Member Of

KEB

Sabtu, 30 Maret 2013

Mewahnya Museum Purna Bhakti Pertiwi









Sejuk, megah, bersih, dan unik itulah kesan pertama yang saya dapat ketika memasuki museum ini.  Nama museum tertulis di sebuah bangunan tinggi berbentuk limas berwarna hitam. Tampak gagah dan kastria. Sebelumnya,saya belum mendapat gambaran apapun mengenai apa saja yang disimpan di museum bernama Purna Bhakti Pertiwi (MPBP) ini. Saya sangat penasaran, bangunan semegah itu diisi apa,ya kira-kira? Saya hanya tahu arti kata yang menyusun nama museum tersebut. Purna : selesai,bhakti : pengabdian, Pertiwi : tanah air. Selebihnya, i have no idea. Setelah mengitari ruangan museum yang sangat luas dan membaca tentang museum ini,saya baru mengerti ternyata museum ini menyimpan benda-benda koleksi almarhum mantan prsesiden Soeharto dan Ibu Tien. Benda-benda koleksi tersebut pemberian dari para pengusaha yang menjadi teman beliau, para duta besar,menterei-menteri negara lain, para pejabat hingga seniman. Menjabat prseiden selama 32 tahun, pantas saja koleksi benda-benda pemberian  sebanyak itu. 




Meskipun MPBP terletak di kawasan TMII namun kita tidak perlu masuk ke kawasan TMII terlebih dahulu karena MPBP terletak sebelum pintu utama TMII,tepatnya di kiri jalan. Untuk memasuki museum, kita perlu membeli tiket. Saya mengira harga tiket di atas Rp10.000,00 mengingat bangunannya yang megah dan area museum tertata sangat rapi. Ternyata ,tiket masuk MPBP ini sangat terjangkau yaitu Rp5000,00 untuk orang dewasa dan Rp3000,00 untuk anak-anak.  Sedangkan untuk parkir kendaraan roda 4 dikenai tarif Rp5000,00. Kendaraan dapat diparkir di sebuah area parkir yang rindang dan sejuk karena banyak terdapat banyak pohon. Dari area parkir ini,bangunan museum yang berbentuk tumpeng ini sudah dapat terlihat dengan jelas. Bagian depan bangunan museum, terdapat taman yang tampak terawat sekali.
Area parkir yang luas dan ditumbuhi pepohonan rindang



Kita dapat menuju ruang pamer museum dengan menggunakan kendaraan shutle yang sudah disediakan secara gratis. Halte untuk menunggu skendaraan shutle ini tdak jauh dari area parkir. Tapi jika ingin berjalan kaki, jaraknya juga tidak terlalu jauh. Seperti telah disebut di atas, banguan museum berbentuk tumpeng yang merupakan refleksi khasanah budaya Jawa. Kenapa budaya Jawa?karena penggagas pendiri museum ini adalah almarhum Bu Tien Soeharto yang bersuku Jawa. