Member Of

KEB

Kamis, 12 September 2013

Family Camp 2 di Curug Nangka




Me and Kiddos

Kami sekeluarga baru saja melaksanakan kegiatan yang disukai anak-anak,apalagi kalau bukan kemping. Kemping bersama keluarga merupakan kegiatan yang akan rutin dilakukan  karena manfaatnya memang tidak sedikit. Paling tidak mengajari anak mengenai bagaimana mengenal alam luar. Lalu,mengajari bagaimana kehidupan di alam itu. Mengajari bagaimana mendirikan tenda,dll (soal mendirikan tenda ,saya dan suami saya juga belajar hehe). Family camp bisa dijadikan alternatif untuk menghabiskan akhir pekan setelah satu minggu berkutat dengan pekerjaan dan rutinitas lainnya. Anak-anak yang tinggal di kota besar ,hampir tidak menemui suasana alam yang tenang,asri,dan lestari maka mengajak anak-anak ke tempat camping graund yang umumnya di alam bebas yang asri akan sangat menyenangkan bagi mereka. Family camp juga dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah hubungan yang lebih baik antar anggota keluarga. 
Tenda Kami

Lokasi Camping Graund yang luas

Curug Nangka merupakan curug yang terletak di kaki gunung Salak.Menurut info yang saya baca, Curug Nangka terletak di desa Warung Loa ,kecamatan Tamansari. Di Tamansari ini banyak lokasi curug ternyata karena saya sempat membaca plang bertuliskan “Selamat datang di kawasan wisata Tamansari” . Dan karena nyasar,kami pun ketemu petunjuk arah menuju curug Luhur. Jadi memang banyak tempat wisata alam di Tamansari ini. Saya belum tahu ,apakah curug Luhur ini ada camping graundnya atau tidak. Kalau ada,bisa jadi tujuan selanjutnya.
Parit kecil di dekat camping graund.Airnya jernih.

Curug bawah

Sayangnya ,di google belum ada yang ‘nandain’ curug Nangka ini jadi dicari di google map agak susah. Ketemu blog yang menuliskan koordinat letak curug yang banyak terdapat monyet ekor panjang ini namun kata suami saya tidak tepat. Jadi kami hanya berbekal tulisan di blog yang kami googling. Dari Depok kami menuju tol Jagorawi yang alhamdulillah ramai lancar. Keluar di tol Bogor kami menuju ke kanan,ke arah Tugu Kujang lalu Istana Bogor dan menuju Ramayana BTM (bogor Trade Mall). Tapi kami salah jalan dan akhirnya bertanya ke seseorang. Jalan di sore hari di tengah kota Bogor itu memerlukan kesabaran tingkat dewa. Macet oleh angkot yang semrawut serta pedagang kaki lima yang memakan separuh jalan. Keluar BTM kami ke arah jalan empang  trus ke Jl. Raya Ciapus. Ikuti saja jalan raya ciapus tersebut.Satu hal,di sepanjang jalan dari setelah BTM sampai curug nangka tidak ada SPBU. Adanya penjual bensin rumahan saja. Jadi pastikan tangki penuh terisi bahan bakar,ya. Nanti kalau sudah ketemu pertigaan atau mentok di Bogor Resort ( something like that lah namanya) ,belok saja ke kiri,jangan ke kenan karena ke kanan itu arah Curug Luhur. Ketika belok ke kiri tersebut ,dapat kita lihat di seberang jalan semacam pos yang jadi pangkalan ojeg  menuju curug Nangka. Kita dapat menggali informasi di sana. Lalu ikuti jalan beraspal sampai ketemu pos penjagaan curug nangka.
Jan menuju ke curug atas
Ceria bermain di sungai

Anak mana yang tidak menyukai bermain air?
Segar


Untuk masuk ke curug Nangka ,kita harus melewati 2 loket. Loket pertama dikenai biaya 7500 perorang . lalu loket kedua dikenai biaya parkir mobil 5000 permobil dan untuk yang akan kempig dikenakan biaya 5000/orang. Bagi yang membawa mobil ,sebaiknya parkir jangan terlalu ke dalam, di luaran saja karena kalau di dalam (di depan warung-warung makan) nanti akan susah keluar,dikepung sama motor. Susah sekali untuk keluar meskipun ada penjaga parkir yang membantu. intinya untuk urusan parkir kurang terorganize dengan baik. Pengunjung yang diinstruksikan agar tidak mengunci stang motor mereka ,terkadang tidak patuh .Hal ini membuat petugas parkir kewalahan ketika proses geser menggeser motor untuk memberi jalan bagi mobil yang hendak keluar terlebih dahulu.  Di area parkir terdapat warung -warung makan yang menyediakan menu khas Sunda. 




