Member Of

KEB

Kamis, 27 November 2014

Belajar dari Air

Bismillahirrahmaanirrahiim

ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
"Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"

Di ayat tersebut disebutkan betapa pentingnya air dalam kehidupan . Air adalah tanda kehidupan maka banyak disebut di mana ada air di situlah ada kehidupan . 
Saya memang menyenangi perjalanan yang berbau 'natural'. Sungai,hutan itu saya sangat suka. Alam bebas. Di alam bebas, saya bisa menyaksikan banyak ayat kauniyah. Pelajaran-pelajaran berharga sering saya dapat dari banyak hal,bahkan sehelai rumput, sendok yang terapung di tengah lautan, dan hal remeh temeh lainnya. Ketika melihat sendok terapung di laut,saya membayangkan tentang kesendirian, penderitaan, kesepian, siapakah yang akan kita sebut selain Tuhan? Di situ saya bisa bertafakur bahwa manusia,sebelum lahir sudah membuat semacam MoU dengan Sang pencipta bahwa hanya Dia lah Tuhan kita,yang layak disembah. Bahkan seorang atheispun akan mengingkari keyakinannya selama ini dan tanpa segan akan berteriak,menyebut Tuhan di saat sendiri,sepi,dan menderita. Satu hal yang sangat tabuu bagi si atheis ketika dalam kondisi normal. 

Kembali ke air, di sungai,utamanya dengan batu-batu besar yang menakjubkan . Keberadaan batu -batu alam di sungai menambah eksotisme sungai. Gemericik dan liukan air sungai menghantarkan kedamaian di dada. Namun ada pelajaran penting selain keindahan,yaitu tentang semangat keep on fighting 'till find the way. Betapa batu-batu itu menghalangi jalan air,namun air meliuk,mencari celah. Sesempit apapun ia coba lalu hingga akhirnya ia benar-benar mengalir. Disitulah saya merenungkan bahwa manusia haruslah seperti air ,selalu berusaha,sebesar apapun halangannya apalagi sudah diperintahkan dengan jelas agar tidak putus asa. Betapa kita sering menjadi manusia yang paling menderita sedunia padahal semua tak lebih hanya karena kita kurang menjadi seperi air. Jadi kalau mulai mentok, serasa mau mati saja kala didera penderitaan,mungkin kita harus melihat air yang mengalir atau pergi ke sungai hehe. 

Dari air,kita juga bisa belajar tentang konsitensi,tentang keistiqomahan. Jujur istiqomah itu lebih sulit daripada memulai. Walaupun kecil celah yang dilalui tapi air terus mengalir, terus dan terus. Sedikit atau sekecil apapun usaha kita tetapi asal konsisten pasti akan membawa hasil,begitu pesan dari air yang bisa kutangkap. Salah satu kunci keberhasilan adalah konsisten.





Cukup sampai di situ? beluuum. Apa yang terjadi bila air tidak mengalir alias menggenang. Lama kelamaan akan kotor dan menimbulkan bau. Pesan moralnya,bergeraklah. Bergerak itu sehat. Bergerak itu dinamis. Bergerak itu menghasilkan. 
Dan masih banyak lagi pesan air kepada kita manusia. Sebenarnya bukan hanya air. Seluruh alam adalah ayat,ayat kauniyah. Semut. Pohon. Rumput. Angin. Semua ayat kauniyah. Di alam bebas lebih mudah meresapi ayat-ayat kauniyah.