Member Of

KEB

Jumat, 18 Januari 2019

Explore Yogyakarta 7 : Ice Cream World Jogja


Melihat fenomena menggeliatnya bisnis pariwisata ,kok jadi kepikiran buka usaha di bidang pariwisata,ya ahaha. Modalnya besar pasti. Kenapa? Ya karena saya melihat, kebutuhan tempat piknik generasi milenial saat ini lebih simpel,yang penting bisa buat foto foto yang instagramable. Tapi sebagai manusia yang berorientasi akhirat,sebaiknya ada manfaat yang lebih baik yang harus bisa dirasakan orang lain. Entahlah tapi sungguh saya minat sekali buka usaha pariwisata, mungkin setelah ini saya akan memikirkannya. Eh tadi besar yak modalnya hehe. Ya kalau hanya memikirkan kan tidak pakai modal :P 











Salah satu tempat ngehits yang menurutku simpel tapi berhasil mengundang pengunjung yang banyak ya Ice Cream World Jogja ini. Menurutku ini sebenarnya semacam kedai es krim tapi menyediakan spot foto yang kini kian digemari anak-anak milenial karena spot fotonya hanya sedikit dan cenderung biasa, tidak seunik upside down world misalnya atau Magic 3D Art Jakarta. Tempatnya pun hanya seperti sebuah rumah yang tidak begitu luas dan berkamar-kamar. Meski begitu tapi tempat wisata yang dibuka belum genap setahun (sampai tulisna ini dibuat ) ramai pengunjung,lho .









Selain menjual es krim, kedai moderen ini juga menjual merchandise, benda-benda yang kurang lebih berhubungan dengan es krim atau mainan-mainan kecil . Harganya tentu tidak semurah di luaran,ya apalagi di marketplace hehe.

Hal yang kurang menarik adalah kondisi halaman yang kontras dengan kondisi dalam. Di dalam terlihat artistik tapi di halaman parkir apa adanya,kurang cheerful. Ketika kami ke sana belum buka. Karena melihat halamannya seperti itu, kami kira sudah gak buka lagi hehe.






  




Lokasi dan AksesIce Cream World Jogja terletak di  Jl. Solo km. 11 no. 31, Cupuwatu I, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571, tidak begitu jauh dari Upside Down World. Untuk menuju ke lokasi tinggal manfaatkan google map atau waze,insya allah mudah ditemukan karena letikannya tidak di perkampungan,melainkan di pinggir jalan raya. Tersedia area parkir jadi bila membawa mobil pun bisa tapi mungkin kalau waktu ramai agak sulit ya karena area parkirnya hanya seluas halaman rumah atau ruko saja. 



Tiket
Tiketnya relatif mahal untuk spot foto yang sedikit dan kurang unik seperti itu. Tapi Adanya diskon-diskon lumayan membantu. Saat itu sedang ada promo pembayaran dengan Ovo dan kartu member Ramayana. Dahulu malah harga tiket Rp80.000,00 per orang. Saya tidak tahu kenapa diturunkan.

Harga tiket untuk anak Rp40.000,00 dan untuk dewasa Rp60.000,00. Harga tersebut sudah termasuk 2 scop es krim yang menurut saya sangat kebanyakan sekali porsinya. Kami tidak ada yang habis memakan es krim tersebut ,bahkan anak saya yang berjulukan ratu es krim sekalipun hehe. Tapi kita bisa membeli tiket yang tidak include es krim,kok. Harga es krim sendiri Rp25.000,00 jadi kalau tanpa es krim mungkin tinggal dikurangi saja.


Fasilitas
Hanya ada toliet dan mushola sangat kecil di samping luar. Ya memang orang gak akan menghabiskan waktu lama di sini jadi fasilitas sepertiitu cukup seadanya saja.



Semoga bermanfaat yaa...












Selasa, 01 Januari 2019

Explore Yogyakarta Part 6 : Tebing Watu Mabur


Bismillahirrahmanirrahiim

Satu lagi destinasi wisata alam di kabupaten Bantul yang ngehits hingga banyak jadi pilihan wisatawan. Watu Mabur artinya batu terbang karena di tebing banyak lempengan batu yang seperti terbang. Tebing yang instagramable ini lebih terkenal sebagai area kemping namun spot untuk fotonya pun bagus sekali. Karena masih di kawasan Mangunan jadi di bawahnya pun mengalir sungai Oya.
Lagi-lagi kabut tebal di pagi hari sangat dinantikan di sini ,namun lagi lagi,saat kami ke sana tidak muncul kabut dan sunrise karena sedang hujan hehe. Namun begitu,kami tetap bisa menikmati keindahan tempat wisata yang dikelola masyarakat sekitar ini. Kabut dan sunrise bisa dinikmati melalui gardu pandang yang terdapat di tepian. Hati -hati bila niak gardu pandang supaya tidak terjatuh arena jurangnya lumayan dalam,ya.



