Sabtu, 19 Oktober 2013
Menepi ke Ruang Spiritualitas
Terkadang kita terlalu pongah berjalan di jalan kehidupan. Kepala begitu tegap seolah tidak bisa menunduk. Saat seperti itulah benih-benih ketidak baikan bersemi. Sombong,merasa paling benar,merasa paling bijak,dan sikap ataupun sifat tidak baik lainnya.
Manusia yang menyadari kemanusiaanya tentu ada saatnya merasa diri tidak benar dan ada saatnya merasa diri sudah benar. Manusiawi. Namun kemanusiawian kita sebagai manusia seringkali dijadikan legitimasi untuk tetap di jalan yang tidak lurus. Saat seperti itu nafsu mengalahkan nurani. Hati manusia yang masih ada fitrah kemanusiaan secara otomatis akan mengingatkan diri ketika berjalan menyimpang. Hati mengarahkan untuk selalu di jalan yang lurus maka di saat menyimpang, hati mengingatkan diri untuk menepi sejenak. Hati mengajak untuk menundukan diri. Mari sambut ajakan hati untuk menepi,mari menunduk sejenak. Menundukan diri berarti memberi kemampuan kepada manusia untuk memasuki sebuah ruang yang membuat manusia sepenuhnya sadar bahwa ia bukan apa-apa,bukan siapa-siapa. Ruang itu adalah ruang spiritualitas. Ruang yang sebenarnya ada pada setiap manusia.
Saat menepi, putar ulang rekaman segala polah kita. Nikmati rekaman itu di ruang spiritualitas. Sendiri,hanya kita dan pemilik kita. Hati yang mampu menempi dan memasuki ruang spiritualitas akan mampu membedakan mana rekaman yang baik dan mana rekaman yang buruk. Dengan demikian, kita mampu menilai diri,menimbang diri. Setelah berjalan sekian waktu, berapa kebaikan dan keburukan kita?
Semakin sering menepi semakin membuat jeli si navigator diri yaitu hati hingga teguran selalu akan dirasa ketika kesalahan dilakukan,sekecil apapun kesalahan itu. Ruang spiritualitas adalah ruang istirahat. Ruang istirahat yang hanya bisa dimasuki oleh manusia - manusia dengan kepala dan jiwa yang menunduk.
Mari menepi dan memasuki ruang spiritualitas kita. Sejenak saja.
Selasa, 01 Oktober 2013
Family Camp 3 : Bumi Perkemahan Mandala Wangi
Mandala Wangi merupakan sebuah bumi perkemahan atau camping
ground yang terletak di kaki gunung Gede Pangrango. Jadi merupakan bagian dari Taman
Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Lokasi bumi perkemahan yang selalu
ramai ini sangat berdekatan dengan Kebun raya Cibodas. Secara umumnya lokasi
sangat bagus,cenderung landai, aksesnya mudah maka banyak digunakan berbagai
lembaga atau organisasi untuk melakukan kegiatan.
| Lokasi bawah. |
Lokasi untuk kemping terbagi menjadi 3 yaitu bagian bawah
dekat sungai,lalu bagian atas dekat danau,dan terakhir dekat dengan hutan
pinus. Lokasi paling ramai yang dekat danau dan sungai. Sungainya sangat alami
dengan batu – batu besar yang disela-selanya mengalir air pegunungan yang
jernih dan dingin. Anak-anak pasti sangat betah bermain-main di sungai ini.
Kemudian di danau yang airnya sangat tenang,kita bisa menyewa perahu untuk
mengelilingi danau. Di tengah tengah danau terdapat pendopo Eyang Suryakencana.
Airnya yang jernih dan tenang menjadikanya seperti kaca hingga menjadi
pemandangan yang sangat indah. Lokasi kemping yang dekat dengan pohon pinus
cenderung sepi. Tetapi,ketika kami ke sana,lokasi tersebut sedang disewa oleh
sebuah universitas swasta di Jakarta. Sekitar 400 m dari lokasi kemping bagian
atas ada sebuah curug. Curug tersebut bernama Air Terjun Rawa Gede. Akse menuju
curug tersebut berupa sebuah jalan setapak yang kanan kirinya hutan lebat.
Hening,tenang namun kadang mengerikan hehe.
| Lokasi kemping bagian atas |
| Banyak terdapat sumber air alami |
| Sungai |
| Air terjun mini dekat hutan pinus |
| Air terjun Rawagede |
| Perahu yang disewakan |
Untuk fasilitas seperti MCk memang kurang,ya untuk sebuah
camping graund seluas itu. Tapi karena jarang yang mandi (akibat cuaca yang
dinginnya ekstrim banget) jadi untuk antri urusan MCk tidak begitu lama. O
iya,di lokasi pasrkir terdapat warung –warung jadi kalau kekurangan bekal
tinggal ke warung. Mereka juga menjual kayu untuk api unggun serta minyak
tanah.
Dari tempat parkir kendaraan hingga ke lokasi kemping bisa
ditempuh selama 10 menitan dengan jalan menanjak dan menurun .Tapi meski
begitu,jalannya mudah dilewatin,kok.
Untuk biaya, menurut saya relatif terjangkau. Pertama ,kita harus
membayar tiket masuk kawasan taman Cibodas yang hanya 3000/0rang dan biaya parkir 8000-10.000. Kedua,ketika
ingin kemping kita harus mendaftar dengan biaya 20.000/orang. Kita akan diminta
menyerahkan KTP untuk dicatat petugas,selanjutnya KTP dikembalikan. Di lokasi
kemping ini akan dikenakan biaya parkir kendaraan 10.000
| Jalan menanjak.Ini difoto pas turun hehe |
Jika kita tidak membawa tenda dari rumah maka bisa
menghubungi warung terdekat untuk menyewa tenda,sleeping bag,dan matras atau
lainnya. Saat itu kami menyewa kepada seorang bapak-bapak yang kami temui di dekat
lokasi parkir. Sewa tenda semalam 50.000-75.000. Waktu kami menyewa
tenda,sleeping bag satu,2 matras ,membeli 2 ikat kayu, dan menyewa satu obor
kecil serta terima beres alias tendah sudah didirikan,tinggal pakai saja kena
biaya 150.000. Intinya soal harga sewa menyewa tidak pasti,tergantung negosiasi
kita tapi range-nya ya seperti yang saya tulis di atas.
Untuk menjangkau lokasi yang terletak di desa
Cimacan,Pacet,Cianjur ini kita harus menuju puncak . Jadi kalau lewat
tol,pastikan menuju ke arah puncak,ya dan pastikan pula di jam-jam sepi agar
tidak terkena jadwal buka-tutup. Tapi kalau terpaksa kena jadwal buka-tutup ya
bisa minggir dulu hehe. Ikuti saja jalan ke puncak hingga ketemu plang besar di
sebuah pertigaan dengan spanduk Taman Bunga Cibodas atau taman Bunga Nasional
gunung Gede Pangrango dan ada tulisan 4km (kalau gak salah). Dekat pertigaan
ada alfamart Raya Cimacan lalu sebelah alfamart ada sebuah minimarket
bertuliskan arab tapi sayang,lupa namanya hehe. Ketika kami ke sana dan mencari
lewat google map agak susah karena belum ada yang ‘nandain’. Maka begitu sampai
di sana kita langsung nandain agar memudahkan
orang lain menuju ke sana. Bila dari arah Jakarta maka di pertigaan tadi
ke kanan mengikuti anak panah,4km kemudian akan ketemu pintu Selamat Datang. Setelah
membayar tiket kita bisa masuk lalu ikuti papan petunjuk atau bertanyalah
kepada petugas. Waktu itu kita sampai
lokasi pukul 11 malam jadi hanya membayar biaya kemping saja,tidak membayar
tiket masuk soalnya tidak ada petugasnya hehe.
Mengenai apa saja yang harus dibawa ketika kemping di
mandalawangi ini,secara umum sama saja dengan kemping di sini dan di. sini Jadi buka saja
link-nya,ya. Jika kemping bersama keluarga,libatkan anak-anak agar mereka bisa
belajar. Dan yang perlu diingat,jangan sampai membuang sampah sembarangan . Akhirnya
happy camping.
In
In
Jumat, 27 September 2013
Allah's Plans
Salah satu resolusi saya tahun ini adalah menerbitkan buku cerita anak dan novel teenlit. Baik cerita anak ataupun novel sudah mulai saya tulis maka optimis banget bakal bisa kelar. Namun, kenyataannya beda dengan yang direncanakan. Saya justru lebih banyak menulis buku resep. Buku resep dengan sistem jual putus. Karena saya salah satu penulis 'matre' dimana salah satu tujuan menulis untuk mendapatkan uang, maka tawaran pekerjaan menulis buku resep dengan sistem jual putus sangat saya minati. Apalagi hobi saya memang berkenaan dengan membuat makanan dan memotret makanan. Pembayaran sistem jual putus diberikan 1-2 bulan setelah naskah kita serahkan. Karena memang hobi membuat makanan dan memotret maka saya bisa cepat menyelesaikan pekerjaan itu. Sebulan,saya bisa mendapatkan fee dengan nomimal 2 juta koma sekian hingga 8 juta. Nilai yang sangat menggiurkan untuk penulis pemula dan sedang butuh duwit hahaha.
Tidak,saya tidak menyesali kenapa resolusi saya tidak terlaksana,malah hal yang tidak saya rencanakan terjadi,yaitu menulis buku resep. Saya ambil sisi positifnya. Saya anggap itu pertolongan Allah. di saat kondisi keuangan sedang seret maka fee menulis buku resep sangat menghidupi. saya bisa membantu suami saya membayar cicilan mobil dan mencukupi kebutuhan lainnya. Selain itu kemampuan saya memotret menambah. Kemudian, kamera saya yang dulunya prosumer berganti ke DSLR. Dan dari fee menulis buku resep itulah,saya bisa menambah modal untuk usaha saya yaitu berjualan secara online. Saya bisa mendirikan sebuah agen ekspedisi di rumah. Dan masih banyak lagi manfaatnya lainnya.
Kita punya rencana,Allah yang punya hak sepenuhnya untuk menentukan menjadi terlaksana atau tidak rencana tersebut. Namun,pasca Idul Fitri,saya agak lembat mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan tulis menulis resep. Bukan sudah tidak minat tapi memang sangat repot dengan pekerjaan sebagai pedagang online. Saya biasa menulis dini hari namun akhir akhir ini dini hari dilewati dengan melayani konsumen melalui 'inbox' di FB. Kadang tersisa waktu untuk menulis,kadang sama sekali tidak. Paginya lanjut melaksanakan tugas kenegaraan (Menyapu hingga memasak) lalu menjadi guru untuk Danu, lanjut melayani konsumen sambil menyiapkan barang pesanan konsumen. Siang hari waktu saya habis untuk 'packing' dan pekerjaan yang berhubungan dengan dagang dan ekspedisi lainnya. Kalau tidak mendung,meski repot masih bisa memotret jam 4-5 tapi kalau mendung ya tidak memotret satu kreasi resep pun. Usai magrib harus mengajari anak-anak lagi. Untuk mencari asisten toko online pun tidak mudah. Ya lagi-lagi diambil sisi positifnya. Allah pasti punya rencana lain yang lebih indah atas semua kondisi ini.
Ini tulisan asal nyoret karena rada sebel bin galau pekerjaan membuat garnish gak kelar-kelar dan ditimbun dengan pesanan kue dan cokelat plus melayani konsumen yang beli panci dan pisau hehehe. Sejenak galau tidak masalah. Yuk ah bekerja tak jemu-jemu kembali. Saat ini Allah sedang menguji saya menjadi wanita kuat karena harus mencukupi semua kebutuhan hidup berikut cicilan. Suami saya seorang pekerja yang rajin namun Allah sedang menguji perusahaan tempatnya bekerja jadi gajiannya seret dalam setahun terakhir. It's ok. Everything will be okay as long as we try to make it okay. Iya,kaaann??
Kamis, 26 September 2013
Pasar Apung Lembang (Lembang Floating Market)
Kalau bicara mengenai pasar apung maka kita akan
menghubungkannya dengan pulau Kalimantan, sungai Musi ataupun sungai Barito. Ya
, karena menurut pelajaran IPS (hehe pelajar banget,sih) di kedua sungai tersebut terdapat pasar apung
yaitu pasar di sungai.Namun,bagi kita yang tinggal di Jakarta,Bandung,dan
sekitarnya tidak perlu jauh –jauh menyeberang pulau untuk tahu seperti apa,sih
pasar apung itu. Pasar apung sudah ada di dekat kita ,kok yaitu di kawasan
wisata Lembang, Bandung,Jawa Barat.
Pasar Apung Lembang berlokasi di sebuah danau alami yang
bernama Situ Umar. Penduduk sekitar lebih mengenal nama Situ Umar daripada
pasar apung. Mungkin karena pasar apung baru berdiri pada bulan Desember 2012
sehingga belum dikenal banyak orang. Oleh pengelola,danau tersebut ‘didandani’
sedemikian rupa hingga menjadi tempat wisata kuliner yang unik di Bandung. Untuk
memasuki kawasan pasar apung, kita akan dikenakan tiket Rp10.000/orang. Tiket
tersebut dapat ditukar dengan segelas minuman panas atau dingin. Hal yang tidak
biasa yang terdapat di Pasar Apung Lembang ini adalah pedagang menjajakan
dagangannya di atas perahu yang mengapung di tengah danau. Kita,sebagai pembeli
dapat membelinya dengan menyewa perahu atau sampan . Saat itu saya membayar
Rp70.000 untuk menyewa perahu untuk 4 penumpang . Tetapi bila tidak ingin menyeberangi danau untuk ke lokasi wisata
kuliner,,kita bisa juga melalui semacam jembatan. Di pinggir jembatan itulah
berkumpul pedagang menjajakan jajanan khas Bandung seperti siomay,batagor,hingga
rujak tumbuk. Menurut saya harga jajanan di sana lumayan mahal, siomay satu
porsi saja 25.000. Tapi Bandung disebut sebagai tempat ‘buang duwit’
orang-orang kaya jadi mungkin harga-harga itu dianggap wajar.
| Rumah di tengah danau. |
Selain pasar terapung, di tengah danau juga terdapat
gazebo-gazebo. Sungguh,pemandangan yang indah bukan melihat sebuah gazebo di
tengah danau dan dikelilingi gunung-gunung? Di pinggiran danau terdapat
saung,tenda,dan arena bermain anak-anak,seperti arena menangkap ikan,memancing
ikan,taman kelinci hingga flying fox. Soal harga,sama mahalnya hehe. Taman
kelinci merupakan sebuah arena yang ditata sedemikian rupa untuk ‘rumah’ kelinci.Dengan
tiket 15.000/anak,anak-anak akan mendapatkan seikat wortel dan sebuah es krim. Anak-anak dapat memberi
makan kelinci dengan wortel tersebut. Mungkin yang termurah adalah memberi
pakan angsa karena harga pakannya hanya 5000 hehe.
Satu hal yang harus diingat, transaksi di Pasar Apung
Lembang ini tidak menggunakan uang,namun koin. Jadi kita harus menukar uang
kita dengan koin apabila ingin berbelanja atau memasuki arena bermain
anak-anak. Koin tersebut bernilai 5000,10000 hingga 100.000. Ada banyak titik
tempat penukaran koin,muali dari pintu masuk hingga ke tempat ‘take off’ perahu
atau sampan yang kita sewa. Tukarlah uang dengan koin sesuai kebutuhan karena
koin tidak dapat ditukar kembali dengan uang.
| Musholla terapung |
| Taman kelinci |
| Duduk santai memandangi danau |
Nha bagaimana,ya menuju ke sana? Yang jelas untuk kita yang
ada di luar Bandung harus menuju ke Bandung terlebih dahulu. Jika membawa
kendaraan roda 4 atau lebih maka disarankan berangkat pagi-pagi karena akses ke
Lembang itu banyak terdapat titik macet. Pasar Apung sendiri terletak di Jl.
Gran Hotel No.33 E,Lembang,Bandung Barat. Menuju lokasi Pasar Apung,terdapat
banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi,seperti rumah sosis.
