Member Of

KEB

Minggu, 14 Mei 2017

Qarun VS Abdurrahman Bin Auf




google
Qarun dan Abdurrhman bin auf meski hidup di zaman yang berbeda namun mereka mempunyai kesamaan yaitu sama sama memliki kekayaan yang melimpah ruah meski sikap dan sifat mereka saling bertolak belakang. Abdurahman bin auf  luar biasa demawan tetapi Qoarun kikir,bkahil,pelit,koret,suka pamer lagi. Akhir hidup mereka pun jelas berbeda, Abdurahman bin auf khusnul khotimah denganmewariskan hartanya untuk kebaikan,sedang Qorun,su'ul khotimah, ditelan bumi bersama hartanya ketika sedang pamer.

Menengok ke belakang, ke kehidupan mereka sebelum kaya raya,sebenarnya sudah terlihat jelas bahwa mntal keduanya memang sangat berbeda. Sebagaimana kita ketahui, Qorun adalah anak dari paman Nabi Musa,mulanya sangat miskin dengan anak yang banyak. Di tengah kemiskinan yang mecekiknya,ia menemui Nabi Musa dan meminta nabi Musa agar mendoakannya untuk diberi harta kekayaan yang banyak. Doanya pun terkabul.


Wawker.com
Beda dengan Abdurahman Bin Auf, mental baik seorang abdurrhaman bin auf sudah terlihat manakala beliau hijrah ke Madinah dan disambut oleh seorang kaum Anshar. Sahabat Anshar tersebut orang kaya . Ia menawarkan kepada Abdurrahman bin Auf separuh hartanya bahkan salah satu dari dua istrinya (tentu diceraikan dulu ya jadi bukan poliandri hehe) . Namun Abdurrahman bin Auf menolaknya lalu meminta ditunjukan dimanakah leetak pasar, ia ingin berdagang.

Andaikan sebuah film, dengan judul qorun dan dan abdurahhman , saya sudah bisa menebak jalan cerita dan ending dari kisah Qorun dan Abdurrahman bin Auf sejak ketika Qorun meminta didoakan dan Abdurrahman menolak pemberian dan minta ditunjukan ke pasar karena ia hendak berdagang.
mental Abdurrhaman bin Auf adalah mental juara maka ketika ia sukses ia tidak lupa diri, ia termasuk sahabat yang paling dermawan. Dalam berbagai peperangan,ia menyumbang logistik perang yang jumlahnya tidak sedikit, ratusan bahkan ribuan hewan tunggangan. Beliau juga pernah menjual tanahnya dngan harga puluhan ribu dinnar lalu ia bagi-bagikan ,termasuk kepada ummul mukminin Aisyah ra. Suatu kali ,Abdurrahman disindir Umar bin Khattab sebagai orang yang berdosa karena pada perang Tabuk ia menyumbangkan banyak emas dan tidak meninggalkan untuk keluarganya. Jawaban Abdurrahman bin Auf menunjukan keimanan yang sangat tinggi, aku meninggalkan untuk keluargaku lebih banyak dari yang aku infakkan yaitu janji Allah dan rasulNya berupa rizki ,kebaikaan,dan pahala yang banyak.
Sikap dermawan Abdurahman bin Auf juga didorong oleh sabda rasulullah yang meengatakan bahwa ia akan Masuk surga dengan merangkak karena hartanya yang banyak. Ummul mukminin Aisyah Ra mengingatkan sabda tersebut ketika kafilah dagang beliau yang datang dan menghebohkan madinah karena membawa 700 kendaraan yang syarat dengan muatan. Bagaimana sikap Abdurahman bin Auf, ia langsung sedekahkan semua isi muatan tersebut.

Riautrust.com
Sedangkan Qorun ? ya dilihat dari mentalnya memang jauh beda. Istilahnya miskin tidak bermartabat  yaitu berkeluh kesah kepada nabi Musa dan minta didoakan. ya tentu boleh minta didoakan tapi pada kisah yang saya baca, qarun ini berkeluh kesah atas kemiskinanya. Mentalnya kurang greget untuk keluar dari kemiskinan yang membelenggu. Maka ketika doa nabi Musa untuknya dikabulkan ia menjadi sombong,ia anggap harta yang dia dapat atas usahanya semata,diabadaikan dalam alqur'an Al qashash ayat 78,sesungguhnya aku diberi harta hanya karena ilmu yang ada padaku. Sudah diingatkan pun ia kian sombong hingga akhirnya ia tenggelam ditelan bumi bersama harta-hartanya. Naudzubillah min dzalik/.

Nha kesimpulannya, punyalah mental seperti mental Abdurrahman bin Auf, yang meski sebelumnya tak berharta tapi tidak digunakan kesempatan tersebut untuk meminta minta . Ia menemukan jalan lebih mulai untuk membuatnya menjadi orang berpunya  yaitu minta ditunjukan pasar untuk berdagang bukan menerima pemberian dari sahabatnya .

Mental peminta minta ini dilarang keras lho oleh Rasulullah saw ,seperti dalam hadist

Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ.
Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya”

semoga kita dijauhkan dari mental peminta minta dan dikaruniakan sikap dan sifat dermawan,aamiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar