Senin, 18 Maret 2013

Wisata Edukasi Part 4 : Museum Indonesia



Bismillahirrahmaanirrahiim
Masih tentang wisata edukasi dengan harga terjangkau .Kali ini saya akan menulis tentang Museum Indonesia (MI) yang terletak di dalam kawasan TMII. Menurutku,ini museum yang bagus. Tampak terawat dan berasa banget ke_indonesia-annya. benermdeh,anak-anak harus sering diajak ke museum supaya bertambah wawasannya dan mengenal sejarah. Dan Museum Indonesia menjadi salah satu museum yang menurutku recommanded. Simak,yuk ah!
Bangunan bagian belakang museum



Pertama,kita harus masuk ke kawasan TMII dengan membayar tiket masuk 9000/orang, di luar tiket masuk kendaraan ,ya. MI terletak tidak jauh dari bagunan yang sering digunakan untuk menyelenggarakan berbagai acara,seperti pernikahan,pergelaran budaya,dll. Sasono apa gitu :p atau dari pintu masuk TMII,ikuti jalan aja dan baca petunjuk ke arah Museum Indonesia. Kalau bingungmtanya saja petugasnya di loket pintu masuk :D.

Waktu itu kami masuknya dari pintu belakang hehe. ACDC,deh . Bisa masuk dari pintu depan ataupun pintu belakang. Dari depan,sudah tampaksekali aroma Indonesianya. Bangunan MI mengadopsi cerita Ramayana,pantesan kayak bangunan candi-candi gitu. Kental banget budaya Hindu-nya. Kita harus membeli tiket seharga 10.000/orang bila ingin masuk. Waktu itu Danu dan Haifa tidak dikenai biaya alias free. Di depan pintu masuk agak samping kiri terdapat batang bawah beserta akar pohon jati yang besaaaar banget.

Ramayana banget




Pintu masuk ke ruangan museum














MI terbagi atas 3 lantai. Antara lantai satu dan yang lainnya berbeda-beda temanya. Mendingan saya tulis lantai perlantai ya biar jelas.

Lantai 1


Lantai 1 diberi judul Bhineka Tunggal Ika, artinya? Tau,kan? berbeda-beda tetapi tetap satu yaitu negara Indonesia,yeach! Nha di lantai satu ini terdapat bermacam kekayaan budaya bangsa Indonesia. Unik-unik dan serta merta akan membuat kita kagum. Ada pakaian adat yang diperagakan oleh manekin. Manekinnya berkarakter beda-beda,misalnya kalau manekin yang memperagakan baju jawa maka ia manis dan tampak lemah lembut. Selain pakainan adat juga terdapat pakaian pengantin masing-masing daerah, ih lucu-lucu,deh. Lalu alat musik dari berbagai daerah seperti angklung,gamelan Bali, dan seterusnya. Dan tak ketinggalan wayang. Wayang kulit, wayang golek, hingga wayang orang ada. Tentunya wayang orangnya berupa manekin ,ya ,bukan orang beneran. Cape kali kalo orang beneran harus bergaya kayak gatotkaca atau hanoman terus menerus hehe.


Pakaian pengantin adat
Gamelan Bali dan depannya pertunjukan wayang kulit (patung tapi)
Wayang Kulit
Wayang Orang (hanoman)




Gatot Kaca



Lantai 2
Manusia dan Lingkungan, artinya berisi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia sehari-hari.




Lantai 2 terbagi atas bagian barat dan bagian timur. Bagian timur menyimpan koleksi yang berupa kebendaan,seperti senjata tradisional, alat transportasi,rumah adat, alat dapur,dan lain sebagainya. Sedangkan bagian barat,megoleksi hal-hal yang berhubungan dengan kayakinan seperti upara-upcara adat. Semua disajikan dalam bentuk diorama dan dilengkapi dengan foto. Kita lihat saja yuk fotonya. O iya, ini saya lupa menyetting kamera untuk memotret di museum jadi hasil fotonya enggak banget,deh





                                                         Alat transportasi zaman dulu


                                                                 Upacara 7 bulan



                                                          Upacara pemberian datuk



                                                                     Upcara turun tanah





Lantai 3


Lantai 3 merupakan puncak dari seluruh pameran di museum ini. Di sini dipamerkan benda-benda hasil karya cipta bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan  ,seperti batik,tenun, mata uang, senjata tradisional, seni ukir, kerajinan gerabah,dan lain sebagainya. Di tengah-tengah ruangan ada Tree of Life atau pohon kehidupan atau pohon hayat. Pohon ini terbuat dari tembaga dengan tinggi 8 meter dan berdiameter 4 meter. Pohon Hayat ini merupakan lambang alam semesta yang mengandung 4 unsur yaitu  udara, air, angin, tanah, dan api.

Pohon Hayat 



Batik





                                                         Kerajinan tangan dari bahan kuningan


                                                                                 










                              Keris







Minggu, 17 Maret 2013

Wisata Edukasi Part 3 : Taman Burung



Bismillahirrahmaanirrahiim
Ketemu lagiii, kali ini masih soal wisata edukasi yang murah meriah di kawasan TMII yaitu Taman Burung.
Yuhuuu...di Taman Burung TMII inilah terdapat 312 jenis burung yang berjumlah ribuan ekor. Maka Taman Burung ini disebut sebagai Taman Burung terlemgkap di Indonesia. Bukan hanya burung asli Indonesia,lho tetapi ada beberapa jenis burung dari luar negeri. Untuk lengkapnya kita ulas lebih detil lagi yuk tempat wisata edukasi yang menyenangkan ini.






Untuk menuju ke Taman Burung, kita harus masuk terlabih dahulu ke kawasan TMII karena Taman Burung ini terletak di dalam kawasan TMII hehe. Tepatnya di area belakang, gitu. Harga tiket masuk TMII hanya 9000/orang. Nha ikuti saja petunjuk ke arah Taman Burung yang selalu dipenuhi pengunjung ini. Parkir kendaraan kita tepat di depan taman. Lalu ,kalau mau duduk untuk sarapan dulu ,kita bisa gelar tiker lesehan di teras dekat parkir. Tidak jauh dari tempat parkir ada loket yang menjual tiket ke Taman Burung. Hraga tiketnya 15.000/orang. Anak-anak akan dikenai harga yang sama jika sudah berusia 3 tahun ke atas. Begitu masuk,kita akan disambut burung-burung jinak,seperti elang dan burung kakak tua. Kita dapat berfoto dengan mereka dengan membayar 5000.

Pintu masuk TMII. Suka ada promosi produk,lho dan kita dapat produk tersebut secara gratis. Seperti cokelat M&M

Foto Dengan Burung Jinak,5000


Burung Kakak Tua melaksanakan perintah pawang yaitu salim dengan Haifa. 


Gyaa fotonya gak fokus. Lupa nyetting auto saja soalnya yang motoin orang lain. Kalo ini di bagian atas,masih di kubah barat. 5000 juga.

Taman Burung terdiri dari Kubah Barat dan Kubah Timur. Kenapa disebut kubah? karena burung-burung di Taman Burung ditempatkan di sebuah kurungan berbentuk kubah yang sangaaaat besaaaar.  Ada 9 kubah yang berfungsi sebagai sangkar burung raksasa. Tinggi kubah mencapai 9-30m. Kalau diamater kubah mulai dari 20-68m. Whaa..besar banget,kan? Ya mungkin agar burung leluasa bergerak sehingga tidak tampak seperti dalam sangkar. Begitu masuk ke kawasan taman maka kita akan bertemu kubah barat. Di depan pintu masuk kubah ada area berbentuk persegi panjang dan rasa basah,ternyata itu cairan desinfektan dan kita harus menginjaknya. Tenang saja enggak akan berbasah-basah ria kayak kebanjiran,lha wong cuman nempel di bagian bawah sandal atau sepatu kita aja. Ya mungkin untuk jaga-jaga agar tidak terkena virus flu burung. O iya, di dalam kubah kita juga dilarang untuk makan atau minum.  Di kubah barat akan ditemui burung-burung yang terdapat di bagian Indonesia sebelah barat seperti perkutut, burung hantu, dan lain-lain. *lupa :p*Ketika menyusuri kubah barat nanti akan ada petunjuk menju Goa. Ikuti saja karena di tengah-tengah goa terdapat kantin hihihi. Itu saja? enggak dong. Ada kolam ikan dengan angsa dan bebek yang berenang di  kolam. Di sini nih tempat yang disukai anak-anak,termasuk Haifa karena anak-anak dapat memberi makan ikan. Makanan ikan dapat dibeli di kantin yang tidak jauh dari kolam. harga perbungkusnya 3000 saja. Ikannya gede-gedee banget. Iyalah soalnya tiap pengunjung memberi makan.

Wajib diinjak supaya kita terhindar dari mara bahaya ya hehe

Menurutmu kenapa? takut diminta burung?takut nyampah mengingat rakyat Indonesia banyak yang kurang sadar lingkungan?atau agar jangan tertular virus-virus yang biasa ditularkan oleh burung?

Tetep ini mah


Goa


Terdapat kolam di dalam goa


Harga 3000

Ada bebek dan juga angsa di kolam ikan. Kenapa angsa ini selalu berdua,ya?

Memberi makan ikan sangat disukai anak-anak,terutama haifa.


Lalu kita akan ketemu kubah timur. Isinya burung-burung dari Indonesia bagian timur seperti kakatua, elang bondol, dll. Beberapa burung,sih menurutku sama dengan burung di bagian barat. Entahlah,aku kurang mengerti dunia perburungan.


Burung Kakak Tua Jambul Kuning,penghuni kubah timur tapi aku juga melihatnya dikubah barat



Selain burung, terdapat juga tanaman-tanaman yang sudah jarang kutemui di sini yaitu pohon asem,pohin salam, dan belimbing wuluh hehe.




Di Taman burung ini sering dijadikan tempat lomba yang berhubungan dengan burung lalu temnpat anak-anak mengenal dunia burung sampai dijadikan tempat penelitian bagi mahasiswa. Terdapat museum burung yang menjelaskan burung-burung langka,dan lain sebagainya tetapi saya tidak masuk ke museum.

Di pintu keluar, disediakan tempat cuci tangan dengan sabun meskipun kadang sabunnya habis enggak diganti :p grup keronjong akan kita temui begitu kita sampai di pintu keluar . Jangan lupa sawerannya hehe.


Biar terhindar dari virus yang mungkin dibawa burung kali yaa



Grup musik keronjong 

O iya, ini ,lho sedikit dari banyak burung-burung koleksi taman Burung





Burung elang yang belum jinak

Burung Hantu jinak



Dan masih banyak jenis burung lainnya,. Datang sendiri aja,ya hehe. Sampai jumpa di tulisanku berikutnya. Merdeka!






Kamis, 14 Maret 2013

Bawang Merah dan Bawang Putih

Bismillahirrahmaanirrahiim



Semalam aku ke pasar besar untuk berbelanja bumbu dan sayuran. Meskipun musim hujan sedikit demi sedikit mulai menjauh tetapi harga bumbu dan syuran tetap tinggi dan bahkan ada yang naik berkali-kali lipat. Apalagi kalau bukan bawang merah bawang putih yang sedang jadi trending topic di mana pun, di depan tulang sayur, di pasar, dan di jejaring sosial.

Sepanjang sejarah saya menjadi tukang belanja, harga bawang merah bawang putih saat ini memang tertinggi. Harga pertanggal 14 Maret 2013 di Pasar Kemiri Depok adalah 70.000/kg untuk bawang putih dan 60.000/kg untuk bawang merah. Mungkin di pasar kecil lebih mahal 2000 untuk tiap kilonya. Kenapa bisa semahal ini,menurut yang saya baca ada beberapa sebab :
- Musim hujan. Musim hujan adalah musim yang tidak tepat untuk menanam bawang.
- Dulu, masa panen bawang bebarengan dengan masuknya impor (kata petani) jadi harga turun maka petani bawang malas menanam bawang dan lebih memilih menanam padi. Tetapi menurut Sunarto yang merupakan Ketua Dewan Bawang Merah Nasional, Sunarto Atmo Taryono, di Desa Ender Kecamatan Pangenan Kab Cirebon,sampai saat ini kran impor bawang merah belum dibuka. Harusnya saat musim hujan, kran impor bawangnmerah harus dibuka karena petani bawang hanya bisa memenuhi 30 persen kebutuhan bawang merah di Indonesia. Lengkapnya baca di sini  Jawaban Kenapa Mengapa Harga Bawang Merah Meroket
- Pemerintah tidak mempunyai cold storage karena katanya enggak ada dana untuk membuatnya. Iya, giliran renovasi gedung DPR ada,ya? :p




Ya ,apapun itu, pemerintah harusnya bertanggung jawab. Kita,kan negara pertanian tetapi mungkin benar pameo : kita petani yang lupa cara menanam. Pemerintah kurang greget mendukung rakyatnya menjadi petani. Aku anak petani jadi tahu bahwa menjadi petani di negeri ini tidak 'keren' dalam arti tidak sejahtera padahal hasil panen sangat dibutuhkan masyarakat kebanyakkan. Kontradiktif,kan? Kenaikan harga yang tinggi ini lagi-lagi mengorbankan rakyat jelata  dan menurutku petani bawang juga enggak untung-untung amat dengan kenaikan ini. Kalo saya, memilih tidak mengeluh karena mengeluhkan harga bawang,dan lainnya enggak akan membuat harganya turun,malah kita yang sutris. Sudahlah jalani aja sambil berdoa semoga masih diberi kemamuan untuk membeli.