Member Of

KEB

Sabtu, 28 Desember 2013

Ngadem di Kawasan Buperta Cibubur

Bismillah



Mengucap Buperta Cibubur pasti terbayang pramuka hehe. Iyalah,Buperta (Bumi Perkemahan) Cibubur memang identik dengan kegiatan pramuka. Peratama kali ke Buperta yaitu saat saya hendak digembleng menjadi seorang emm..apa ya,sebut saja satgas. Lalu ke Buperta kembali ketika selama hampir seminggu mendapat pesanan katering anggota pramuka dari kalimantan di awal tahun 2012 seingatku.
Suatu hari, saya mengunjungi buperta kembali,kali ini untuk jalan-jalan. Menelusuri destinasi wisata yang jarang disebut banyak orang. Ternyata oh ternyata, Buperta Cibubur merupakan tempat ngadem yang recommanded banget,bukan melulu mengenai kegiatan pramuka.

Buperta yang memiliki luas  210 hektar ini bisa dijadikan alternatif destinasi wisata di musim liburan atau di akhir pekan. Percaya,deh segala penat akibat aktivitas selama hari kerja akan luluh lantak di sini hehe. Pepohonan yang rindang memenuhi seluruh area buperta cibubur serta rerumputan yang hijau menghampar luas.
Akses menuju ke Buperta yang area perkemahannya mampu menampung 20.000 orang ini sangat mudah. Kita bisa keluar tol cibubur atau gunakan GPS saja,ya. Saya lupa rutenya. Masuklah Buperta melalui pintu utama (Sebelah McD). Ketika di pintu masuk kita akan ditanya petugas yang ramag,hendak kemana? Bilang saja hendak masuk saja. Nanti akan dikenakan biaya perkepala plus biaya parkir mobil. Kami berempat dikenakan biaya 20-25.000. Tiket jangan dibuang,ya karena ketika keluar,petugas akan meminta tiket tersebut.

Ini di Jakarta,lho

 Nha mulailah menjelajah. Setelah memasuki pintu utama akan tampak lapangan sepakbola . Bila kendaraan kita arahkan ke kanan maka kita akan menuju sebuah danau yang biasa disebut Danau Cibubur. Di tepian danau banyak digunakan orang untuk bersantai, ngadem sejenak bersama keluarga atau digunakan oleh beberapa komunitas untuk menyelenggarakan acara. Di tepian danau merupakan hutan kota yang berhawa sejuk. Kontras dengan hawa Jakarta yang panas dan penuh hiruk pikuk. Memandang jauh ke seberang danau,tampak mall megah kebanggaan Cibubur yaitu Cibubur Junction. Di tepian danau banyak disewakan permainan anak,seperti motor ATV dan becak mini. Kita juga bisa mengelilingi danau dengan menyewa perahu. Jangan lupa menjelajah hutan kota di sekitar danau.
wisata air di danau. sayangnya makin berkurang fasilitas wisata airnya

Bermain bola di tepi danau


Selain danaunya yang bagai oase di tengah makin gersangnya Jakarta, ada pula kolam renang murah meriah dan terhitung bersih. Kita hanya perlu membayar tiket masuk 10.000 untuk bisa berenang di kawasan yang dahulunya hutan karet ini. Kolam renang anak dan kolam renang dewasa terpisah. Untuk kolam renang anak,terdapat semacam parit-parit.Kamar ganti yang tersedia cukup memadai dan jangan takut kekurangan air bersih untuk membilas.





Kolam renang anak 



Bersantai kembali di taman yang sejuk bisa kita lakukan di taman lalu lintas. Taman yang bisa kita gunakan untuk mengenalkan tentang lalu lintas (rambu,marka jalan,dst) ini bisa kita masuki dengan gratis. Anak-anak bisa menyewa sepeda lalu mengitari taman yang sejuk. Sayangnya, menurut saya perawatannya kurang maksimal karena banyak sepeda atau kereta yang rusak. Terdapat miniatur stasiun gambir di taman ini. kabarnya kereta yang terparkir di ‘stasiun gambir’ tersebut bisa disewa untuk mengelilingi taman dengan  minimal jumlah penyewa beberapa puluh orang. 
Di taman lalu lintas terdapat beberapa taman yang diberi nama pahlawan atau tokoh seperti taman ibu kasur.Kemudian diabadikan pula nama Hoegeng Imam Santosa sebagai nama nama di jalan di taman tersebut. 

Salah satu sisi taman lalu lintas. Sejuk alami.









Cukup sampai di situ? Belum. Ada Taman Lebah.Di taman lebah,kita bisa melihat peternakan lebah. Lebah-lebah tersebut di dalam kotak warna warni yang terdapat di sebuah lahan yang luas. Jangan dibuka,ya karena bisa jadi puluhan bahkan ratusan lebah akan menyerang! Menurut yang saya baca, pengelola  akan menjelaskan bagaimana beternak lebah tapi menurutku itu kalau kita dalam rombongan peserta wisata yang tentunya terlebih dahulu melakukan konfirmasi ke pengurus. Di Taman lebah terdapat toko yang menjual produk-produk dari lebah ,seperti madu dan bee folen. Madunya disebut madu pramuka.

