Tampilkan postingan dengan label Family Outing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family Outing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

Explore Jonggol Part 4 : Villa Khayangan

Bismillahirrahmanirrahiim

Satu lagi destinasi wisata alam di kabupaten Bogor yang bagus banget. Villa Khayangan. Saya lebih senang menyebutnya di Jonggol karena memang itu yang terkenal. Sebenarnya letaknya di kecamatan Sukamakmur namun orang lebih sering menyebutnya Jonggol karena Sukamakmur memang sebuah kecamatan pemekaran dari kecamatan Jonggol. Kalau disebut Villa Khayangan Sukamakmur ,sepertinya kurang pas hehe,lebih enak disebut Jonggol.

Namun ini foto fotonya kurang maksimal,ya. Selain padat pengunjung ,juga kondisinya hujan jadi repot sekali mau ambil foto hehe. 

camping ground
Lokasi dan Akses
Villa yang berhawa sejuk ini letaknya ya sekitaran curug cipamingkis,curugciherang, dan danau rawa gede, tepatnya di kecamatan Sukamakmur tapi orang lebih terbiasa menyebut Jonggol jadi memang satu kawasan,ya. Di pertigaan Jonggol/ Sukamakmur,ke kanan ke Ciherang,ke kiri ke Cipamingkis, nha letak Villa khayangan ini di bawah sebelah kiri dari pertigaan tersebut. Jadi jalan masuknya, dari pertigaan tersebut ke kiri kira – kira 200 atau 300 m . FasilitasBeberapa puluh meter sebelum pertigaan pun bila kita mengok ke sebelah kiri bawah,sudah terlihat letak Villa Khayangan jadi tinggal menuju ke pintu masuknya. Bisa menggunakan google map atau bila sudah sampai di pertigaan,bisa menanyakan ke warga sekitar,di mana pintu masuk Villa Khayangan.

salah satu spot untuk foto : bingkau raksasa
Aksesnya tentu sama dengan yang pernah saya tulis di Curug Cipamingkis dan Curug Ciherang serta danau Rawa Gede . Sekali lagi,pastikan mobil dalam kondisi fit, driver mempunyai skill yang memadai. Biasanya laki laki ya,kalau perempuan kurang cocok di jalur Jonggol. Bagi yang belum terbiasa di jalan berkelok dan menanjak,siapkan obat anti mabuk atau plastik muntah. Oh ya lokasinya hanya bisa dijangkau kendaraan pribadi ya. Untuk kendaraan umum sangatlah jauh.

Fasilitas
Hara tiket masuk ke tempat wisata yang sedang ngehits ini Rp 15.000/ orang untuk weekday (senin-Jumat) dan Rp 30.000/ orang untuk weekend atau hari libur. Anak anak tidak dikenakan biaya tapi mengenai anak anak tanpa biaya ini resmi atau tidak saya tidak tahu tapi yang pasti untuk anak sebesar Haifa tidak dikenakan tarif saat itu. Untuk parkir mobil di area villa saya kurang tahu karena waktu itu saya parkir di luar area villa dengan tarif Rp20.000/ mobil


 saya harganya cukup murah karena fasilitasnya lumayan bagus, seperti
- kolam renang dengan air pegunungan asli yang alami dan dingin
- WC / kamar ganti yang saat ke sana lumayan bersih. Semoga bersih seterusnya
- Spot untuk foto yang banya, keren dan instagrambale banget. Pokoknya untuk pecinta selfi ,cocok banget.
- Taman bermain untuk anak
- Tempat santai,seperti terdapat ayunan, meja meja untuk nongki nongki
- cafe
- Mushola meski terlalu sempit
- Parkiran yang luas

taman anak
Nha fasilitas tersebut bisa kita gunakan tanpa harus membayar lagi. Spot untuk foto yang ngehits saat ini adalah background berbentuk hati dengan bunga bunga, saya tidak tau apa disebutnya. Ada bingkai foto raksasa, Perahu,dll dll. Belum lagi di sekeliling Villa yang merupakan pegunungan dan persawahan. Pokoknya pemandanganya oke banget. Di luar,sebelum masuk villa ada 2 spot foto favorit karena selalu ramai, kita bisa berfoto di tempat ketinggian dengan asesoris seperti sayap dan satu lagi mengesankan seperti outbond. Dua spot foto ini bisa dipakai tanpa harus membayar lagi,cukup menunjukkan tiket yang sudah dibeli. Awalnya ,saya pikir harus membeli tiket lagi namun saya memberanikan diri untk bertanya,apakah perlu membayar lagi? Petugasnya menjawab, cukup pakai tiket masuk yang tadi sudah dibeli.

salah satu sudut kolam renang dengan spot untuk foto 
Fasilitas berbayar pun ada ,yaitu villa dan tenda untuk kemping di lokasi camping ground. Harga sewa villa variatif,mulai dari Rp1000.000/ malam dan untuk sewa tenda di lokasi camping ground Rp500.000/ malam,bisa untuk 6 orang. Untuk camping ground terhitung murah,sih menurut saya. Kalian bisa rombongan dengan teman teman atau sekeluarga. Sewa tendanya ini sudah jadi,ya jadi kita tinggal menempati saja. 





area pertanian dan pegunungan mengelilingi kawasan villa.Indah
Oh ya, karena tempat ini sedang ngehits jadi weekend sangat dipadati pengunjung. Usahakan berangkat pagi pagi sekali jadi ketika sampai di sana masih sepi dan bisa mendapat parkir di dekat Villa. Waktu itu saya kesiangan karena harus kajian dahulu, sampai sana susah sekali untuk parkir dan kendaraan macet saking susahnya untuk parkir. Akhirnya parkir jauh dari Villa, agak mendekat ke Cipamingkis. Akibat kesiangan tersebut,kami kurang bisa menikmati keindahannya,untuk memfoto pun susah karena banyak orang lalu lalu maka hanya seperti di atas foto fotonya. 


Ini daftar harga sewa villa dan tenda di Villa khayangan, ada nomor kontak yang bisa dihubungi. Silahkan disimpan ,akan berguna bila sewaktu waktu membutuhkan. Oh ya,di sana tidak ada sinyal hp,ya. 


Rabu, 10 Januari 2018

Explore Tangerang 2 : Tebing Koja


Bismillahirrahmaanirrahiim

Nha sekarang kita di destinasi wisata alam (meski tidak alami) yang kedua di kabupaten tangerang. Letaknya tidak begitu jauh dari Telaga Biru Cigaru/DanauCisoka. Tebing Koja atau disebut juga Kandang Godzila memang instagramable banget meski sangat disayangkan ada spot spot yang banyak sampah bekas snack dan minuman hingga mengganggu pemandangan banget. Gak habis pikir sama orang orang jorok nan tidak bertanggung jawab ini, sudah dikasih tempat wisata, tempat selfi yang murah meriah eh buang sampah ajah sembarangan. Memang,sih di sana minim sekali tempat sampah atau bahkan tidak ada tapi,kan bisa di masukan kantong lalu dibuang ketika bertemu tempat sampah. Ketiadaan tempat sampah mungkin juga karena tempat wisata yang selalu rame untuk sesi pemotretan ini masih dikelola oleh masyarakat setempat atau malah secara pribadi. Semoga semakin hari semakin dikelola dengan baik,kebersihan dan keamanannya terjaga tapi pastinya akan jadi mahal ya hehe.

Tebing Koja merupakan bekas tambang pasir . Masyarakat sekitar ,dahulu melakukan aktivitas menambang pasir di lokasi ini. Aktivitas tersebut menyisakan tebing tebing yang tidak beraturan di sana sini namun justru di situlah daya tariknya. Apalagi di bawahnya ada cekungan cekungan yang menampung air hujan lalu di sekitar cekungan tumbuh berbagai rumput. Pokoknya bagi penggila selfi,tempat ini rekomen so hard,deh.


Lokasi dan Akses
Tebing yang pas dinikmati keindahannya di pagi dan sore hari ini terletak di kampung Koja, kelurahan Cikuya,kecamatan Solear, kabupaten Tangerang . Di google maps bisa dicari dengan nama Tebing Koja Kandang Godzila. Dari jalan Cisoka raya,sih tidak begitu jauh meski lokasinya di dalam perkampungan. Kalau dari Jakarta atau Depok, untuk menuju ke Tebing Koja lebih baik bukan dengan kendaraan umum karena malah akan memakan waktu dan biaya. Misalnya naik kereta api, kita harus naik angkot lagi beberapa kali sepertinya. Lebih baik menggunakan motor atau taxi online saja . Dari Depok,sih jaraknya sekitar 100 km.

Tiket
Tiket masuknya  memang terbilang murah karena memang minim fasilitas,ya. Memasuki wilayah Tebing Koja kita akan dimintai Rp5000 oleh sekelompok orang yang bertugas menjaga. Kemudian kita akan diarahkan untuk parkir di sebuah halaman rumah bagi yang membawa mobil,parkir motor tidak jauh dari parkir mobil namun lebih mendekat ke arah Tebing. Untuk parkir mobil ini tarifnya Rp10.000 dibayar diawal. Dari tempat parkir kita hanya butuh berjalan beberapa puluh meter untuk sampai di depan pintu masuk yang bertarif Rp2000/ orang . Untuk anak-anak tidak dikenakan tarif. Jadi Tebing Koja ini ada 2 tarif. Tarif masuk Rp2000/ orang itu untuk bagian depan saja. Bila ingin masuk ke bagian dalam ,sebuah celah tebing terdapat penjaga,saat itu penjaganya anak kecil yang akan meminta pembayaran Rp5000/orang dan anak kecil tidak dikenakan tarif. Karena ini pengelolaannya belum profesional maka sempat saya dengar serombongan ABG menawar tarif masuk hehe. Untuk bagian tebing yang bertarif Rp5000/orang memang lebih asyik,sih dan sepertinya kalau hujan,di bawahnya akan tergenang air jadi mirip danau. Karena sekarang jarang hujan,maka airnya sedikit dan kotor. Sayangnya banyak sampah bekas snack dan minuman di sekitarnya. Pengunjung ada yang tidak bisa menjaga kebersihan dan penjaga kebersihan pun minim atau bahkan tidak ada. Sayang sekali,ya.

Fasilitas
Untuk pengelolaan yang kurang profesional ,mungkin karena dikelola pribadi atau warga setempat , tarif yang murah,wajar ya fasilitasnya minim. Saat itu saya tidak melihat adanya toilet yang dibangun khusus untuk pengunjung. Mungkin toilet ada di warung warung di sekitar Tebing. Jadi harap dipersiapkan sedemikian bila ingin berkunjung ke tempat wisata yang minim fasilitas, ya. Keamanan juga minim pastinya.

Kalau warung yang menyediakan snack dan minuman ada beberapa di sekitar tebing. Disediakan pula tempat untuk makan berupa meja kursi seadanya. Jadi di sini kita tidak bisa piknik,menggelar tikar,menikmati bekal piknik layaknya di taman,ya. Kami makan bekal kami di dalam mobil hehe.

Tapi meski seperti yang saya ceritakan di atas, Tebing Koja pasti jauh lebih prospek banget kalau dibenahi,dikelola secara baik dan profesional meski konsekuensinya tarif masuknya akan lebih mahal . Semoga kedepannya Tebing Koja bisa dikelola dengan baik sehingga benar benar jadi destinasi wisata alam yang indah,aman,dan nyaman.





Senin, 08 Januari 2018

Explore Tangerang 1 : Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka

Bismillahirrahmanirrahiim

Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka



Di kabupaten Tangerang ada tempat wisata alam yang sedang ngehits dan intagramable meski bukan wisata alam alami,melainkan buatan manusia. .Awalnya melihat info ini di Facebook lalu melanjutkan pencarian di google, ternyata memang bagus sekali terlepas dari segala kekurangannya ,ya. Antusias sekali mengunjunginya karena sepertinya reviewable untuk di blog . Saya yakin belum banyak orang tahu meski tinggal di Jadebotabek,Tangerang khususnya. Saya ulas satu satu secara terpisah,ya supaya tidak keliatan panjang jadi orang gak malas baca hehe.

1. Telaga Biru Cigaru /Danau Cisoka
Bagi yang hobi selfi atau aktif di instagram, Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka sangat cocok untuk mengambil foto. Airnya biru dan jernih diapit tebing tebing tinggi dilengkapi perahu atau getek yang menyediakan properti untuk selfi.

Telaga biru Cigaru atau Danau Cisoka ini merupakan bekas galian pasir jadi bukan merupakan wisata alam yang alami ,ya. Bekas galian pasir membentuk cekungan dengan genangan air berwarna biru. Setidaknya ada 3 cekungan . Saat saya ke sana ada ssatu cekungan yang yang airnya tidak berwarna biru,meliankan hijau ,air dua cekungan lainnya berwarna biru dan jernih. Ikan yang berenang di dasarnya bisa terlihat. Ternyata airnya memang bisa berubah ubah warna,tergantung tingkat keasaman air.





Lokasi dan Akses
Telaga Biru Cigaru/Danau Cisoka terletak di desa Cigaru,kecamatan Cisoka, kabupaten Tangerang,provinsi Banten. Jika menggunakan google maps atau waze, ketik saja Telaga biru Cigaru nanti akan ditunjukan lokasinya.

Akses menuju kesana lebih baik menggunakan kendaraan pribadi,bisa motor atau mobil karena bila menggunakan kereta api kita turun di stasiun Tigaraksa dan untuk menuju lokasi masih terbilang jauh dan berganti beberapa kendaraan umum karena lokasinya memang di desa . Saran saya gunakan mobil, bisa taksi online,ya ,gak harus mobil pribadi atau motor saja, lebih cepat dan memangkas waktu serta biaya. Bila dari Depok atau Jakarta bisa melalui tol Jakarta Tangerang ,keluar di pintu tol Balaraja Barat .Selanjutnya ikuti saja petunjuk peta,ya.

Tiket
Saat ini untuk masuk ke Telaga Biru Cigaru/Danau Cisoka dikenakan tarif Rp15.000 untuk satu mobil jadi tidak dihitung per-orang,ya. Mungkin untuk motor Rp10.000/ motor. Sedangkan untuk parkir dikenakan lagi Rp10.000 untuk satu mobil. Bila ingin menggunakan fasilitas di sana,seperti perahu untuk selfi atau toilet, tentu tidak gratis,ya.






Fasilitas
Meski sedang berbenah namun fasilitas di kawasan wisata yang beroperasi mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 18.00 ini sudah terssedia . Toilet tersedia meski masih terbatas. Saat ke sana masih bersih karena memang belum lama dibuat. Semoga selanjutnya bersih terus ,ya. Pengunjungnya bisa menjaga kebersihan, penjaganya tidak enggak untuk membersihkan karena toilet ini tidak gratis, Rp2000/ orang. Warung – warung minuman dan snack hingga makan besar banyak berjejer di tepi danau. Mereka menyediakan semacam dipan untuk duduk pengunjung. Namun arena untuk menggelar tikar belum saya temui jadi bila membawa bekal,sebaiknya dimakan di mobil hehe.
Tersedia perahu/gethek yang ditarik dengan tali tambang dengan tarif Rp10.000/ orang untuk dewasa,anak anak Rp5000/orang. Di gethek atau perahu ini ,pengunjung dimanjakan untuk selfi dengan background danau biru yang diapit tebing, asalkan bisa ambil angel yang pas, tidak ada yang menyangka kalau Anda sedang di Tangerang hehe. Properti untuk selfi sudah disediakan,seperti topi pantai,bunga, hingga rangkaian bunga berbentuk hati yang saat ini sedang ngehits banget.

Di danau yang berwarna hijau juga disediakan perahu bebek yang biasa untuk anak anak. Danau yang airnya berwarna hijau ini memang tidak seindah yang berwarna biru jadi terlihat lebih sepi.

Sebaiknya mengunjunginya di sore hari sehingga tidak begitu panas karena bila pagi dan siang, terik matahari sangat terasa. Ketika saya ke sana memang pagi ,namun saat itu sedang mendung. Menurut informasi yang saya dapat bila siang hari sangat panas.

Semoga bermanfaat ya,selamat berkunjung,dan tetap jaga kebersihan,ya.








Minggu, 31 Desember 2017

Explore Jonggol Part 3 : Danau Rawa Gede

Bismillahirrahnirrahiim

Danau Rawa Gede ini menjadi bukti lagi bahwa kita gak boleh memandang sebelah mata terhadap kota Jonggol. Kali ini kita meneruskan explore obyek wisata alam di Jonggol. Oh ya bisa juga disebut telaga ya tapi saya memilih danau saja hehe. Setelah sebelumnya kita kemping di curug cipamingkis dan  Curug Ciherang. Saya memang berniat mengkhatamkan explore di kota Jonggol ini karena obyek wisata alamnya memang benar benar cantik,Masya Allah.

Danau selebar 1 ha ini terletak di desa Sirnajaya kecamatan Sukamakmur. Ternyata Sukamakmur ini wilayah kecamatan yang merupakan pemekaran dari kecamatan Jonggol. Namun sudah lekat,ya kalau danau yang indah luar biasa ini identuk dengan Jonggol. Apapun lah,yang pasti danau Rawa Gede layak direncanakan menjadi tujuan tempat wisata alam .Di Sukamakmur ini memang banyak sekali tempat wisata alam yang masih alamai,bahkan curug Cipamingkis dan curug Ciherang pun masuk wilayah Sukamakmur.


masuk dari tanda ini 
Akses
Akses menuju Rawa Gede tentu sama sulitnya dengan akses menuju cipamingkis dan ciherang karena jalurnya memang sama hehe. Untuk kondisi akses ya bisa di baca di link tersebut,ya. Hal yang perlu saya ulang, pastikan kendaraan dalam kondisi bagus,sebaiknya diservis terlebih dahulu sebelum dipakai untuk melintas di kawasan wisata alam di kecamatan Sukamantri ini. Skill driver juga harus mumpuni dan prefer laki laki,deh sepertinya. Kembali ke hal mengenai akses, jadi gerbang masuk danau rawa Gede ini terletak sebelum pertigaan Jonggol di mana kalau ke kanan ke curug Ciherang, ke kiri ke curug Cipamingkis. Tidak jauh sebelum dari pertigaan tersebut terdapat plang petunjuk di sebelah kanan yang berwarna hijau. Plang hijau ya ,bukan yang putih karena ada plang, pertama berwarna putih dengan tulisan merah, kedua plang hijau dengan tulisan putih. Masuklah dari plang berwarna hijau karena arah yang ditunjuk oleh plang putuh tersebut sangat tricky dan seperti untuk mobil biasa tidak bisa. Saya lihat motor pun tidak ada yang melintas. Kami sempat masuk akses tersebut tapi selain sepi juga jalannya gak memungkinkan. Untuk ada pencari rumput jadi saya bisa menggali informasi dari beliau.

jangan lewat petunjuk ini terutama bila
membawa
mobil
Setelah masuk dari plang berwarna hijau, aksesnya ternyata tricky juga karena jalan hanya muat 1 mobil dengan tanjakan dan kelokan yang menggunjang adrenalin. Beberapa kali bemper mobil harus membentur jalanan berbatu,sempit,menanjak ,dan berkelok. Terkadang ada jalan bercabang, lebih baik turun dan sempatkan bertanya ke penduduk sekitar karena tidak ada sinyal sehingga google map atau waze kita mati seperti gak berguna hehe. Jadi kalau wisata alam ke Jonggol ini memang tidak ada sinyal hp,ya.Operator manapun tidak bisa digunakan di sini jadi selesaikan urusan kita melalui handphone sebelum memasuki wilayah Jonggol. Warga sana bila ingin berkomunikasi harus turun ke bawah dulu.

Perjalanan menegangkan tersebut terbayar dengan keindahan yang disuguhkan oleh Danau Rawa Gede . Sebelum memasukinya,kita akan melewati pos penjagaan. Di pos tersebut kita harus membayar biaya masuk. Biaya mobil Rp10.000,00, biaya perorang Rp.10.000,00. Anak kecil seperti Haifa,free. Bila ingin kemping maka dikenakan biaya tambahan yaitu biaya sewa lahan untuk tenda Rp10.000,00 dan biaya perorang Rp7.000,00. Total saat itu 71.000 tapi kami hanya diminta membayar 70.000 . Harga yang sangat murah,ya.
saat sunrise
Fasilitas
Setelah memasuki pos pembayaran,kita akan diarahkan ke tempat parkir. Bila ingin kemping, parkir akan diarahkan ke dekat danau. Memang lahan parkirnya tidak terlalu luas,sih tetapi saat itu yang kemping hanya kami saja karena hari masih siang. Orang orang bila ingin kemping datangnya malam, kata petugas yang dengan ramah memberikan informasi yang kita minta. Benar saja,saat kami tidur tengah malam,datang beberapa orang yang hendak kemping.

Lokasi kemping ground ada di pinggir sekitar danau. Kita bisa memilih sendiri selama masih kosong. Saat itu kami memilih dekat pohon pinus, namun jadi terlalu jauh dengan MCK hehe. Soalnya saat itu datang siang dan panas jadi kami milih yang jauh dari keramaian dan agak adem. Kalau punya anak kecil,lebih baik memilih yang dekat MCK. MCK ini disediakan oleh warung warung di sekitar danau. MCK yang manusiawi letaknya di dekat parkiran atau warung yang dekat pintu keluar parkiran (paling ujung ) di warug satu lagi tidak ada WC jadi hanya bisa untuk BAK . Lokasinya pun menyatu dengan dapur dan tutupnya hanya kain spanduk yang kotor,kucel,dan bau . Jadi kayak toilet pribadi tapi boleh dipakai pengunjung.

Oh iya, pengelola tidak menyediakan sewa tenda ya jadi kita harus membawa sendiri atau menyewa di kota tempat kita tinggal.

Bila hanya ingin menikmati keindahkan danau, kita bisa berkeliling dengan jalan kaki atau dengan perahu motor. Kami juga menyewa perahu ketika menuju lokasi kemping karena barang kami banyak sekali. Menurut yang kami dengar,tarif naik perahu 50.000 tapi kami saat itu saya dikenakan 20.000 karena hanya menyeberang saja,tidak berkeliling.

perahu untuk keliling danau
Di pinggiran danau, ditanami bunga bunga yang saat itu sedang bermekaran. Saat kami di sana, air mancur di pinggir danau sedang dibangun, taman-taman baru sedang dibangun. Bila tamannya sudah jadi,pasti akan menambah keindahan danau. Danau luas bersih,dikelilingi taman bunga dan hutan,indah sekali pastinya. Terdapat taman berbentuk hati. Bila ingin berfoto di dalamnya dikenakan tarif 2000/ orang.

Add caption
Terdapat curug kecil di dekat danau. Menurutku itu terusan dari curug Cidulang yang bisa diakses melalui hutan di dekat danau. Tapi akses ke curug Cidulang melalui hutan rimbun ini begitu mengerikan, menanjak dan jalannya hanya setapak kecil,kanan kita tanaman rapat sekali jadi kami turun lagi ketika sudah menanjak hehe. Curug kecil ini sejak dan lumayan indah. Di bawahnya dibangun semacam kolam yang bila kita ingin mandi atau berenang dikenakan tarif 2000/orang.

Curug
Di sekitar danau Rawa Gede terdapat 2 curug yaitu curug Cibeureum dan Curug Cidulang. Curug Cidulang adalah curug yang gagal kami sambangi saat itu karena aksesnya yang seram. Menurut informasi yang saya dapat, Curug Cidulang bisa di akses melalu hutan yang di atas danau. Kami mencoba akses tersebut dan memutuskan untuk membatalkan karena kondisi jalannya yang hanya setapak kecil dengan kanan kiri rumput yang rapat. Akhirnya kami melalui jalur biasa namun tetap gagal ke curug Cidulang karena terlalu jauh. Kami memilih ke Curug Cibeureum yang lokasinya selain jauh juga aksesnya yang bikin nafas tersengal karena menanjak tapi jalurnya jalur biasa atau jalan utama yang dilewati warga jadi tidak horor,ya. Sebenarnya bisa membawa kendaraan meski harus berhenti beberapa ratus meter dari curug namun kalau mobil APV sayang bamper mobilnya karena kondisi jalan berbatu, menanjak ,dan berkelok jadi lebih baik jalan kaki. Tapi kalau membawa motor,bisa kok meski sama saja harus berhenti dan parkir beberapa ratus meter dari curug dan dilanjutkan dengan jalan kaki.

Curug ini sangat tinggi dan relatif masih sepi. Debit air kecil sekali bila tidak sering hujan. Saat kami ke sana debit air tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil hehe. Menurut informasi dari tukang parkir memang lebih besar curug Cidulang. Insya Allah next trip,ya . Di kecamatan Sukamakmur memang banyak sekali curug.

semoga bermanfaat. 






Sabtu, 09 September 2017

Family Camp : Sukamantri Camping Ground

Bismillahiraahmaanirrahiim

Akhirnya kita family camp lagi setelah sekian lama tidak melakukan kegiatan yang seru banget ini. Kami memang sukanya yang berbau bau alam,seperti hutan atau laut. Menghindari bepergian yang lebih banyak mengajarkan hedonisme,seperti ke mol. Sekali kali tentu boleh asalkan jangan dijadikan hobi kalau ngemol mah soalnya apa apa mahal kalau di mol,bikin dompet gak sehat :P





Tujuan kali ini ke area perkemahan Sukamantri, Bogor. Area perkemahan yang masuk dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) ini menawarkan area yang luas sekali. Jadi jika mempunyai acara,misalnya gathering satu sekolah, satu organisasi,dan lain sebagainya,tempatnya memadai. Buat mengadakan acara outbnd atau sekedar beramah tamah juga lumayan rekomen,deh .



Akses
Lokasi bumi perkemahan yang konon berada di ketinggian 850 mdpl ini tidak terlalu jauh dari Depok. Kulihat di waze cuman 52 km atau 60-an km lah ya . Rutenya juga mudah ,lewat tol jagorawi keluar di bogor lalu ciapus ,Sukamantri. Lebih mudahnya tentu pakai google map, ketik ajah ‘campgrounds Sukamantri’ lebih mudah,deh. Itu kalau kendaraan pribadi ya. Kalau kendaraan umum, lebih rekomen pakai kereta api sampai Bogor lalu lanjut sewa angkautan kota,begini menurut informasi yang kudapat.
Meski dekat tapi kurang lebih 4 atau 5 km sebelum area perkemahan, jalannya berbatu
besar dan menanjak. Jadi tidak disarankan menggunakan mobil jenis sedan atau mobil yang ceper ceper gitu,deh. Kulihat beberapa motor matic yang berboncengan, terpaksa menurunkan penumpangnya. Penumpangnya jalan kaki karena mungkin gak kuat ya. Mobil saya berkali kali bunyi jedag jedug , perut seperti dikocok kocok karena gunjangan yang hebat padahal kecepatan paling gak nyampai 10 km/ jam . Kalau mobil 4 x 4 ,land rover gituh cocok ya. Kanan kiri jalan berbatu dan menanjak adalah hutan pinus atau padang rumput yang luas. Banyak truk pengangkut batu dan pasir lalu lalang karena ternyata ada sungai yang diambil batu dan pasirnya jadi hatii hati ya. Mendingan membiarkan truk truk itu jalan terlebih dulu,deh menurut saya daripada kita di depannya.



Tiket masuk

saat itu kami ber-6 karena dengan 2 teman danu dikenakan biaya 20.000/ orang dan parkir kendaraan menginap 15,000. kalau tidak menginap lebih murah lagi. Menurut informasi yang saya baca, di sana menyediakan penyewaan tenda juga namun harganya saya tidak tahu. Tapi menurut saya harganya standar dan biasanya dibantu dipasangkan. Kalau mai saat itu membawa tenda sendiri,nyewa juga sih di toko outdoor langganan.




Fasilitas

untuk fasilitas dapat nilai 80 lah ya kalau range-nya 1-100, ada kamar mandi yang gak jorok, ada mushola juga. Hanya saja, saat ini musim kemarau jadi air tampungan dari sumber mata air guung hanya sedikit yang mengalir. Warung warung juga ada. Menjual kopi dan sebangsanya juga keperlua kemping,seperti kayu untuk api unggun, 25.000 sudah termasuk jasaU menyalakan .




Curug
sebenarnya di skeitar lokasi bumi perkemahan yang dikelilingin pohon pinus ini ada curug. Menurut informasi yang didapat ada 2 curug,salah satunya curug Surya Kencana yang jaraknya kurang lebih 1 km namun saat musim kemarau seperti ini curug pada kering,mungkin ada airnya cuman debit airnya kecil. Yah gak asyik,kan sudah jalan jauh tapi gak dapat curug yang indah. Oh ya curug kesukaan kami hehe. Jadi saat itu kami gak pergi ke curug.


Monyet
Di area bumi perkemahan terdapat banyak monyet jadi hati hati meletakkan barang barang terutama makanan. Dan diantara mereka ada monyet yang galak jadi tetap jaga jarak dengan mereka ,jangan SKSD hehe. Saya memvideokan monyet yang sedang mencuri makanan di tenda tetangga. Lucu sih


Semoga postingan ini bermanfaat dan jaga kebersihan di tempat kemping,ya.  

Rabu, 22 Oktober 2014

Family Camp di Situ Gunung

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaaikum...
Lama tak jumpa,sibuk jualan maklum bakul :D tapi jalan jalan mah teteup. Dan seperti biasa ,jalan jalan yang edukatif, gak bikin konsumtif, bikin anak -anak aktif dan keratif hehe.



Kemping bersama keluarga menjadi salah satu alternatif liburan bagi keluarga. Kemping di alam bebas mempunyai muatan nilai edukasi untuk anak-anak. Melatih anak untuk survive dalam segala kondisi, melatih disiplin, melatih sadar lingkungan adalah beberapa pelajaran penting yang bisa kita dapatkan ketika berkemping.
Banyak sekali lokasi kemping atau camping ground di sekitar Bogor yang dapat kita jadikan tujuan ,salah satunya adalah taman wisata alam Situ Gunung di Sukabumi,Jawa Barat. Dengan area kemping yang luas, akses mudah, ramah anak, kawasan yang masuk dalam konversi Taman Nasional Gunung Gede Pangarango ini sangat pas untuk dijadikan pilihan kemping bersama keluarga (family camp).

Taman wisata alam Situ Gunung merupakan salah satu destinsi wisata yang terkenal di Sukabumi. Letaknya di wilayah Kadudampit, sekitar 16 km dari pusat kota Sukabumi. Di kawasan wisata alaam yang diresmikan pada tahun 1975 ini terdapat beberapa blok camping ground yaitu blok Tepus, Kalianda, Harendong, tegal Arben, dan Bagedor. Semua blok terhitung ramah anak jadi Anda bisa memilih yang mana saja yang disuka. Lokasi yang terletak di kaki gunung Pangrango pada ketinggian 950-1036 mter dari permukaan laut ini memang sangat dingin jadi Anda harus membawa baju hangat atau jaket.


Akses ke Situ Gunung
Akses menuju Situ Gunung terhitung mudah. Misalnya saja dari Jakarta dan Depok, kita bisa mengaksesnya melalui tol Jagorawi kemudian exit di tol ciawi . Exit tol Ciawi kita akan melewati kota kota kecil dengan urutan Ciawi, Caringin (Lido ), Cigombong, Cicurug, Cibadak,Cisaat, Kadudampit. Bisa dikatakan, akses dari Jakarta itu hanya mengikuti jalan lurus saja, tidak banyak tikungan . Bila sudah masuk wilayah Cisaat, nanti akan ketemu 2 petunjuk arah yang mengarahkan kita ke Situ Gunung. Petujuk arah yang kedua terdapat di sebuah pertigaan yang di dekatnya merupakan kantor Polsek Cisaat. Petunjuk arah mengarahkan kita untuk belok kiri (kalau dari arah Jakarta ). Di situlah Anda harus belok kiri untuk menuju Kadudampit lalu ikuti saja jalan . DI sepanjang jalan ada beberapa petunjuk arah. Jangan lupa untuk bertanya ke penduduk bila ragu atau gunakan GPS kita (kalau punya hehe) . Menuju kawasan wisata di Sukabumi lebih enak daripada ke puncak. Hampir tanpa macet kecuali di pertigaan atau perempatan. Overall jauh lebih lancar daripada ke puncak





Fasilitas dan akomodasi
Sampai di Situ Gunung, kita harus melakukan registrasi. Kalau ingin menginap/ kemping, cukup membayar 12500/ orang. Nanti kita akan ditunjukan blok kemping sebelah mana yang masih kosong. Untuk perlengkapan kemping yang utama yaitu tenda, kita bisa menyewa di tempat. Bilang saja ke petugas. Saat itu kami menyewa tenda untuk ukuran 6 orang dengan harga 140.000/2 hari 1 malam (sabtu pagi hingga minggu jelang siang ) ssewa matras 2 buah @6000. Kami enggak menyewa sleeping bag jadi kami enggak tau tarif sewanya berapa. O iya harga sewa sebesar itu sudah termasuk biaya bongkar dan pasang tenda. Untuk membuat api unggun, kita bisa membeli kayau bakar dengan harga 20.000/ ikat dilengkapi dengan parafin sebagai bahan bakar. Tidak banyak fasilitas yang didapat. Ada toilet di sekitar camping groundnya. Ada beberapa kios penjual makanan dan kios cinderamata. Ada lokasi untuk outbond high impact, beberapa penginapan bila tidak ingin repot kemping. Ya memang fasilitasnya standar aja seperti di camping ground lainnya namun kawasan wisata situ gunung menyajikan keindahan alam yang menakjubkan. Pohon-pohon yang rindang. Rumput yang hijau. Udara sejuk serta kicau burung di pagi hari menyegarkan pikiran dan memberikan suasana berbeda bagi masyarakat kota yang penuh hiruk pikuk dngan udara yang sangat panas. Tapi di lokasi lain (masih di sekitar Situ Gunung tapi di luar camping ground) terdapat fasilitas lain seperti penginapan.



Membuat sesuatu

Kegiatan Ketika Kemping
Memasak bersama dengan alat masak seadanya, membuat api unggun, bermain adalah hal hal yang bisa dilakukan ketika kemping. Kemping, terutama kemping dengan keluarga bisa jadi ajang untuk mempererat hubungan antara anggota keluarga satu dengan yang lainnya. Saya pribadi, memanfaatkan kemping untuk menanamkan nilai nilai tertantu yang mungkin tidak atau jarang diajarkan di sekolah, seperti how to survive dalam berbagai kondisi, bagaimana bekerjasama, bagaimana memcahkan masalah, dan lain sebagainya.
Mengadakan permainan bersama keluarga bisa dijadikan alternatif kegiatan ketika kemping. Anak- anak bisa berkreasi dengan berbagai benda di sekitar. Ketika di Situ Gunung ini ,kami melakukan perjalanan ke curug di kawasa tersebut. Yaitu curug Sawer. Lalu hari kedua melakukan kunjungan ke danau Situ Gunung.

Api Unggun

Bikin cemilan

Masak -Masak



Danau Situ Gunung
Di kawasan wisata alam seluas 100 ha ini terdapat sebuah telaga atau danau yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yaitu telaga atau danau Situ Gunung. Danau Situ Gunung bukan merupakan danau alami. Menurut sejarah, Danau yang luasnya 10 ha ini dibuat oleh Raja Mataram Rangga Jagad Syahadanaatau Mbah Jalun. Letaknya di tengah tengah bukit dan dikelilingi pohon damar. Di tepian danau terdapat beberapa penjual makanan dan cinderamata lalu terdapat perahu yang bisa kita gunakan untuk mengelilingi danau. Namun, di musim kemarau , agak berkurang airnya maka jarang yang naik perahu.

Danau yang tenang 





Curug Sawer
 Curug Sawer
Sungai di bawah curug
Curug Sawer 

Curug yang letaknya sekitar 2 km dari pintu masuk kawasan Situ Gunung ini memang baru dibuka untuk umum belum lama. Dulu sempaat dibilang curug angker karena belum ada yang menjamah. Akses ke curug yang airnya sangat deras ini terbilang jauh dan curam. Berbatu , licin,dan hanya berupa jalan setapak yang diapit hutan lebat. Terkadang ditemui pohon tumbang di jalan setapak tersebut. Turunan yang curam atau tanjakan yang menguras tenaga untuk melewatinya. Suara tonggeret menjadi backsound perjalanan yang kadang terselip rasa ngeri dan takut akan hewan buas seperti ular. Akses ke Curug yang artinya deras ini bisa melalui dua jalan yaitu akses dari pintu masuk Situ Gunung . Dan akses ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Lalu akses lain melalui sebuah gang atau jalan menuju camping ground/ obyek wisata Cinumpang. Jadi aksesnya sama seperti kita ingin ke Cinumpang. Letak gang atau akses masuknya di sebelah kanan jalan atau sebelum terminal kadudampit atau sebelum kantor polisi. Ada sebuah plang petunjuk arah menuju Cinumpang. Akses yang kedua lebih jauh namun bisa ditempuh dengan ojek . Naik ojek ke curug Sawer lewat akses ini seperti naik roller coaster. Naik turun, sempit, belokan tajam dan banyak jurang. Belum lagi pantat harus kesakitan karena jalanan berbatu. Biaya ojeknya terhitung murah yaitu 50.000 bolak balik. Kami saat itu hanya memakai ojek ketika kembali saja karena menuju Sawer kami berjalan kaki.
Namun semua akan terbayar dengan keindahan curug sawer yang terlihat masih sangat alami. Derasnya air mengalir menghadirkan suasana baru yang menyegarkan . Selain curug Sawer ada juga curug cimanaracun tapi belum kami kunjungi hehe.

Naik turun

Berbatu 



Menuju curug sawer, capek dan istirahat sejenak
Main di sungai

Naik ojek ke curug sawer lewat sini 

O iya, jika temans semua hendak ke Situ Gunung namun ingin mendapakan informasi mengenai beberapa hal, bisa menghubungi Mang Bayan. Beliau ini tukang ojeg resmi di Situ Gunung. 
Ini no teleponnya : 0857 9480 7225. Foto ini adalah penampakan Mang Bayan dari belakang hehe



Semoga lain kali bisa menjelajah Situ Gunung secara tuntas. Indonesia indah dan cantik. Percayalah itu. Sampai jumpa ditulisan berikutnya, merdeka!