Overall,Pasar Apung memang tempat wisata yang ‘ono rego ono
rupo’. Memang relatif mahal untuk penduduk kebanyakan Indonesia tetapi fasilitasnya
memang memadai kecuali musholla (selalu ini mah). Toilet yang tidak sedikit dan
bersih serta lokasi parkir yang luas dengan view gunung-gunung. Tetapi jadi
berpikir, kenyamanan itu mahal ya,ternyata hehe.
Kamis, 12 September 2013
Family Camp 2 di Curug Nangka
![]() |
| Me and Kiddos |
Kami sekeluarga baru saja melaksanakan kegiatan yang disukai
anak-anak,apalagi kalau bukan kemping. Kemping bersama keluarga merupakan
kegiatan yang akan rutin dilakukan
karena manfaatnya memang tidak sedikit. Paling tidak mengajari anak
mengenai bagaimana mengenal alam luar. Lalu,mengajari bagaimana kehidupan di
alam itu. Mengajari bagaimana mendirikan tenda,dll (soal mendirikan tenda ,saya
dan suami saya juga belajar hehe). Family camp bisa dijadikan alternatif untuk menghabiskan akhir pekan setelah satu minggu berkutat dengan pekerjaan dan rutinitas lainnya. Anak-anak yang tinggal di kota besar ,hampir tidak menemui suasana alam yang tenang,asri,dan lestari maka mengajak anak-anak ke tempat camping graund yang umumnya di alam bebas yang asri akan sangat menyenangkan bagi mereka. Family camp juga dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah hubungan yang lebih baik antar anggota keluarga.
![]() |
| Tenda Kami |
![]() |
| Lokasi Camping Graund yang luas |
Curug Nangka merupakan curug yang terletak di kaki gunung
Salak.Menurut info yang saya baca, Curug Nangka terletak di desa Warung Loa
,kecamatan Tamansari. Di Tamansari ini banyak lokasi curug ternyata karena saya
sempat membaca plang bertuliskan “Selamat datang di kawasan wisata Tamansari” .
Dan karena nyasar,kami pun ketemu petunjuk arah menuju curug Luhur. Jadi memang
banyak tempat wisata alam di Tamansari ini. Saya belum tahu ,apakah curug Luhur
ini ada camping graundnya atau tidak. Kalau ada,bisa jadi tujuan selanjutnya.
![]() |
| Parit kecil di dekat camping graund.Airnya jernih. |
![]() |
| Curug bawah |
Sayangnya ,di google belum ada yang ‘nandain’ curug Nangka
ini jadi dicari di google map agak susah. Ketemu blog yang menuliskan koordinat
letak curug yang banyak terdapat monyet ekor panjang ini namun kata suami saya
tidak tepat. Jadi kami hanya berbekal tulisan di blog yang kami googling. Dari
Depok kami menuju tol Jagorawi yang alhamdulillah ramai lancar. Keluar di tol
Bogor kami menuju ke kanan,ke arah Tugu Kujang lalu Istana Bogor dan menuju
Ramayana BTM (bogor Trade Mall). Tapi kami salah jalan dan akhirnya bertanya ke
seseorang. Jalan di sore hari di tengah kota Bogor itu memerlukan kesabaran
tingkat dewa. Macet oleh angkot yang semrawut serta pedagang kaki lima yang
memakan separuh jalan. Keluar BTM kami ke arah jalan empang trus ke Jl. Raya Ciapus. Ikuti saja jalan raya
ciapus tersebut.Satu hal,di sepanjang jalan dari setelah BTM sampai curug
nangka tidak ada SPBU. Adanya penjual bensin rumahan saja. Jadi pastikan tangki
penuh terisi bahan bakar,ya. Nanti kalau sudah ketemu pertigaan atau mentok di Bogor
Resort ( something like that lah namanya) ,belok saja ke kiri,jangan ke kenan
karena ke kanan itu arah Curug Luhur. Ketika belok ke kiri tersebut ,dapat kita
lihat di seberang jalan semacam pos yang jadi pangkalan ojeg menuju curug Nangka. Kita dapat menggali
informasi di sana. Lalu ikuti jalan beraspal sampai ketemu pos penjagaan curug
nangka.
![]() |
| Jan menuju ke curug atas |
![]() |
| Ceria bermain di sungai |
![]() |
| Anak mana yang tidak menyukai bermain air? |
![]() |
| Segar |
Untuk masuk ke curug Nangka ,kita harus melewati 2 loket.
Loket pertama dikenai biaya 7500 perorang . lalu loket kedua dikenai biaya
parkir mobil 5000 permobil dan untuk yang akan kempig dikenakan biaya
5000/orang. Bagi yang membawa mobil ,sebaiknya parkir jangan terlalu ke dalam,
di luaran saja karena kalau di dalam (di depan warung-warung makan) nanti akan
susah keluar,dikepung sama motor. Susah sekali untuk keluar meskipun ada
penjaga parkir yang membantu. intinya untuk urusan parkir kurang terorganize dengan baik. Pengunjung yang diinstruksikan agar tidak mengunci stang motor mereka ,terkadang tidak patuh .Hal ini membuat petugas parkir kewalahan ketika proses geser menggeser motor untuk memberi jalan bagi mobil yang hendak keluar terlebih dahulu. Di area parkir terdapat warung -warung makan yang menyediakan menu khas Sunda.
Lokasi camping graund dari lokasi parkir tidak terlalu jauh.Kalaupun
keberatan membawa barang,kita bisa meminta tolong orang di sekitar situ. Jangan
lupa untuk kasih uang terima kasih,ya hehe. Di lokasi camping graund ada
beberapa warung yang menjual kayu untuk api unggun dan kalau tidak sempat
membawa tenda,kita bisa juga menyewa tenda di warung warung tersebut. Saya lupa
menanyakan harga sewanya karena saya membawa tenda sendiri. Jika menyewa tenda
di warung-warung tersebut maka bisa dibilang terima beres,tenda sudah
dipasangkan dan ketika pulang,kita tidak perlu membongkarnya.
Kalau akhir pekan,banyak,lho yang kemping di sana,biasanya
anak-anak muda. Beberapa sekolah atau organisasi juga menjadikan lokasi ini
untuk tempat kegiatan mereka. Lokasi camping graundnya cukup luas.
Suhu di lokasi cukup dingin.Menurut yang saya baca,sekitar
20-22 derajat celsius jadi jangan lupa membawa jaket,sleeping bag,dan
sejenisnya. Di lokasi kemping terdapat banyak penjual makanan jadi kalau tidak
sempat membawa bekal makanan atau bahan makanan yang cukup,bisa membeli di sana.
Tapi kurang seru,ya kalau beli. Kemping itu lebih seru kalau masak sendiri,ya
gak?. Ada toilet yang satu memadai dan lumayan bersih tapi satu lagi rada
jorok,hiii. Nha,apa saja, ya yang sebaiknya dibawa ketika kemping ? Mungkin ini bisa membantu :
1.
Tenda
2.
Tikar atau karpet yang mudah dibawa
3.
Sleeping bag
4.
Alat masak praktis,jadi enggak perlu bawa oven
atau tabung gas 3kg atau 12kg
5.
Alat mandi
6.
Jaket
7.
Sandal memadai,jangan high heel gitu maksudnya
hehe
8.
Makanan awet ,seperti kering kentang
9.
Cemilan yang banyak karena hawa dingin bikin
lapar terus,apalagi kalau bawa anak-anak
10.
Minuman hangat
11.
Termos mini
12.
Alat makan yang simple,tidak mudah pecah.
13.
Baju ganti memadai
14.
P3K
15.
Senter
16.
Power bank
17.
Alat komunikasi
18.
Tempat untuk sampah
Sepertinya itu saja sudah cukup,ya. Isilah kegiatan kemping
dengan hal-hal positif dan jangan membuag sampah sembarangan. Nha bagaimanakah
curug nangka itu?