Penangkaran lebah

Buperta seringkali dijadikan tempat syuting film atau sinetron,lho jadi siap-siap ketemu artis,deh kalau ke sana hehe. Dan yang pasti,kita bisa menyaksikan anak-anak SSB sedang berlatih di lapangan. SSB apa,sih? Sekolah Sepak Bola . Nha mumpung liburan ,temans semua bisa menjajal mengunjungi Buperta Cibubur. Tidak jauh dari Buperta,terdapat hutan kota lainnya yaitu Taman Wiladatika. Ini ulasan tentang Taman Wiladatika.

Dokar yang bisa disewa di dekat danau

Berlibur, tak perlu mahal,tak perlu jauh. Di tengah gersangnya Jakarta,ternyata masih ada hutan kota yang menyejukan. Buperta Cibubur 100% lebih recommanded daripada mall manapun,terutama untuk anak-anak. Mall seringkali membuat kita konsumtif dan jauh dari bertafakur karena terpampang hiruk pikuk yang berkesan hedonis. Beberapa pendapat dari pakar pariwisata dan pendidik, mall tidak direkomendasikan sebagai tempat berlibur. Kalau  di alam,kita lebih mudah bertafakur. Mari jaga kealamian anak-anak dengan mengajaknya berlibur ke alam. ‘habitat’anak adalah alam yang luas dan alami. Selamat berlibur. 

Rabu, 18 Desember 2013

Ketika Ibu Bekerja Lebih Keras

Bismillah...

Entah ini namanya curcol atau apa. Iseng sajalah...

Jangan tanya kepada saya berapa harta pribadiku. Saya enggak punya. Satu cincin pun saya enggak punya, Semua yang kucari dan kudapat sepenuhnya saya dedikasikan untuk keluarga kecilku. Saya sangat mencintai keluarga saya jadi apapun untuk keluarga, termasuk hasil dari kerja keras saya. Saat ini, cobaan sedang mendera. Ayah tidak mendapat gaji berbulan-bulan ,sedangkan kebutuhan harus dipenuhi maka saya bekerja lebih keras akhir-akhir ini.

Kadang, kalau capek mendera, membayangkan mendapat jatah uang dari ayah sehingga saya gak perlu bekerja sekeras ini. Tapi itu hanya lintasan pikiran dan hati. Sesungguhnya saya akan lebih merana bila tidak bekerja keras karena bekerja keras sudah menjadi budaya yang mendarah daging bagi kami kaum perantau.

Satu dua kali memang suka 'pusing' di saat harus mengeluarkan uang untuk berbagai kebutuhan, seperti saat ini : gaji karyawan, membayar les Danu, menyiapkan dana pendidikan Haifa yang rencananya saya masukan sekolah tahun depan. Kadang seperti marah,ayah kenapa tidak mendapat uang untuk biaya semua itu? tapi lagi-lagi hanya lintasan hati dan pikiran yang tak lebih sebagai benalu. Benalu yang tumbuh di benak manusia yang kadang menemui titik jenuh.

Terlintas untuk menghitung penghasilan saya yang kalau saya simpan pasti akan banyak. Lalu dihadapkan pada pertanyaan kritis dari hati saya sendiri. *saya menyebutnya bisikan malaikat* Untuk apa? apa harta itu menjadi lebih berguna ketika saya simpan? Bukankah saya akan mendapat banyak manfaat dengan harta yang saya gunakan untuk hal yang bermanfaat (membantu suami memenuhi kebutuhan,red)? Apa saya pikir saya akan berpengasilan sebanyak itu bila harta hanya disimpan? Bisa jadi saya tetap dalam kebaikan,dalam kondisi sehat karena harta harta saya memang gak saya simpan. Saya memang sudah dipersiapkan untuk kondisi seperti ini. Jangan riweh,deh.Semua sudah diatur,kok. Sudahlah,intinya tetap bekerja dalam koridorNya dan gunakan hasilnya untuk hal-hal yang bermanfaat,hal yang dapat menambah kemuliaan kita sebagai manusia.

Setiap menerima pembayaran buku yang saya tulis,saya ingin mewujudkan keinginan untuk jalan-jalan ke Belitong, backpackeran ke Singapura,Malaysia,dan tempat tempat lainnya. Andaikan masih sendiri dengan penghasilan seperti saat ini, semua itu sudah terwujud. Tetapi lagi-lagi ada bisikan setengah ejekan, saat sendiri,kan penghasilan saya gak sebesar ini. lalu terpampang dengan jelas kebutuhan-kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Saat seperti itu setan suka lewat. Yaa.,..sudah capek capek,hasilnya gak dinikmatin sendiri. Trus malaikat bisikin lagi, menolong orang lain itu menolong diri sendiri. Bekerja dan berkorban untuk keluarga ,selama ridho dan ikhlas,itu akan menolong saya nantinya. Tidak ada kerugian ketika berbuat baik.

Sekian