Member Of

KEB

Rabu, 10 Januari 2018

Explore Tangerang 2 : Tebing Koja


Bismillahirrahmaanirrahiim

Nha sekarang kita di destinasi wisata alam (meski tidak alami) yang kedua di kabupaten tangerang. Letaknya tidak begitu jauh dari Telaga Biru Cigaru/DanauCisoka. Tebing Koja atau disebut juga Kandang Godzila memang instagramable banget meski sangat disayangkan ada spot spot yang banyak sampah bekas snack dan minuman hingga mengganggu pemandangan banget. Gak habis pikir sama orang orang jorok nan tidak bertanggung jawab ini, sudah dikasih tempat wisata, tempat selfi yang murah meriah eh buang sampah ajah sembarangan. Memang,sih di sana minim sekali tempat sampah atau bahkan tidak ada tapi,kan bisa di masukan kantong lalu dibuang ketika bertemu tempat sampah. Ketiadaan tempat sampah mungkin juga karena tempat wisata yang selalu rame untuk sesi pemotretan ini masih dikelola oleh masyarakat setempat atau malah secara pribadi. Semoga semakin hari semakin dikelola dengan baik,kebersihan dan keamanannya terjaga tapi pastinya akan jadi mahal ya hehe.

Tebing Koja merupakan bekas tambang pasir . Masyarakat sekitar ,dahulu melakukan aktivitas menambang pasir di lokasi ini. Aktivitas tersebut menyisakan tebing tebing yang tidak beraturan di sana sini namun justru di situlah daya tariknya. Apalagi di bawahnya ada cekungan cekungan yang menampung air hujan lalu di sekitar cekungan tumbuh berbagai rumput. Pokoknya bagi penggila selfi,tempat ini rekomen so hard,deh.


Lokasi dan Akses
Tebing yang pas dinikmati keindahannya di pagi dan sore hari ini terletak di kampung Koja, kelurahan Cikuya,kecamatan Solear, kabupaten Tangerang . Di google maps bisa dicari dengan nama Tebing Koja Kandang Godzila. Dari jalan Cisoka raya,sih tidak begitu jauh meski lokasinya di dalam perkampungan. Kalau dari Jakarta atau Depok, untuk menuju ke Tebing Koja lebih baik bukan dengan kendaraan umum karena malah akan memakan waktu dan biaya. Misalnya naik kereta api, kita harus naik angkot lagi beberapa kali sepertinya. Lebih baik menggunakan motor atau taxi online saja . Dari Depok,sih jaraknya sekitar 100 km.

Tiket
Tiket masuknya  memang terbilang murah karena memang minim fasilitas,ya. Memasuki wilayah Tebing Koja kita akan dimintai Rp5000 oleh sekelompok orang yang bertugas menjaga. Kemudian kita akan diarahkan untuk parkir di sebuah halaman rumah bagi yang membawa mobil,parkir motor tidak jauh dari parkir mobil namun lebih mendekat ke arah Tebing. Untuk parkir mobil ini tarifnya Rp10.000 dibayar diawal. Dari tempat parkir kita hanya butuh berjalan beberapa puluh meter untuk sampai di depan pintu masuk yang bertarif Rp2000/ orang . Untuk anak-anak tidak dikenakan tarif. Jadi Tebing Koja ini ada 2 tarif. Tarif masuk Rp2000/ orang itu untuk bagian depan saja. Bila ingin masuk ke bagian dalam ,sebuah celah tebing terdapat penjaga,saat itu penjaganya anak kecil yang akan meminta pembayaran Rp5000/orang dan anak kecil tidak dikenakan tarif. Karena ini pengelolaannya belum profesional maka sempat saya dengar serombongan ABG menawar tarif masuk hehe. Untuk bagian tebing yang bertarif Rp5000/orang memang lebih asyik,sih dan sepertinya kalau hujan,di bawahnya akan tergenang air jadi mirip danau. Karena sekarang jarang hujan,maka airnya sedikit dan kotor. Sayangnya banyak sampah bekas snack dan minuman di sekitarnya. Pengunjung ada yang tidak bisa menjaga kebersihan dan penjaga kebersihan pun minim atau bahkan tidak ada. Sayang sekali,ya.

Fasilitas
Untuk pengelolaan yang kurang profesional ,mungkin karena dikelola pribadi atau warga setempat , tarif yang murah,wajar ya fasilitasnya minim. Saat itu saya tidak melihat adanya toilet yang dibangun khusus untuk pengunjung. Mungkin toilet ada di warung warung di sekitar Tebing. Jadi harap dipersiapkan sedemikian bila ingin berkunjung ke tempat wisata yang minim fasilitas, ya. Keamanan juga minim pastinya.

Kalau warung yang menyediakan snack dan minuman ada beberapa di sekitar tebing. Disediakan pula tempat untuk makan berupa meja kursi seadanya. Jadi di sini kita tidak bisa piknik,menggelar tikar,menikmati bekal piknik layaknya di taman,ya. Kami makan bekal kami di dalam mobil hehe.

Tapi meski seperti yang saya ceritakan di atas, Tebing Koja pasti jauh lebih prospek banget kalau dibenahi,dikelola secara baik dan profesional meski konsekuensinya tarif masuknya akan lebih mahal . Semoga kedepannya Tebing Koja bisa dikelola dengan baik sehingga benar benar jadi destinasi wisata alam yang indah,aman,dan nyaman.





Senin, 08 Januari 2018

Explore Tangerang 1 : Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka

Bismillahirrahmanirrahiim

Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka



Di kabupaten Tangerang ada tempat wisata alam yang sedang ngehits dan intagramable meski bukan wisata alam alami,melainkan buatan manusia. .Awalnya melihat info ini di Facebook lalu melanjutkan pencarian di google, ternyata memang bagus sekali terlepas dari segala kekurangannya ,ya. Antusias sekali mengunjunginya karena sepertinya reviewable untuk di blog . Saya yakin belum banyak orang tahu meski tinggal di Jadebotabek,Tangerang khususnya. Saya ulas satu satu secara terpisah,ya supaya tidak keliatan panjang jadi orang gak malas baca hehe.

1. Telaga Biru Cigaru /Danau Cisoka
Bagi yang hobi selfi atau aktif di instagram, Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka sangat cocok untuk mengambil foto. Airnya biru dan jernih diapit tebing tebing tinggi dilengkapi perahu atau getek yang menyediakan properti untuk selfi.

Telaga biru Cigaru atau Danau Cisoka ini merupakan bekas galian pasir jadi bukan merupakan wisata alam yang alami ,ya. Bekas galian pasir membentuk cekungan dengan genangan air berwarna biru. Setidaknya ada 3 cekungan . Saat saya ke sana ada ssatu cekungan yang yang airnya tidak berwarna biru,meliankan hijau ,air dua cekungan lainnya berwarna biru dan jernih. Ikan yang berenang di dasarnya bisa terlihat. Ternyata airnya memang bisa berubah ubah warna,tergantung tingkat keasaman air.





Lokasi dan Akses
Telaga Biru Cigaru/Danau Cisoka terletak di desa Cigaru,kecamatan Cisoka, kabupaten Tangerang,provinsi Banten. Jika menggunakan google maps atau waze, ketik saja Telaga biru Cigaru nanti akan ditunjukan lokasinya.

Akses menuju kesana lebih baik menggunakan kendaraan pribadi,bisa motor atau mobil karena bila menggunakan kereta api kita turun di stasiun Tigaraksa dan untuk menuju lokasi masih terbilang jauh dan berganti beberapa kendaraan umum karena lokasinya memang di desa . Saran saya gunakan mobil, bisa taksi online,ya ,gak harus mobil pribadi atau motor saja, lebih cepat dan memangkas waktu serta biaya. Bila dari Depok atau Jakarta bisa melalui tol Jakarta Tangerang ,keluar di pintu tol Balaraja Barat .Selanjutnya ikuti saja petunjuk peta,ya.

Tiket
Saat ini untuk masuk ke Telaga Biru Cigaru/Danau Cisoka dikenakan tarif Rp15.000 untuk satu mobil jadi tidak dihitung per-orang,ya. Mungkin untuk motor Rp10.000/ motor. Sedangkan untuk parkir dikenakan lagi Rp10.000 untuk satu mobil. Bila ingin menggunakan fasilitas di sana,seperti perahu untuk selfi atau toilet, tentu tidak gratis,ya.






Fasilitas
Meski sedang berbenah namun fasilitas di kawasan wisata yang beroperasi mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 18.00 ini sudah terssedia . Toilet tersedia meski masih terbatas. Saat ke sana masih bersih karena memang belum lama dibuat. Semoga selanjutnya bersih terus ,ya. Pengunjungnya bisa menjaga kebersihan, penjaganya tidak enggak untuk membersihkan karena toilet ini tidak gratis, Rp2000/ orang. Warung – warung minuman dan snack hingga makan besar banyak berjejer di tepi danau. Mereka menyediakan semacam dipan untuk duduk pengunjung. Namun arena untuk menggelar tikar belum saya temui jadi bila membawa bekal,sebaiknya dimakan di mobil hehe.
Tersedia perahu/gethek yang ditarik dengan tali tambang dengan tarif Rp10.000/ orang untuk dewasa,anak anak Rp5000/orang. Di gethek atau perahu ini ,pengunjung dimanjakan untuk selfi dengan background danau biru yang diapit tebing, asalkan bisa ambil angel yang pas, tidak ada yang menyangka kalau Anda sedang di Tangerang hehe. Properti untuk selfi sudah disediakan,seperti topi pantai,bunga, hingga rangkaian bunga berbentuk hati yang saat ini sedang ngehits banget.

Di danau yang berwarna hijau juga disediakan perahu bebek yang biasa untuk anak anak. Danau yang airnya berwarna hijau ini memang tidak seindah yang berwarna biru jadi terlihat lebih sepi.

Sebaiknya mengunjunginya di sore hari sehingga tidak begitu panas karena bila pagi dan siang, terik matahari sangat terasa. Ketika saya ke sana memang pagi ,namun saat itu sedang mendung. Menurut informasi yang saya dapat bila siang hari sangat panas.

Semoga bermanfaat ya,selamat berkunjung,dan tetap jaga kebersihan,ya.








Minggu, 31 Desember 2017

Explore Jonggol Part 3 : Danau Rawa Gede

Bismillahirrahnirrahiim

Danau Rawa Gede ini menjadi bukti lagi bahwa kita gak boleh memandang sebelah mata terhadap kota Jonggol. Kali ini kita meneruskan explore obyek wisata alam di Jonggol. Oh ya bisa juga disebut telaga ya tapi saya memilih danau saja hehe. Setelah sebelumnya kita kemping di curug cipamingkis dan  Curug Ciherang. Saya memang berniat mengkhatamkan explore di kota Jonggol ini karena obyek wisata alamnya memang benar benar cantik,Masya Allah.

Danau selebar 1 ha ini terletak di desa Sirnajaya kecamatan Sukamakmur. Ternyata Sukamakmur ini wilayah kecamatan yang merupakan pemekaran dari kecamatan Jonggol. Namun sudah lekat,ya kalau danau yang indah luar biasa ini identuk dengan Jonggol. Apapun lah,yang pasti danau Rawa Gede layak direncanakan menjadi tujuan tempat wisata alam .Di Sukamakmur ini memang banyak sekali tempat wisata alam yang masih alamai,bahkan curug Cipamingkis dan curug Ciherang pun masuk wilayah Sukamakmur.


masuk dari tanda ini 
Akses
Akses menuju Rawa Gede tentu sama sulitnya dengan akses menuju cipamingkis dan ciherang karena jalurnya memang sama hehe. Untuk kondisi akses ya bisa di baca di link tersebut,ya. Hal yang perlu saya ulang, pastikan kendaraan dalam kondisi bagus,sebaiknya diservis terlebih dahulu sebelum dipakai untuk melintas di kawasan wisata alam di kecamatan Sukamantri ini. Skill driver juga harus mumpuni dan prefer laki laki,deh sepertinya. Kembali ke hal mengenai akses, jadi gerbang masuk danau rawa Gede ini terletak sebelum pertigaan Jonggol di mana kalau ke kanan ke curug Ciherang, ke kiri ke curug Cipamingkis. Tidak jauh sebelum dari pertigaan tersebut terdapat plang petunjuk di sebelah kanan yang berwarna hijau. Plang hijau ya ,bukan yang putih karena ada plang, pertama berwarna putih dengan tulisan merah, kedua plang hijau dengan tulisan putih. Masuklah dari plang berwarna hijau karena arah yang ditunjuk oleh plang putuh tersebut sangat tricky dan seperti untuk mobil biasa tidak bisa. Saya lihat motor pun tidak ada yang melintas. Kami sempat masuk akses tersebut tapi selain sepi juga jalannya gak memungkinkan. Untuk ada pencari rumput jadi saya bisa menggali informasi dari beliau.

jangan lewat petunjuk ini terutama bila
membawa
mobil
Setelah masuk dari plang berwarna hijau, aksesnya ternyata tricky juga karena jalan hanya muat 1 mobil dengan tanjakan dan kelokan yang menggunjang adrenalin. Beberapa kali bemper mobil harus membentur jalanan berbatu,sempit,menanjak ,dan berkelok. Terkadang ada jalan bercabang, lebih baik turun dan sempatkan bertanya ke penduduk sekitar karena tidak ada sinyal sehingga google map atau waze kita mati seperti gak berguna hehe. Jadi kalau wisata alam ke Jonggol ini memang tidak ada sinyal hp,ya.Operator manapun tidak bisa digunakan di sini jadi selesaikan urusan kita melalui handphone sebelum memasuki wilayah Jonggol. Warga sana bila ingin berkomunikasi harus turun ke bawah dulu.

Perjalanan menegangkan tersebut terbayar dengan keindahan yang disuguhkan oleh Danau Rawa Gede . Sebelum memasukinya,kita akan melewati pos penjagaan. Di pos tersebut kita harus membayar biaya masuk. Biaya mobil Rp10.000,00, biaya perorang Rp.10.000,00. Anak kecil seperti Haifa,free. Bila ingin kemping maka dikenakan biaya tambahan yaitu biaya sewa lahan untuk tenda Rp10.000,00 dan biaya perorang Rp7.000,00. Total saat itu 71.000 tapi kami hanya diminta membayar 70.000 . Harga yang sangat murah,ya.
saat sunrise
Fasilitas
Setelah memasuki pos pembayaran,kita akan diarahkan ke tempat parkir. Bila ingin kemping, parkir akan diarahkan ke dekat danau. Memang lahan parkirnya tidak terlalu luas,sih tetapi saat itu yang kemping hanya kami saja karena hari masih siang. Orang orang bila ingin kemping datangnya malam, kata petugas yang dengan ramah memberikan informasi yang kita minta. Benar saja,saat kami tidur tengah malam,datang beberapa orang yang hendak kemping.

Lokasi kemping ground ada di pinggir sekitar danau. Kita bisa memilih sendiri selama masih kosong. Saat itu kami memilih dekat pohon pinus, namun jadi terlalu jauh dengan MCK hehe. Soalnya saat itu datang siang dan panas jadi kami milih yang jauh dari keramaian dan agak adem. Kalau punya anak kecil,lebih baik memilih yang dekat MCK. MCK ini disediakan oleh warung warung di sekitar danau. MCK yang manusiawi letaknya di dekat parkiran atau warung yang dekat pintu keluar parkiran (paling ujung ) di warug satu lagi tidak ada WC jadi hanya bisa untuk BAK . Lokasinya pun menyatu dengan dapur dan tutupnya hanya kain spanduk yang kotor,kucel,dan bau . Jadi kayak toilet pribadi tapi boleh dipakai pengunjung.

Oh iya, pengelola tidak menyediakan sewa tenda ya jadi kita harus membawa sendiri atau menyewa di kota tempat kita tinggal.

Bila hanya ingin menikmati keindahkan danau, kita bisa berkeliling dengan jalan kaki atau dengan perahu motor. Kami juga menyewa perahu ketika menuju lokasi kemping karena barang kami banyak sekali. Menurut yang kami dengar,tarif naik perahu 50.000 tapi kami saat itu saya dikenakan 20.000 karena hanya menyeberang saja,tidak berkeliling.

perahu untuk keliling danau
Di pinggiran danau, ditanami bunga bunga yang saat itu sedang bermekaran. Saat kami di sana, air mancur di pinggir danau sedang dibangun, taman-taman baru sedang dibangun. Bila tamannya sudah jadi,pasti akan menambah keindahan danau. Danau luas bersih,dikelilingi taman bunga dan hutan,indah sekali pastinya. Terdapat taman berbentuk hati. Bila ingin berfoto di dalamnya dikenakan tarif 2000/ orang.

Add caption
Terdapat curug kecil di dekat danau. Menurutku itu terusan dari curug Cidulang yang bisa diakses melalui hutan di dekat danau. Tapi akses ke curug Cidulang melalui hutan rimbun ini begitu mengerikan, menanjak dan jalannya hanya setapak kecil,kanan kita tanaman rapat sekali jadi kami turun lagi ketika sudah menanjak hehe. Curug kecil ini sejak dan lumayan indah. Di bawahnya dibangun semacam kolam yang bila kita ingin mandi atau berenang dikenakan tarif 2000/orang.

Curug
Di sekitar danau Rawa Gede terdapat 2 curug yaitu curug Cibeureum dan Curug Cidulang. Curug Cidulang adalah curug yang gagal kami sambangi saat itu karena aksesnya yang seram. Menurut informasi yang saya dapat, Curug Cidulang bisa di akses melalu hutan yang di atas danau. Kami mencoba akses tersebut dan memutuskan untuk membatalkan karena kondisi jalannya yang hanya setapak kecil dengan kanan kiri rumput yang rapat. Akhirnya kami melalui jalur biasa namun tetap gagal ke curug Cidulang karena terlalu jauh. Kami memilih ke Curug Cibeureum yang lokasinya selain jauh juga aksesnya yang bikin nafas tersengal karena menanjak tapi jalurnya jalur biasa atau jalan utama yang dilewati warga jadi tidak horor,ya. Sebenarnya bisa membawa kendaraan meski harus berhenti beberapa ratus meter dari curug namun kalau mobil APV sayang bamper mobilnya karena kondisi jalan berbatu, menanjak ,dan berkelok jadi lebih baik jalan kaki. Tapi kalau membawa motor,bisa kok meski sama saja harus berhenti dan parkir beberapa ratus meter dari curug dan dilanjutkan dengan jalan kaki.

Curug ini sangat tinggi dan relatif masih sepi. Debit air kecil sekali bila tidak sering hujan. Saat kami ke sana debit air tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil hehe. Menurut informasi dari tukang parkir memang lebih besar curug Cidulang. Insya Allah next trip,ya . Di kecamatan Sukamakmur memang banyak sekali curug.

semoga bermanfaat. 






Kamis, 28 Desember 2017

Pantai Sambolo 1

Bismillahirrahmaanirrahiim,

pemandangan di tepi  jalan sepanjang kawasan pantai anyer
Meskipun ini bulan Desember yang merupakan saatnya musim penghujan dan cuaca ekstrem tetapi berlibur ke pantai masih menjadi pilihan banyak orang. Sebagai kawasan yang banyak pantai, kecamatan Anyer tentu sering kita jadikan pilihan ketika ingin melewatkan liburan di pantai. Selain indah, di Anyer kita disajikan banyak pilihan pantai. Mau yang berpasir putih atau berkarang, ada semua. Jumlah pastinya berapa pantai di kawasan Anyer belum tahu tapi yang pasti lebih dari 10.

Anyer merupakan sebuah kecamatan di Kota serang. Wilayah yang tidak jauh dari Jakarta dan sekitarnya maka banyak sekali pengunjung di pantai Anyer yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Kalau dari Jakarta atau dari Depok jaraknya hanya sekitar 160-200 km dengan jarak tempuh tanpa macet sekitar 2 s/d 2,5 jam. Tentu beda bila kondisinya macet,ya.


Pantai Sambolo 1 merupakan salah satu pantai yang berada di kawasan pantai Anyer yang banyak dikunjungi wisatawan lokal. Pasir di pantai ini putih agak kecoklatan. Secara umum memang gak jauh beda dengan pantai pasir putih lainnya di kawasan Anyer. Ombak pantainya memang gak besar tetapi harus tetap diwaspadai apalagi sering pasang tiba tiba meski belum sore. Maka di pintu masuk ada peringatan agar menggunakan pelampung bila ingin mandi di pantai.













Akses
Aksesnya terhitung mudah kalau dari Jakarta dan sekitarnya. Masuk tol arah merak saja hingga keluar di pintu tol Cilegon Timur. Dari pintu tol belok ke kiri,lurus saja nanti akan terlihat banyaknya penginapan atau hotel dan sepanjang jalan sebelah kanan akan di dapati pantai-pantai. Pantai Sambolo 1 letaknya setelah pantai Sambolo 2 kalau dari arah Jakarta. Gunakan google map atau waze untuk menjangkau lokasi,ya.

Tiket masuk
tiket masuk dikenakan per mobil 75.000. Berapa pun jumlah orang yang di dalam mobil tarif tetap sama. Tiket dibayarkan di pintu masuk. Ini hanya tiket masuk,ya bukan  tiket terusan jadi bila ingin memanfaatkan fasilitas seperti wahana permainan, kita harus membayar lagi.

Fasilitas
Seperti pada umumnya pantai – pantai di Anyer, fasilitas MCK,penyewaan alat pelampung hingga tempat makan semua tersedia. Menurut saya MCK-nya kurang terawat dan kurang bersih padahal dikenakan tarif 3000/ orang. MCK kotor dan tak terawat memang menjadi masalah khas destinasi wisata,ya. Mungkin pengelola berpikir kotor atau bersih toh pengunjung tetap membutuhkan.

Di tepian pantai Sambolo 1 terdapat saung saung yang mana bisa kita sewa dengan harga 80.000/ saung. Tidak ada batasan jam jadi bila kita seharian di pantai ,saung tersebut tetap bisa kita pakai. Kita bisa meletakan barang atau makanan di saung tersebut namun tetap hati hati ya dengan keamanan barang barang .

Banana boat atau berkeliling pantai dengan kapal dapat dilakukan di sini. Tarifnya memang lumayan yaitu 200.000. Untuk Banana boat berkapasitas 6 orang. Untuk naik perahu keliling pantai sepertinya sama. Sewa ban dan pelampung cukup fantastis yaitu 20.000/ orang maka kalau punya pelampung sendiri mendingan dibawa hehe.

Di sebelah pantai Sambolo 1 ,ada pantai Marbela, pantai Jambu ,dan lain lainnya. Kita bisa berjalan menyusuri pantai untuk sampai di pantai pantai tersebut tanpa harus keluar dulu. Namun berjalan di pantai,kan tidak bisa cepat dan melelahkan,ya hehe. Ditempuh dengan ATV pun memakan waktu lama apalagi berjalan kaki.

semoga informasinya bermanfaat,ya dan selamat berlibur. Oh ya satu hal yang diwaspadai adalah banyaknya pedagang yang dalam menawarkan dagangannya seperti memaksa, termasuk juga tukang pijit. Jadi siapkan mental,ya hehe. 



Jumat, 03 November 2017

Kisah Abu Hurairah dan Semangku Susu

http://arindya.me/salafus-shalih/
Membaca kisah salafussholih adalah memetik hikmah, menuai pelajaran tentang banyak hal,dan meningkatkan keimanan. Belajar banyak hal dengan mudah dan menyenangkan itu salah satunya dengan membaca kisah kisah salafusshalih.

Belajar tentang qanaah, kesabaran dalam kefakiran (tetap mempertahankan keimanan) ,keberkahan dalam rezeki bisa dari kisah Abu Hurairah RA. Salah satu manusia sangat cerdas yang pernah Allah ciptakan. Beliau memang akrab dengan kemiskinan namun beliau pula salah satu sahabat yang paling banyak merawikan hadist meski kebersamaan beliau dengan Rasulullah SAW hanya 4 tahun . Ingatannya tentang haidst begitu kuat . Hal ini dikarenakan beliau pernah berdoa kepada Allah mengenai ilmu yang tak akan dilupakan lalu di-amin-kan oleh Rasulullah SAW.

http://www.nu.or.id
Lelaki yang mempunyai kucing yang sangat dicintainya ini pernah kejang-kejang saking laparnya hingga disangka ia mempunyai penyakit ayan. Kisah episode hidupnya yang berkaitan dengan kelaparan ini banyak sekali ,salah satunya yang terkenal adalah kisah semangkuk susu.

Suatu hari Abu Hurairah RA merasa sangat lapar hingga beliau mengganjal perutnya dengan batu lalu duduk di pinggir jalan. Sahabat Abu Bakar RA melintas di jalan tersebut. Abu Hurairah RA memberhentikannya untuk menanyakan suatu ayat. Abu Hurairah RA mengharap agar selain menjawab pertanyaannya, Abu Bakar RA juga mengajaknya ke rumah untuk menjamunya. Namun Abu Bakar RA hanya menjawab saja tanpa mengajaknya ke rumah. Beliu terduduk kembali di pinggir jalan menanti seorang sahabat yang mungkin akan melintas di jalan tersebut. Tak lama berselang, sahabat Umar bin Khatab RA melintas. Betapa senangnya Abu Hurairah RA karena beliau punya kesempatan untuk bertanya. Beliau bertanya tentang suatu ayat. Namun ,seperti sahabat Abu Bakar RA ,Umar RA hanya menjawab saja tanpa mengajaknya ke rumahnya. Beliau kembali duduk di pinggir jalan sambil menahan kelaparan yang luar biasa. Beberapa saat kemudian,Rasulullah SAW melintas dan mengetahu bahwa Abu Hurairah RA tampak begitu lapar. Rasulullah SAW kemudian mengajaknya ke rumahnya. Betapa senangnya hati lelaki yang bernama Abdurahman ini.

http://www.ebookanak.com/
Sesampai di kediaman Rasulullah SAW , Rasulullah SAW menadapati semangkuk susu. Ternyata seseorang mengirim hadiah semangkuk susu tersebut sebagai hadiah kepada Rasulullah SAW. Abu Hurairah RA yang kelaparannya kian menjadi malah diminta Rasulullah SAW untuk memanggil kaum suffah agar menikmati susu tersebut. Terbersit rasa kecewa di hati Abu Hurairah SAW namun beliau sangat patuh dengan perintah Rasulullah SAW maka dilaksanakan pula apa yang diperintahkan Rasulullah SAW. Puluhan kaum suffah yang diundang Rasulullah SAW pun berdatangan. Rasulullah SAW memerintahkan Abu Hurairah RA agar mengedarkan semangkuk susu tersebut ke kaum suffah agar mereka meminumnya hingga kenyang. Abu Hurairah RA sedikit bingung,semangkuk susu buat puluhan orang? Tapi kebingungannya terkalahkan dengan perintah Rasulullah SAW maka beliau laksanakan perintah tersebut. Orang pertama dari kaum suffah meminum susu tersebut hingga kenyang, lalu orang kedua, ketiga,dan seterusnya hingga semua kaum suffah merasa kenyang dengan meminum susu tersebut. Mereka pun berpamitan pulang hingga hanya ada Rasulullah SAW dan Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW memerintahkan agar meminum sisa susu di mangkuk namun Abu Hurairah RA menolak. Beliau ingin Rasulullah SAW lebih dahulu yang meminumnya namun Rasulullah SAW memerintahkan Abu Hurairah RA agar lebih dulu minum. Abu Hurairah RA meminumnya seteguk lalu meletakkan di meja dan mempersilahkan Rasulullah SAW untuk bergantian meminumnya. Namun lagi lagi Rasulullah SAW menolak dan meminta Abu Hurairah RA agar terus meminumnya hingga merasa kenyang. Setelah Abu Hurairah RA merasa kenyang, Rasulullah SAW meminum sisa susu tersebut.

http://jart-gallery.blogspot.co.id
Masya Allah, kisah yang tidak masuk akal ya,mana mungkin semangkuk susu bisa cukup untuk banyak orang seperti pada kisah di atas,ya? Itulah yang disebut keberkahan. Keberkahan versi di zaman Rasulullah SAW sangat ektrem ya ‘penampakannya’, begitu kasat mata ketidaklogisannya. Tapi logika manusia hanyalah remahan bila dibanding dengan kuasaaan dan ilmu Allah SWT. Kalau keberkahan yang kita alamai saat ini ya mungkin seperti ini, gaji tidak seberapa tapi cukup saja buat memenuhi kebutuhan hidup padahal secara matematis tidak mungkin cukup.


Semoga kita bisa mengambil banyak hikamah dari sepenggal episode kehidupan sahabat Abu Hurairah RA. ​

Selasa, 24 Oktober 2017

Akhir Hidup Sang Pembenci

Bismillahirahmaanirrahiim
sumber foto: youtube
Paman Rasulullah SAW 
Seorang pembenci Rasulullah saw dan dakwahnya selamanya akan dihinakan sebagaimana Abu Lahab yang bahkan kehinaannya diabadikan dalam sebuah surat di Al Qur’an. Pelajaran berharga dalam sebuah surat pendek yang anak TK saja mungkin mudah menghafalnya. Namun saat ini ,dimana kran informasi yang berkaitan dengan ilmu agama islam kian deras, justru makin bermunculan para pembenci Islam dari berbagai kalangan, bahkan dari kaum muslimin sendiri. . Sejak Rasulullah SAW memulai dakwahnya, Abu Lahab lah orang yang  frontal membenci, menyakiti,dan menghasut penduduk Mekah agar ikut membenci Rasulullah saw dan dakwahnya. Padahal ketika Rasulullah SAW lahir, Abu Lahab seorang  paman yang paling bahagia hingga demi merayakan lahirnya keponakan baru,ia memerdekakan budak dan menyembelih onta. Namun, semua terbalik ketika Rasulullah SAW memulai dakwahnya. Hubungan darah yang terjalin antara Rasulullah SAW dan Abu Lahap tidak menjadikan kebencian itu sedikit menyurut atau hubungan sebagai besan tidak meninggalkann sedikit rasa enggan dan hormat kepada Rasulullah SAW bahkan Abu Lahap memerintahkan anaknya agar menceraikan anak Rasulullah SAW .

sumber foto :google (ebook anak)
Kebenciannya kepada Rasulullah SAW dan dakwah dimanifestasikan dengan perbuatan yang tiada hentinya menyakiti Rasudia lullah SAW. Menghina, mencaci maki,meletakan kotoran di pintu rumah, bahkan salah satu anaknya sangat berani meludahi Rasulullah SAW ketika memulangkan istrinya kepada Rasulullah SAW (insya allah akan ditulis di judul yang berbeda ) Bukan Abu Lahap seorang yang membencinya namun juga istrinya, Ummu Jamil. Wanita yang sudah dinash masuk neraka ini seringkali membawa kayu kayu berduri yang diikat di lehernya , kemudian diletakan di jalanan yang dilalui Rasulullah SAW agar beliau terluka. Namanya bagus namun hatinya tidak karena dia juga mengadu domba atau memanasi pihak lain agar membenci Rasulullah SAW . Kelak di neraka jahanam ,dia akan diikat dengan tali . Naudzubillah min dzalik.



Namanya Abadi di Alquran
Namanya diabadikan di Alquran ,dibaca oleh muslim seluruh dunia namun sayangnya diabadikan sebagai orang yang sudah dinash masuk neraka karena kebenciannya kepada Islam. Menurut beberapa kisah yang saya baca, suatu hari Rasulullah SAW menyeru kepada penduduk Mekah (berdasarkan wahyu Allah ) atau memperkenalkan agama Islam di bukit Safa. Rasulullah SAW sudah dikenal berperilaku santun dan jujur sejak kecil,sejak sebelum menjadi nabi maka ketika mengatakan sesuatu ,penduduk Mekah mempercayainya. Begitulah yang terjadi di bukit Safa, banyak penduduk Mekah yang akhirnya mengikuti dan mendukung beliau namun tidak demikian dengan Abu Lahab. Dia sangat marah namun Rasulullah SAW tetap tenang dan diam melihat kemarahan Abu Lahab tersebut. Sejak saat itu genderang perang terbuka seperti ditabuh, permusuhan antara Rasulullah SAW dan kafir Quraisy makin terang terangan. Atas dasar peristiwa bukit Safa tersebut, Allah menurunkan QS Allahab.
Abu lahab manusia celaka,mengetahui turunnya firman Allah tersebut, bukan bertobat malah menantang Allah. Dia akan menebus adzab Allah dengan harta dan anak anaknya. Ummu Jamil ,setelah mengetahui turunnya surat tersebut juga marah luar biasa. Dia membawa batu dan menuju rumah Rasulullah SAW. Saat itu Rasulullah saw tengah duduk dengan Abu Bakar RA. Ummu Jamil membentak Abu bakar, “dimana Muhammad?!” tentu saja Abu Bakar RA bingung kenapa menanyakan Muhammad sedangkan dia sedang duduk bersamanya.
“Ummu Jamil, apa kau hanya melihatku,tidak melihat Muhammad?”
Ummu Jamil merasa diolok olok,dia pun marah dengan Abu Bakar RA.



Kematian yang Mengenaskan


sumber foto : google.


Qorun,Fir’aun yang sombongnya level maksimal pada akhirnya mati dengan mengenaskan dan ternyata Abu Lahab pun bernasib sama. Saat itu pasca perang Badar yang dimenangkan oleh kaum muslimin. Mendapat kabar dari Abu Sofyan mengenai kekalahan kaumnya ,Abu Lahab marah besar. Abu Sofyan menceritakan adanya pasukan berkuda putih di antara langit dan bumi hingga kafir quraisy kewalahan menghadapinya. Saat iIparnya ,ummu Fadl yang selama ini menyembunyikan keislamanya bersuka cita namun tetap tidak ekspresif. Sebaliknya budak beliau, Abu Rafi’ bersorak gembira, ‘Demi Allah itu para malaikat!” . Mendengar hal itu Abu Lahap marah . Dia memukul budak istri Abbas bin Abdul Muthalib,RA tersebut. Ummu Fadl sangat marah budaknya diperlakukan dengan seperti itu. Dia mengambil tiang lalu memukul kepala Abu Lahab. Abu Lahab bersimbah darah.


Bekas pukulan tersebut meninggalkan luka yang dalam hingga menembus otak. Kian hari kian parah lukanya. Abu lahab akhirnya bak zombie yang berbau busuk. Tidak ada yang berani mendekat apalagi merawatnya. Anak – anak yang tadinya akan dia gunakan untuk menebus adzab Allah malah pergi meninggalkannya sendirian,begitu juga dengan istrinya. Dalam kesakitan yang parah,dia sendirian. Dia manusia yang Allah sudah tutup pintu hidayah untuknya sejak surat Al lahab diturunkan akhirnya menemui ajal dengan terhina. Kehinaannya tidak cukup sampai di situ karena tidak ada yang mau menguburkan mayatnya bahkan keluarganya sendiri. Bau busuk kian menyengat dan mengganggu. Masyarakat Mekah tidak tahan dengan bau tidak sedap tersebut maka dengan kayu,mayat Abu Lahab didorong dorong keluar ke sebuah lahan lalu dilempari dengan batu yang banyak sekali hingga mayatnya tertutup rapat dengan batu tersebut. Sanggat terhina sekali,mayat seorang pembesar Quraisy, paman nabi namun diperlakukan seperti itu. Itulah ganjaran bagi pembenci risalah suci, penghina Rasulullah SAW, pencaci dakwah. Semoga kita bisa mengambil pelajaran penting dari kisah Ini,.

Sabtu, 09 September 2017

Family Camp : Sukamantri Camping Ground

Bismillahiraahmaanirrahiim

Akhirnya kita family camp lagi setelah sekian lama tidak melakukan kegiatan yang seru banget ini. Kami memang sukanya yang berbau bau alam,seperti hutan atau laut. Menghindari bepergian yang lebih banyak mengajarkan hedonisme,seperti ke mol. Sekali kali tentu boleh asalkan jangan dijadikan hobi kalau ngemol mah soalnya apa apa mahal kalau di mol,bikin dompet gak sehat :P





Tujuan kali ini ke area perkemahan Sukamantri, Bogor. Area perkemahan yang masuk dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) ini menawarkan area yang luas sekali. Jadi jika mempunyai acara,misalnya gathering satu sekolah, satu organisasi,dan lain sebagainya,tempatnya memadai. Buat mengadakan acara outbnd atau sekedar beramah tamah juga lumayan rekomen,deh .



Akses
Lokasi bumi perkemahan yang konon berada di ketinggian 850 mdpl ini tidak terlalu jauh dari Depok. Kulihat di waze cuman 52 km atau 60-an km lah ya . Rutenya juga mudah ,lewat tol jagorawi keluar di bogor lalu ciapus ,Sukamantri. Lebih mudahnya tentu pakai google map, ketik ajah ‘campgrounds Sukamantri’ lebih mudah,deh. Itu kalau kendaraan pribadi ya. Kalau kendaraan umum, lebih rekomen pakai kereta api sampai Bogor lalu lanjut sewa angkautan kota,begini menurut informasi yang kudapat.
Meski dekat tapi kurang lebih 4 atau 5 km sebelum area perkemahan, jalannya berbatu
besar dan menanjak. Jadi tidak disarankan menggunakan mobil jenis sedan atau mobil yang ceper ceper gitu,deh. Kulihat beberapa motor matic yang berboncengan, terpaksa menurunkan penumpangnya. Penumpangnya jalan kaki karena mungkin gak kuat ya. Mobil saya berkali kali bunyi jedag jedug , perut seperti dikocok kocok karena gunjangan yang hebat padahal kecepatan paling gak nyampai 10 km/ jam . Kalau mobil 4 x 4 ,land rover gituh cocok ya. Kanan kiri jalan berbatu dan menanjak adalah hutan pinus atau padang rumput yang luas. Banyak truk pengangkut batu dan pasir lalu lalang karena ternyata ada sungai yang diambil batu dan pasirnya jadi hatii hati ya. Mendingan membiarkan truk truk itu jalan terlebih dulu,deh menurut saya daripada kita di depannya.



Tiket masuk

saat itu kami ber-6 karena dengan 2 teman danu dikenakan biaya 20.000/ orang dan parkir kendaraan menginap 15,000. kalau tidak menginap lebih murah lagi. Menurut informasi yang saya baca, di sana menyediakan penyewaan tenda juga namun harganya saya tidak tahu. Tapi menurut saya harganya standar dan biasanya dibantu dipasangkan. Kalau mai saat itu membawa tenda sendiri,nyewa juga sih di toko outdoor langganan.




Fasilitas

untuk fasilitas dapat nilai 80 lah ya kalau range-nya 1-100, ada kamar mandi yang gak jorok, ada mushola juga. Hanya saja, saat ini musim kemarau jadi air tampungan dari sumber mata air guung hanya sedikit yang mengalir. Warung warung juga ada. Menjual kopi dan sebangsanya juga keperlua kemping,seperti kayu untuk api unggun, 25.000 sudah termasuk jasaU menyalakan .




Curug
sebenarnya di skeitar lokasi bumi perkemahan yang dikelilingin pohon pinus ini ada curug. Menurut informasi yang didapat ada 2 curug,salah satunya curug Surya Kencana yang jaraknya kurang lebih 1 km namun saat musim kemarau seperti ini curug pada kering,mungkin ada airnya cuman debit airnya kecil. Yah gak asyik,kan sudah jalan jauh tapi gak dapat curug yang indah. Oh ya curug kesukaan kami hehe. Jadi saat itu kami gak pergi ke curug.


Monyet
Di area bumi perkemahan terdapat banyak monyet jadi hati hati meletakkan barang barang terutama makanan. Dan diantara mereka ada monyet yang galak jadi tetap jaga jarak dengan mereka ,jangan SKSD hehe. Saya memvideokan monyet yang sedang mencuri makanan di tenda tetangga. Lucu sih


Semoga postingan ini bermanfaat dan jaga kebersihan di tempat kemping,ya.