Lokasi camping graund dari lokasi parkir tidak terlalu jauh.Kalaupun keberatan membawa barang,kita bisa meminta tolong orang di sekitar situ. Jangan lupa untuk kasih uang terima kasih,ya hehe. Di lokasi camping graund ada beberapa warung yang menjual kayu untuk api unggun dan kalau tidak sempat membawa tenda,kita bisa juga menyewa tenda di warung warung tersebut. Saya lupa menanyakan harga sewanya karena saya membawa tenda sendiri. Jika menyewa tenda di warung-warung tersebut maka bisa dibilang terima beres,tenda sudah dipasangkan dan ketika pulang,kita tidak perlu membongkarnya.

Kalau akhir pekan,banyak,lho yang kemping di sana,biasanya anak-anak muda. Beberapa sekolah atau organisasi juga menjadikan lokasi ini untuk tempat kegiatan mereka. Lokasi camping graundnya cukup luas.
Suhu di lokasi cukup dingin.Menurut yang saya baca,sekitar 20-22 derajat celsius jadi jangan lupa membawa jaket,sleeping bag,dan sejenisnya. Di lokasi kemping terdapat banyak penjual makanan jadi kalau tidak sempat membawa bekal makanan atau bahan makanan yang cukup,bisa membeli di sana. Tapi kurang seru,ya kalau beli. Kemping itu lebih seru kalau masak sendiri,ya gak?. Ada toilet yang satu memadai dan lumayan bersih tapi satu lagi rada jorok,hiii.  Nha,apa  saja, ya yang sebaiknya dibawa ketika  kemping ? Mungkin ini bisa membantu :

1.       Tenda
2.       Tikar atau karpet yang mudah dibawa
3.       Sleeping bag
4.       Alat masak praktis,jadi enggak perlu bawa oven atau tabung gas 3kg atau 12kg
5.       Alat mandi
6.       Jaket
7.       Sandal memadai,jangan high heel gitu maksudnya hehe
8.       Makanan awet ,seperti kering kentang
9.       Cemilan yang banyak karena hawa dingin bikin lapar terus,apalagi kalau bawa anak-anak
10.   Minuman hangat
11.   Termos mini
12.   Alat makan yang simple,tidak mudah pecah.
13.   Baju ganti memadai
14.   P3K
15.   Senter
16.   Power bank
17.   Alat komunikasi

18.   Tempat untuk sampah


Sepertinya itu saja sudah cukup,ya. Isilah kegiatan kemping dengan hal-hal positif dan jangan membuag sampah sembarangan. Nha bagaimanakah curug nangka itu?

Menenangkan pikiran

Curug Nangka sebenarnya nama curug yang paling bawah karena menurut yang saya baca curug di lokasi ini ada 3 yaitu curug Nangka,curug Daun,curug,Kawung. Curugnya cukup aman  dan ketika saya kesana tidak deras airnya. Dibawah curug tentu ada aliran sungai dengan batu betu besar yang unik. Di situ kita bisa bertafakur alam tiada batas. Betapa maha pintar Allah dengan segala ciptaanNya. Sungainya aman jadi anak anak bisa bermain dengan suka cita. Menuju curug Daun dan Kawung memang harus melewati jalan yang naik turun di pinggir sungai tapi cenderung landai relatif aman,bahkan untuk anak-anak sekalipun. Kesegaran air curug yang dikelilingi bukit dan hutan dengan pepohonan menghijau menghadirkan nuansa alam yang asri dan lestari. Hal ini akan membuat kita betah untuk terus bermain air di sana,apalagi kita juga bisa menangkap ikan-ikan kecil yang banyak terdapat di sungai.
monyet ekor panjang di sekitar curug




Api unggun di malam dan pagi hari. Menghangatkan


kegitan masak memasak

Cokelat panas,teh manis panas untuk pagi yang dingin 


Membuat api unggun,memasak, duduk bercengkrama sambil menikmati minuman hangat di pagi hari, hingga bermain bersama adalah kegiatan - kegiatan yang dilakukan ketika melaksanakan family camp. Kegiatan lainnya tentu mengajak anak-anak bermain air di kawasan curug. Alhamdulillah meski rada ribet, family camp kedua kami sukses. Anak-anak sangat menyukai kegiatan family camp. Akhirnya,sampai jumpa di family camp berikutnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Merdeka!


5 komentar:

  1. Yaaay... seru ya Bun kemping bareng keluarga. Pengen deh bisa kayak gitu. Nanti ah kalo si bayi udah gede. :)

    BalasHapus
  2. iya seru bun. ayo bun cepet digedein bayinya :p

    BalasHapus
  3. Wah ngiler ih pdhl dr rumah mertua deket ke situ. Pernah kesitu waktu blm punya anak..

    BalasHapus
  4. ayo paling enak bikin anak disana

    BalasHapus