Member Of

KEB

Minggu, 21 Januari 2018

Explore Jonggol Part 4 : Villa Khayangan

Bismillahirrahmanirrahiim

Satu lagi destinasi wisata alam di kabupaten Bogor yang bagus banget. Villa Khayangan. Saya lebih senang menyebutnya di Jonggol karena memang itu yang terkenal. Sebenarnya letaknya di kecamatan Sukamakmur namun orang lebih sering menyebutnya Jonggol karena Sukamakmur memang sebuah kecamatan pemekaran dari kecamatan Jonggol. Kalau disebut Villa Khayangan Sukamakmur ,sepertinya kurang pas hehe,lebih enak disebut Jonggol.

Namun ini foto fotonya kurang maksimal,ya. Selain padat pengunjung ,juga kondisinya hujan jadi repot sekali mau ambil foto hehe. 

camping ground
Lokasi dan Akses
Villa yang berhawa sejuk ini letaknya ya sekitaran curug cipamingkis,curugciherang, dan danau rawa gede, tepatnya di kecamatan Sukamakmur tapi orang lebih terbiasa menyebut Jonggol jadi memang satu kawasan,ya. Di pertigaan Jonggol/ Sukamakmur,ke kanan ke Ciherang,ke kiri ke Cipamingkis, nha letak Villa khayangan ini di bawah sebelah kiri dari pertigaan tersebut. Jadi jalan masuknya, dari pertigaan tersebut ke kiri kira – kira 200 atau 300 m . FasilitasBeberapa puluh meter sebelum pertigaan pun bila kita mengok ke sebelah kiri bawah,sudah terlihat letak Villa Khayangan jadi tinggal menuju ke pintu masuknya. Bisa menggunakan google map atau bila sudah sampai di pertigaan,bisa menanyakan ke warga sekitar,di mana pintu masuk Villa Khayangan.

salah satu spot untuk foto : bingkau raksasa
Aksesnya tentu sama dengan yang pernah saya tulis di Curug Cipamingkis dan Curug Ciherang serta danau Rawa Gede . Sekali lagi,pastikan mobil dalam kondisi fit, driver mempunyai skill yang memadai. Biasanya laki laki ya,kalau perempuan kurang cocok di jalur Jonggol. Bagi yang belum terbiasa di jalan berkelok dan menanjak,siapkan obat anti mabuk atau plastik muntah. Oh ya lokasinya hanya bisa dijangkau kendaraan pribadi ya. Untuk kendaraan umum sangatlah jauh.

Fasilitas
Hara tiket masuk ke tempat wisata yang sedang ngehits ini Rp 15.000/ orang untuk weekday (senin-Jumat) dan Rp 30.000/ orang untuk weekend atau hari libur. Anak anak tidak dikenakan biaya tapi mengenai anak anak tanpa biaya ini resmi atau tidak saya tidak tahu tapi yang pasti untuk anak sebesar Haifa tidak dikenakan tarif saat itu. Untuk parkir mobil di area villa saya kurang tahu karena waktu itu saya parkir di luar area villa dengan tarif Rp20.000/ mobil


 saya harganya cukup murah karena fasilitasnya lumayan bagus, seperti
- kolam renang dengan air pegunungan asli yang alami dan dingin
- WC / kamar ganti yang saat ke sana lumayan bersih. Semoga bersih seterusnya
- Spot untuk foto yang banya, keren dan instagrambale banget. Pokoknya untuk pecinta selfi ,cocok banget.
- Taman bermain untuk anak
- Tempat santai,seperti terdapat ayunan, meja meja untuk nongki nongki
- cafe
- Mushola meski terlalu sempit
- Parkiran yang luas

taman anak
Nha fasilitas tersebut bisa kita gunakan tanpa harus membayar lagi. Spot untuk foto yang ngehits saat ini adalah background berbentuk hati dengan bunga bunga, saya tidak tau apa disebutnya. Ada bingkai foto raksasa, Perahu,dll dll. Belum lagi di sekeliling Villa yang merupakan pegunungan dan persawahan. Pokoknya pemandanganya oke banget. Di luar,sebelum masuk villa ada 2 spot foto favorit karena selalu ramai, kita bisa berfoto di tempat ketinggian dengan asesoris seperti sayap dan satu lagi mengesankan seperti outbond. Dua spot foto ini bisa dipakai tanpa harus membayar lagi,cukup menunjukkan tiket yang sudah dibeli. Awalnya ,saya pikir harus membeli tiket lagi namun saya memberanikan diri untk bertanya,apakah perlu membayar lagi? Petugasnya menjawab, cukup pakai tiket masuk yang tadi sudah dibeli.

salah satu sudut kolam renang dengan spot untuk foto 
Fasilitas berbayar pun ada ,yaitu villa dan tenda untuk kemping di lokasi camping ground. Harga sewa villa variatif,mulai dari Rp1000.000/ malam dan untuk sewa tenda di lokasi camping ground Rp500.000/ malam,bisa untuk 6 orang. Untuk camping ground terhitung murah,sih menurut saya. Kalian bisa rombongan dengan teman teman atau sekeluarga. Sewa tendanya ini sudah jadi,ya jadi kita tinggal menempati saja. 





area pertanian dan pegunungan mengelilingi kawasan villa.Indah
Oh ya, karena tempat ini sedang ngehits jadi weekend sangat dipadati pengunjung. Usahakan berangkat pagi pagi sekali jadi ketika sampai di sana masih sepi dan bisa mendapat parkir di dekat Villa. Waktu itu saya kesiangan karena harus kajian dahulu, sampai sana susah sekali untuk parkir dan kendaraan macet saking susahnya untuk parkir. Akhirnya parkir jauh dari Villa, agak mendekat ke Cipamingkis. Akibat kesiangan tersebut,kami kurang bisa menikmati keindahannya,untuk memfoto pun susah karena banyak orang lalu lalu maka hanya seperti di atas foto fotonya. 


Ini daftar harga sewa villa dan tenda di Villa khayangan, ada nomor kontak yang bisa dihubungi. Silahkan disimpan ,akan berguna bila sewaktu waktu membutuhkan. Oh ya,di sana tidak ada sinyal hp,ya. 


Rabu, 10 Januari 2018

Explore Tangerang 2 : Tebing Koja


Bismillahirrahmaanirrahiim

Nha sekarang kita di destinasi wisata alam (meski tidak alami) yang kedua di kabupaten tangerang. Letaknya tidak begitu jauh dari Telaga Biru Cigaru/DanauCisoka. Tebing Koja atau disebut juga Kandang Godzila memang instagramable banget meski sangat disayangkan ada spot spot yang banyak sampah bekas snack dan minuman hingga mengganggu pemandangan banget. Gak habis pikir sama orang orang jorok nan tidak bertanggung jawab ini, sudah dikasih tempat wisata, tempat selfi yang murah meriah eh buang sampah ajah sembarangan. Memang,sih di sana minim sekali tempat sampah atau bahkan tidak ada tapi,kan bisa di masukan kantong lalu dibuang ketika bertemu tempat sampah. Ketiadaan tempat sampah mungkin juga karena tempat wisata yang selalu rame untuk sesi pemotretan ini masih dikelola oleh masyarakat setempat atau malah secara pribadi. Semoga semakin hari semakin dikelola dengan baik,kebersihan dan keamanannya terjaga tapi pastinya akan jadi mahal ya hehe.

Tebing Koja merupakan bekas tambang pasir . Masyarakat sekitar ,dahulu melakukan aktivitas menambang pasir di lokasi ini. Aktivitas tersebut menyisakan tebing tebing yang tidak beraturan di sana sini namun justru di situlah daya tariknya. Apalagi di bawahnya ada cekungan cekungan yang menampung air hujan lalu di sekitar cekungan tumbuh berbagai rumput. Pokoknya bagi penggila selfi,tempat ini rekomen so hard,deh.


Lokasi dan Akses
Tebing yang pas dinikmati keindahannya di pagi dan sore hari ini terletak di kampung Koja, kelurahan Cikuya,kecamatan Solear, kabupaten Tangerang . Di google maps bisa dicari dengan nama Tebing Koja Kandang Godzila. Dari jalan Cisoka raya,sih tidak begitu jauh meski lokasinya di dalam perkampungan. Kalau dari Jakarta atau Depok, untuk menuju ke Tebing Koja lebih baik bukan dengan kendaraan umum karena malah akan memakan waktu dan biaya. Misalnya naik kereta api, kita harus naik angkot lagi beberapa kali sepertinya. Lebih baik menggunakan motor atau taxi online saja . Dari Depok,sih jaraknya sekitar 100 km.

Tiket
Tiket masuknya  memang terbilang murah karena memang minim fasilitas,ya. Memasuki wilayah Tebing Koja kita akan dimintai Rp5000 oleh sekelompok orang yang bertugas menjaga. Kemudian kita akan diarahkan untuk parkir di sebuah halaman rumah bagi yang membawa mobil,parkir motor tidak jauh dari parkir mobil namun lebih mendekat ke arah Tebing. Untuk parkir mobil ini tarifnya Rp10.000 dibayar diawal. Dari tempat parkir kita hanya butuh berjalan beberapa puluh meter untuk sampai di depan pintu masuk yang bertarif Rp2000/ orang . Untuk anak-anak tidak dikenakan tarif. Jadi Tebing Koja ini ada 2 tarif. Tarif masuk Rp2000/ orang itu untuk bagian depan saja. Bila ingin masuk ke bagian dalam ,sebuah celah tebing terdapat penjaga,saat itu penjaganya anak kecil yang akan meminta pembayaran Rp5000/orang dan anak kecil tidak dikenakan tarif. Karena ini pengelolaannya belum profesional maka sempat saya dengar serombongan ABG menawar tarif masuk hehe. Untuk bagian tebing yang bertarif Rp5000/orang memang lebih asyik,sih dan sepertinya kalau hujan,di bawahnya akan tergenang air jadi mirip danau. Karena sekarang jarang hujan,maka airnya sedikit dan kotor. Sayangnya banyak sampah bekas snack dan minuman di sekitarnya. Pengunjung ada yang tidak bisa menjaga kebersihan dan penjaga kebersihan pun minim atau bahkan tidak ada. Sayang sekali,ya.

Fasilitas
Untuk pengelolaan yang kurang profesional ,mungkin karena dikelola pribadi atau warga setempat , tarif yang murah,wajar ya fasilitasnya minim. Saat itu saya tidak melihat adanya toilet yang dibangun khusus untuk pengunjung. Mungkin toilet ada di warung warung di sekitar Tebing. Jadi harap dipersiapkan sedemikian bila ingin berkunjung ke tempat wisata yang minim fasilitas, ya. Keamanan juga minim pastinya.

Kalau warung yang menyediakan snack dan minuman ada beberapa di sekitar tebing. Disediakan pula tempat untuk makan berupa meja kursi seadanya. Jadi di sini kita tidak bisa piknik,menggelar tikar,menikmati bekal piknik layaknya di taman,ya. Kami makan bekal kami di dalam mobil hehe.

Tapi meski seperti yang saya ceritakan di atas, Tebing Koja pasti jauh lebih prospek banget kalau dibenahi,dikelola secara baik dan profesional meski konsekuensinya tarif masuknya akan lebih mahal . Semoga kedepannya Tebing Koja bisa dikelola dengan baik sehingga benar benar jadi destinasi wisata alam yang indah,aman,dan nyaman.





Senin, 08 Januari 2018

Explore Tangerang 1 : Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka

Bismillahirrahmanirrahiim

Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka



Di kabupaten Tangerang ada tempat wisata alam yang sedang ngehits dan intagramable meski bukan wisata alam alami,melainkan buatan manusia. .Awalnya melihat info ini di Facebook lalu melanjutkan pencarian di google, ternyata memang bagus sekali terlepas dari segala kekurangannya ,ya. Antusias sekali mengunjunginya karena sepertinya reviewable untuk di blog . Saya yakin belum banyak orang tahu meski tinggal di Jadebotabek,Tangerang khususnya. Saya ulas satu satu secara terpisah,ya supaya tidak keliatan panjang jadi orang gak malas baca hehe.

1. Telaga Biru Cigaru /Danau Cisoka
Bagi yang hobi selfi atau aktif di instagram, Telaga Biru Cigaru/ Danau Cisoka sangat cocok untuk mengambil foto. Airnya biru dan jernih diapit tebing tebing tinggi dilengkapi perahu atau getek yang menyediakan properti untuk selfi.

Telaga biru Cigaru atau Danau Cisoka ini merupakan bekas galian pasir jadi bukan merupakan wisata alam yang alami ,ya. Bekas galian pasir membentuk cekungan dengan genangan air berwarna biru. Setidaknya ada 3 cekungan . Saat saya ke sana ada ssatu cekungan yang yang airnya tidak berwarna biru,meliankan hijau ,air dua cekungan lainnya berwarna biru dan jernih. Ikan yang berenang di dasarnya bisa terlihat. Ternyata airnya memang bisa berubah ubah warna,tergantung tingkat keasaman air.





Lokasi dan Akses
Telaga Biru Cigaru/Danau Cisoka terletak di desa Cigaru,kecamatan Cisoka, kabupaten Tangerang,provinsi Banten. Jika menggunakan google maps atau waze, ketik saja Telaga biru Cigaru nanti akan ditunjukan lokasinya.

Akses menuju kesana lebih baik menggunakan kendaraan pribadi,bisa motor atau mobil karena bila menggunakan kereta api kita turun di stasiun Tigaraksa dan untuk menuju lokasi masih terbilang jauh dan berganti beberapa kendaraan umum karena lokasinya memang di desa . Saran saya gunakan mobil, bisa taksi online,ya ,gak harus mobil pribadi atau motor saja, lebih cepat dan memangkas waktu serta biaya. Bila dari Depok atau Jakarta bisa melalui tol Jakarta Tangerang ,keluar di pintu tol Balaraja Barat .Selanjutnya ikuti saja petunjuk peta,ya.

Tiket
Saat ini untuk masuk ke Telaga Biru Cigaru/Danau Cisoka dikenakan tarif Rp15.000 untuk satu mobil jadi tidak dihitung per-orang,ya. Mungkin untuk motor Rp10.000/ motor. Sedangkan untuk parkir dikenakan lagi Rp10.000 untuk satu mobil. Bila ingin menggunakan fasilitas di sana,seperti perahu untuk selfi atau toilet, tentu tidak gratis,ya.






Fasilitas
Meski sedang berbenah namun fasilitas di kawasan wisata yang beroperasi mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 18.00 ini sudah terssedia . Toilet tersedia meski masih terbatas. Saat ke sana masih bersih karena memang belum lama dibuat. Semoga selanjutnya bersih terus ,ya. Pengunjungnya bisa menjaga kebersihan, penjaganya tidak enggak untuk membersihkan karena toilet ini tidak gratis, Rp2000/ orang. Warung – warung minuman dan snack hingga makan besar banyak berjejer di tepi danau. Mereka menyediakan semacam dipan untuk duduk pengunjung. Namun arena untuk menggelar tikar belum saya temui jadi bila membawa bekal,sebaiknya dimakan di mobil hehe.
Tersedia perahu/gethek yang ditarik dengan tali tambang dengan tarif Rp10.000/ orang untuk dewasa,anak anak Rp5000/orang. Di gethek atau perahu ini ,pengunjung dimanjakan untuk selfi dengan background danau biru yang diapit tebing, asalkan bisa ambil angel yang pas, tidak ada yang menyangka kalau Anda sedang di Tangerang hehe. Properti untuk selfi sudah disediakan,seperti topi pantai,bunga, hingga rangkaian bunga berbentuk hati yang saat ini sedang ngehits banget.

Di danau yang berwarna hijau juga disediakan perahu bebek yang biasa untuk anak anak. Danau yang airnya berwarna hijau ini memang tidak seindah yang berwarna biru jadi terlihat lebih sepi.

Sebaiknya mengunjunginya di sore hari sehingga tidak begitu panas karena bila pagi dan siang, terik matahari sangat terasa. Ketika saya ke sana memang pagi ,namun saat itu sedang mendung. Menurut informasi yang saya dapat bila siang hari sangat panas.

Semoga bermanfaat ya,selamat berkunjung,dan tetap jaga kebersihan,ya.