di bawah tebing watu mabur
Lokasi dan Akses
Lokasinya di dusun Lemahabang, desa Mangunan, kecamatan Dlingo,kabupaten Bantul, DIY. Menurutku aksesnya agak tricky kalau dilalui mobil MPV. Bisa,sih pakai kendaraan jenis MPV tapi kesian bannya. Saat ke sana kami sedang menyewa jeep jadi kegunjang gunjang hebat tapi anti selip dan gak ada drama,bamper mobil nyusruk jalan bebatuan yang menanjak. Tapi kalau motor jelas malah lebih murah,ya. Kalau mau sewa jeep wisata di sana bisa lihat kontaknya yang saya tulis di Seribu Batu SonggiLangit.






Tiket
Jika ingin berkemping di area ini ,kita cukup membayar rp10.000/ orang . Saya tidak menemukan info penyewaaan tenda dan lain sebagainya. Mungkin nanti ke depannya akan ada seiring kian ramainya destinasi wisata alam murah ini. Kalau kita datang hanya untuk berfoto,menurut info yang saya dapat, kita hanya diminta membayar seikhlasnya yang dananya tersebut digunakan untuk pengelolaan atau pemeliharaan . Saya lihat memang belum sempurna pengelolaan di area yang cukup luas ini.

Fasilitas
Toilet dan tempat sholat tersedia ,hanya saja lokasinya cukup jauh dari spot-spot foto . Arena parkir lumayan luas. Beberapa warung sudah ada di lokasi. Semoga kedepannya fasilitas kian bagus,ya supaya kian maju destinasi wisata alam di Bantul ini dengan demikian perekonomian warga sekitar ikut terangkat.















Sabtu, 29 Desember 2018

Illusion Trick Art


Bismillahirrahmanirrahiim…
Para pengusaha di bidang pariwisata memang harus jeli,ya. Tempat wisata yang sekiranya cocok dengan karakter kaum milenial pun ramai-ramai dihadirkan. Salah satunya wahana 3D atau 4 D. Bayangkan di kawasan wisata Kota Tua ajah sampai ada 2 wahana serupa (meski tak sama ). Itu artinya pengusaha pariwisata paham betul kebutuhan kaum milenial akan tempat wisata yang unik, berbeda dari biasanya,dan terpenting bisa jadi tempat bagi kaum milenial untuk melampiaskan hasrat berfoto ria.



Tempo hari saya sudah mengulas Magic Art 3D Museum ,kini akan mengulas wahana sejenis yang bernama Illusion Trick Art yang lokasinya berdekatan sekali dengan Magic Art 3D Museum.
Wah,makin rame ya kawasan wisata Kota Tua dan pastinya makin kekinian, tidak hanya museum saja,ya.

Di Illusian Trick Art menyediakan 33 gambar 3D dan 4D tapi bukan dilukis secara manual tapi merupakan karya digital printing. Memang kurang artistik,sih tapi lumayan lah kalau buat selfi bagi pecinta selfi. Gambar-gambar tersebut dikelompokan sesuai tema. Tema-tema gambar tersebut adalah binatang,olahraga, kartun, superhero,alam,dan lain sebagainya.



Menurut saya lokasinya kurang strategis karena kurang terlihat oleh khalayak. Hanya x banner dan spanduk saja yang yang menginformasikan bahwa di lantai 2 ada wahana 3D. Seandainya di lantai bawah,mungkin akan banyak orang tahu.



















Lokasi dan Akses
Wahana yang dikelola oleh PT Pawiro Makmur Sentosa ini berlokasi di lantai 2 kantor pos Kota Tua. Tepatnya di depan Museum Fatahillah. Alamat tepatnya di kecamatann Tamansari,Jakarta Barat. Karena lokasinya di kota maka aksesnya pun mudah, bisa dijangkau dengan banyak moda transportasi seperti kereta api, angkutan umum,bus, dan lain-lain. Bila membawa kendaraan sendiri, bisa parkir di Museum Bank Indonesia. Kami juga melakukan hal demikian sekalian ke masjid untuk sholat .