![]() |
| Menenangkan pikiran |
Curug Nangka sebenarnya nama curug yang paling bawah karena
menurut yang saya baca curug di lokasi ini ada 3 yaitu curug Nangka,curug
Daun,curug,Kawung. Curugnya cukup aman
dan ketika saya kesana tidak deras airnya. Dibawah curug tentu ada
aliran sungai dengan batu betu besar yang unik. Di situ kita bisa bertafakur alam
tiada batas. Betapa maha pintar Allah dengan segala ciptaanNya. Sungainya aman
jadi anak anak bisa bermain dengan suka cita. Menuju curug Daun dan Kawung
memang harus melewati jalan yang naik turun di pinggir sungai tapi cenderung landai relatif aman,bahkan untuk anak-anak sekalipun. Kesegaran air curug yang dikelilingi bukit dan hutan dengan pepohonan menghijau menghadirkan nuansa alam yang asri dan lestari. Hal ini akan membuat kita betah untuk terus bermain air di sana,apalagi kita juga bisa menangkap ikan-ikan kecil yang banyak terdapat di sungai.
![]() |
| monyet ekor panjang di sekitar curug |
![]() |
| Api unggun di malam dan pagi hari. Menghangatkan |
![]() |
| kegitan masak memasak |
![]() |
| Cokelat panas,teh manis panas untuk pagi yang dingin |
Membuat api unggun,memasak, duduk bercengkrama sambil menikmati minuman hangat di pagi hari, hingga bermain bersama adalah kegiatan - kegiatan yang dilakukan ketika melaksanakan family camp. Kegiatan lainnya tentu mengajak anak-anak bermain air di kawasan curug. Alhamdulillah meski rada ribet, family camp kedua kami sukses. Anak-anak sangat menyukai kegiatan family camp. Akhirnya,sampai jumpa di family camp berikutnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Merdeka!
Kamis, 15 Agustus 2013
Gunung Pegat
![]() |
| Salah satu sisi gunung pegat |
Di pinggiran kampungku yang bernama Klile ada beberapa bukit yang terhampar memanjang . Tapi warga sekitar tidak ada yang menyebutnya dengan nama bukit. Semua disebut gunung. Di bawah bukit - bukit merupakan area persawahan milik warga sekitar yang sangat luas. Saya mencoba mengingat-ingat nama bukit yang dulu kami pakai untuk 'ngangon' ternak (kambing) hehe yaitu Gunung Batok ,Gunung pegat, dan gunung Majan. Itu saja yang saya ingat. Libur lebaran lalu saya mengunjungi salah satu bukit itu yaitu Gunung Pegat. Gunung Pegat menjadi salah satu gunung favorit warga sepertinya. Karena sudah lama tidak melakukan hiking,ngos-ngosan juga saya ketika mencapai puncak bukit ini. Meskipun cuaca tidak menentu (kadang panas,kadang hujan) namun rumput dan pepohonan di Gunung Pegat menghijau. Pepohonan menghijau mengasilkan udara segar nan sehat di dusun Klile yang masuk wilayah kelurahan Karangasem kecamatan Bulu, kabupaten Sukoharjo,Provinsi Jawa Tengah ini.
![]() |
| Hutan yang menghijau. Lestari. |
![]() |
| Menyusuri hutan menuju bukit |
![]() |
| Jalan mendaki ke bukit |
![]() |
| Watu Sepur |
![]() |
| Puncak Dosomuko |
Berjalan menuju sebuah batu besar yang oleh warga disebut Gunung Dosomuko, kita akan menyaksikan keindahan alam yang luar biasa apalagi bila melihat ke bawah, ke area persawahan. Sebuah view yang indah untuk diabadikan. Word can't describe,deh. Saya agak lupa kenapa disebut Gunung Dosomuko. Seingat saya Dosomuko itu nama tokoh pewayangan. Mungkin bentuknya mirip dengan Dosomuko maka disebut Gunung Dosomuko.
![]() |
| Area persawahan di bawah bukit |
![]() |
| Tandur atau menanam padi. Dulu juga kulakukan hehe. |
Sebenarnya masih ingin ke Gunung Batok yang memang mirip batok kelapa dibelah dua tapi sayang sekali sudah sangat lelah. Maklum sudah emak-emak apalagi bawa pasukan kecil yang minta digendong. Kurang puas,sih memotret keindahan Gunung Pegat dan sekitarnya tapi apa daya. Semoga liburan lebaran tahun depan bisa mengunjungi gunung yang penuh kenangan ini hehe.
Sampai jumpa ditulisan saya berikutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)



























