Member Of

KEB

Jumat, 26 Agustus 2016

Museum Fauna Indonesia dan Taman Reptil

Bismillahirrahmanirrahim



Benar juga ya,kalau Pak Harto disebut sebagai Bapak pembangunan karena banyak sekali sarana dan prasarana umum dibangun ketika Pak Harto menjabat sebagai presiden, salah satunya Museum Fauna Indonesia dan Taman Reptil ini.

Museum ini dibangun tahun 1975 dan diresmikan oleh presiden Soeharto di tahun 1978 . Dulu namanya Museum Fauna Indonesia atau kita biasanya menyebutnya Taman Komodo. Museum ini merupakan salah satu destinasi wisata edukasi di kawanan TMII. Museum dengan ruang pamer berbentuk hewan komodo ini adalah tempat yang bagus bagi para pelajar untuk menambah pengetahuan karena berkaitan sekali dengan pelajaran di sekolah. 

Sebelum dipugar di tahun 2015,museum ini bertema satwa Indonesia jadi segala jenis satwa dalam bentuk yang sudah diawetkan ada, ada mamalia, reptil ,hingga serangga. Nha setelah dipugar, menurut pengamatan saya ,taman atau museum ini hanya fokus ke dunia reptilia saja namun bukan lagi dalam bentuk awetan tetapi reptil yang masih hidup meski di ruang pamer ada beberapa hewan awetan .. Ada satu dua hewan awetan mamalia yang dipasang tapi hanya sebagai hiasan saja,bahkan saya melihat awetan rusa dan babi hutan sudah diletakan di belakang ruangan atau tidak dipajang lagi.

Letak museum ini agak jauh dari pintu masuk TMII, tepatnya terletak disebelah kiri jalan. Kita bisa memarkir kendaraan di depan museum yang bersebrangan dengan istana anak anak. Berangkat pagi adalah salah satu cara agar kita bisa menuju lokasi tanpa macet dan menapat tempat parkir yang tidak terlalu jauh.

Tiket masuk museum menurut saya agak mahal, 25.000/ orang tapi enaknya tidak dibatasi waktu jadi jika ingin melihat lihat sampai sore pun tidak mengapa. Tiket dibeli sebelum kita memasuki museum.

Memasuki area museum akan disambut oleh kolam kecil yang berisi kura-kura di samping gedung berbentuk komodo. Sebelah kiri gedung, beberapa biawak dan sejenisnya dipamerkan. Jika kita mengitari gedung berbentuk komodo tersebut maka berbagai hewan reptil yang masih hidup dapat disaksikan di kandang-kandang mereka, aneka jenis ular,cicak, kadal, biawak, komodo, bahkan buaya. Ada sebuah rungan yang agak gelap juga untuk memamerkan aneka reptil yang disebut Goa Reptil.

Jika sudah berkeliling area luar gedung, kita bisa memasukin ruang pamer yang berbentuk badan komodo. Di gedung ini diisi beberapa hewan awetan dan patung/miniatur hewan-hewan reptil yang dilengkapi informasi mengenai hewan-hewan tersebut. Bila diluar gedung kita melihat hewan asli maka di dalam gedung kita melihat dalam bentuk awetan atau patung miniatur lengkap dengan informasinya. Ruang pamer 2lantai dengan desain unik memiliki ruang audiotorium untuk menambah wawasan atau pengetahuan kita tentang reptilia. Sejarah berdirinya museum ini hingga dipugar di tahun 2015 juga bisa kita baca di ruangan tersebut.


Oh ya, kita juga bisa berfoto dengan hewan reptil, seperti ular di museum ini. Mengenai biayanya saya belum mendapat informasinya karena pada saat kami ke sana, sesi foto foto dengan ular belum dimulai.



Selamat berwisata edukasi!





1 komentar:

  1. Banyak reptil yang dipelihara di museum Fauna, Taman Reptil di Taman Mini

    BalasHapus