Tiket
Tiket terhitung lebih murah yaitu hanya Rp25.000/ orang bila di hari biasa. Anak di bawah 5 tahun gratis. Usia 5 tahun ke atas dikenai tarif normal. Bila hari libur atau akhir pekan tarifnya menjadi rp30.000/ orang. Mungkin karena jumlah spot untuk berfoto juga hanya 33 buah maka tarifnya lebih murah daripada di Magic Art 3D Museum. Wahana 3D yang terbagi dalam beberapa ruangan ini buka mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00 . 



Fasilitas
Karena ini di kantor pos maka fasilitas pun menggunakan fasilitas di kantor pos,seperti toilet dan mushola. Hanya saja , di kawasan Museum Fatahillah ini memang agak repot untuk urusan parkir jadi tidak ada lapangan parkir di lokasi. Kita bisa parkir di Museum Bank Indonesia , Stasiun Kota Tua atau Museum bank Mandiri. Kalau dulu, kita bisa parkir di pinggir jalan di samping Museum Fatahillah namun sekarang dilarang. Lebih enak dengan kendaraan umum jadi tidak ruwet mencari tempat parkir hehe.



Selamat piknik yaa































Jumat, 28 Desember 2018

Explore Yogyakarta Part 5 : Bukit Panguk Kediwung


Bismillahirrahmanirrahiim


Lanjut lagi ya review destinasi wisata alam di wilayah Mangunan, Dlingo, kabupaten Bantul, DIY . Kami lagi gak beruntung karena ketika berkunjung sedang hujan. Dari Kebun Buah Mangunan tidak dapat kabut tebal, ke Bukit Panguk tidak dapat kabut dan sunrise juga. Malangnya nasib kami. Mendung dan hujan ,bagaimana bisa dapat sunrise hehe. Jadi ya sudahlah,sedapatnya. Ini juga sudah indah ,Masya Allah. Terpenting dari wisata alam adalah kita bisa bertafakur, bisa merenungi ayat kauniyah Allah yang maha hebat. Bukan sekedar foto foto Ya kaaan? Tapi kalau dapat kabut tebal dan sunrise tentu lebih indah lagi,ya. Ya memang rezeki kami dapatnya vie tanpa kabut dan sunrise ya disyukuri saja.



Jadi Bukit Panguk ini memang sesuai namanya yaitu sebuah bukit ( ya iyalah) yang ditanami pohon jati ,yang saat ini ulat daun jatinya sedang merajalela ,hiii ! Ditepian bukit terdapat berbagai bentuk gardu pandang. Di bawah bukit terdapat sungai Oya. Di sekeliling bukit adalah Pegunungan Sewu atau Pegunungan Seribu. Faedah dari gardu pandang tersebut adalah untuk memandang hehe. Maksudnya untuk mengamati kabut tebal dan sunrise . Nha gardu- gardu pandang itulah spot untuk foto yang viewnya surga banget bagi pecinta foto. Ketika kabul tebal datang dan kita berfoto di gardu pandang maka kita seperti sedang terbang di atas awan.

Lokasi dan Akses
Lokasi Bukit Panguk ini berada di dukuh Kediwung, desa Mangunan, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, DIY. Lebih jelasnya manfaatkan google map atau waze hehe. Aksesnya relatif sama dengan destinasi wisata alam lain di kawasan Mangunan, meski berkelok, naik turun tapi relatif bisa dijangkau dengan kendaraan yang biasa, bukan kendaraan khusus offroad misalnya.

Tiket
Harga tiket destinasi wisata yang dikelola masyarakat sekitar ini hanya Rp2500/ orang. Parkir kendaraan mobil hanya Rp5000/ mobil. Itulah salah satu enaknya di Yogyakarta, uang 2500 ajah udah bisa buat piknik hehe. Ya memang hanya hutan tapi,kan viewnya indah sekali asal timingnya tepat gak sebanding dengan harga tiket masuknya. Oh,ya, di Bukit Panguk ini ada tarif memotret tiap spot yaitu Rp3000/ spot untuk 1 orang.

Fasilitas
Sama dengan destinasi wisata sekitar, keberadaan toilet, warung ,dan mushola juga bisa kita temui di sini. Saat sampai sana hujan, ibu tukang warung pun tak keberatan kita berteduh meski kita tau diri maka kita memesan makanan juga . Ya orang Yogyakarta,kan memang ramah-ramah,ya. Misalnya kita bertanya sesuatu pun, aura mereka itu senang hati menjawabnya.

Semoga lain kali dikasih kesempatan untuk melihat kabut dan sunrise di sana ya.




gardu pandang bentuk istana. saat gerimis










Kamis, 27 Desember 2018

Magic Art 3D Museum Jakarta


Bismillahirrahmaanirrahiim

Ada tempat piknik baru ,nih di Jakarta. Lokasinya masih satu kawasan dengan kawasan wisata kota tua ,lho. Jadi kalian yang ada agenda piknik ke sekitar kota tua bisa mampir. Benar-benar baru,lho sampai ownernya pun ikut melayani, mungkin karena masih kurang ya karyawan yang direkrut. Selain itu belum terlalu ramai jadi bisa lebih asyik menikmatinya.





Magic Art 3D Museum namanya. Lumayan susah ya melafalkannya bagi lidah Indonesia hehe. Jadi Museum yang terdiri 2 lantai ini berisi lukisan – lukisan ilusi 3 dimensi. Karena 3 dimensi maka seolah - olah lukisannya hidup . Konon, lukisan -lukisan di dalam museum yang berjumlah sekitar 90 lukisan ini dilukis oleh orang Indonesia dan korea selama 3 bulan. Kita bisa berfoto di lukisan- lukisan tersebut dan hasilnya seperti nyata,misalnya berfoto di lukisan ikan yang membuka mulutnya maka kita seperti sedang dalam mulut ikan. Untuk lebih jelasnya ,amati saja foto foto yang saya post ya. Tenang ajah, ada panduannya gayanya kok bila ingin berfoto yang bagus. Panduannya berupa contoh foto yang ditempel di lantai . Hal tersebut sekaligus sebagai tanda tempat berpijak ketika memotret karena ada tanda 2 telapak kaki. Begitu memasuki ruangan pun,petugas juga akan menjelaskan bagaimana bergaya dan mengambil fotonya. Bila dirasa gaya kita kurang bagus atau kurang pas, petugas pun akan membantu mengarahkan bahkan mengambilkan fotonya .

Museum yang penampakannya tidak seperti museum pada umumnya tersebut membagi jenis lukisannya menjadi beberapa zona. Ada zona satwa, berarti lukisannya berupa binatang , zona laut berarti lukisannya berupa makhluk-makhluk yang ada di laut,seprti kerang. Ada juga zona horor yang memang horor. Zona lukisan pun ada ,yang mana  isinya lukisan- lukisan  yang dimodif sedemikian rupa hingga tampak lucu dan unik. Selain lukisan ilusi 3 dimensi, terdapat juga mirror waze, kursi ilusi, dan ruang sulap (lupa namanya) Hati – hati ya di mirror waze karena kita akan lelah mencari jalan keluar hehe. Kursi ilusi ini unik sekali,lho...sulit dijelaskan hehe. Saya sertakan fotonya ,ya 

Lokasi dan Akses
Museum yang mengharuskan pengunjung melepas alas kaki ini berlokasi di Gedung Kerta Niaga 1, Unit GF & L1, Jl. Kali Besar Tim. No.9, RT.3/RW.6, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110 . Kalau kalian pernah ke museum Fatahillah maka letaknya ada di samping sebelah kiri atau sejajarann dengan museum wayang. Ada banyak petugas di sekitar jadi langsung tanyakan saja.
Untuk aksesnya mudah ya, bisa kereta api dan turun di stasiun Kota Tua, bisa angkot, bisa bajaj, bisa ojek online, taksi online, kendaraan pribadi pun tentu bisa. Di Jakarta ,sih apa saja bisa ya hehe.

Tiket
Harga tiket sepertinya masih promo karena masih terhitung murah untuk tempat piknik yang mengandalkan spot foto seperti itu. Di hari biasa, untuk dewasa rp60.000/ orang, pelajar di bawahh 22 tahun Rp40.000/ orang, anak-anak di bawah 10 tahun rp 20.000/ orang, di bawah usia 4 tahun gratis. Untu hari libur dan weekend beda lagi,ya. Saya sertakan saja fotonya ,ya.
















Tarif





Fasilitas
fasilitasnya belum lengkap karena saya belum melihat ada toilet, mushola, dan fasilitas standar lain yang biasa terdapat di tempat wisata. Bisa jadi juga toilet dan mushola menyatu dengan tempat wisata lain.
















Instagramable
Kekinian dan instagramable banget,lho. Check it out







salah satu bagian mirror waze

kursi ilusi