Member Of

KEB

Rabu, 24 Desember 2014

Televisi

Bismillahirrahmaanirrahiim

Saya seringkali membaca keluhan masyarakat tentang makin tidak beresnya generasi penerus bangsa ini (yeileh bahasanya). Pubertas dini, maraknya perkosaan, tawuran, prilaku negatif remaja dan anak-anak dan hal hal negatif lainnya. Beberapa keluhan menyatakan bahwa semua itu efek dari acara televisi yang kian tidak mendidik.

Iyakah? Benar semua itu salah televisi? televisinya,sih gak salah tapi mungkin acaranya,ya maksudnya hehe. Lebih salah lagi yang bikin acara. Salah juga stasiun yang menayangkan. Salah lagi pemerintah yang mengizinkan. HAduh,gak ada habisnya kalau salah-salahan terus,mah. Harusnya kalau memang acara tivi tidak mendidik ya sudah jangan distel atau kalaupun nyetel ya pakai filter, pilih acara yang baik,yang edukatif. Kan ironis, kita komplain acara tv gak mendidik bla bla was wes wos blekthuk blekuthuk tapi setiap hari kita menikmatinya. Ya,kan?

Apa semua acara televisi buruk? enggak tahu,sih saya soalnya lebih dari 10 tahun enggak nonton tv kecuali pas di rumah makan atau pas mudik. Menurutku adalah satu dua yang bagus maka kalau masih mau mempertahankan nonton TV,dipilih-pilih aja yang acaranya bagus,mendidik. tapi kalau dirasa gak kuat godaan untuk melihat acara gak mendidik tapi 'bagus',seperti gosip artis, ya sudah jual aja TV-nya hehe. Hidup akan baik-baik saja,kok tanpa TV.

Jadi semua keputusan ada di tangan kita. Timbang saja baik buruknya mengenai keberadaan TV di rumah. tapi pas nimbang ini kita harus jujur,obyektif. Bisa dibuat list. Nha nanti dibandingkan,banyakan manfaatnya atau jeleknya. Setelah itu ,ambil keputusan.

Eh tapi bener gak,sih TV punya andil kemrosotan moral generasi penerus? hasil terawanganku,sih iya. Termasuk bacaan juga,ya seperti majalah,novel,buku. Tapi ya kalau kita hanya mengeluhkan saja gak solutif juga. Kalau saya lebih memilih No TV di rumah. Kalaupun bisa memfilter acara-acara yang bagus ,takutnya nanti timbul godaan untuk mengintip acara yang lain. Belum lagi iklannya,ya. Jadi saya lebih memilih membeli kaset edukatif atau melihat di internet untuk tontonan yang edukatif. Murah-murah,kok kasetnya. Ditambah lagi memang keuangan minim untuk membeli TV hihihi. Mendingan membeli leptop atau netbuk buat cari duwit :P  Mendidik anak zaman sekarang lebih banyak tantangannya jadi sebisa mungkin saya meminimalisir keberadaan hal-hal yang dapat mengganggu,seperti TV ini.

Jadi ayo mulai berpikir, menimbang,dan memutuskan,jangan hanya mengeluhkan,saja. Itu tidak solutif.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar