga kehormatan dan penghargaan yang diberikan Allah kepada alamarhum melebihi ini semua. Aamiin


                                                            Foto-foto kegiatan Pak Harto

Saya rasa cukup,ya untuk foto di lantai satu. Tidak mungkin saya uplod semua :D. Lanjut ke lantai 2 . Apa saja isi lantai 2 ini?

Di lantai 2 juga cukup mengagumkan. Di sini akan saya upload beberapa foto yang mengisi lantai 2. Semuanya tidak kalah artistiknya. 

 Di lantai 2 terdapat beberapa set kursi tamu, salah satunya Kursi Mayang ini, kursi yang unik. Merupakan hadiah dari ketua penggerak PKK propinsi Jambi. Enak,ya dapat hadiah terus :D
Di beberapa titik terdapat foto beliau. Ya,beliau,kan pemrakarsa berdirinya museum ini


Ini merupakan koleksi hadiah dari Ida Bagus Oka. Patung pengantin Bali, kain songket Bali,dll



Hanbook Korea barang lain'berbau' Korea.

kain, sarung,dan selendang batik berbahan dasar sutera dan ditenung dengan teknik jepang.












                                                       Koleksi kain batik.


Lanjut ke ka lantai 3
Karena saya membawa anak-anak jadi agak capek juga maka di lantai 3 ini kurang maksimal meng-eksplorasi,lantai 1 dan 2 saja belum semuanya saya lihat satu persatu. Mungkin harus 2 kali kunjungan ke museum ini. Ada ruangan yang digunakan sebagai perpustakaan tetapi saya tidak sempat melihatnya. Mungkin suatu saat akan ke sana lagi untuk menuntaskan semuanya :D

Hal yang mengecewakan,kenapa tidak ada brosur atau flyer yang memberikan sedikit gambaran kepada pengunjung tentang museum tersebut,ya? bahkan di website tmii pun tidak terdapat keterangan apapun. Memang rata-rata ,museum di TMII seperti itu, tidak ada flyer apalagi brosur. Kalau museum Fatahillah dan sekitarnya itu ada. Tanpa membuka internet, kita gak mungkin bisa tahu, museum Purna Bhakti pertiwi itu apa? Maka ini saya tulis ,semoga dapat memberikan informasi (walaupun tidak banyak) kepada calon pengunjung.
Museum  ini memerlukan SDM yang tidak sedikit mengingat areanya begitu luas dan barang-barang yang tersimpan di dalamnya terhitung mewah.



 Replika nasi tumpeng






Akhirnya, selamat mengunjungi museum :D Jangan lupa,untuk memotret di museum ini ,kita harus membayar Rp5000,00/kamera. Membayarnya di loket,ya. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Merdeka!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar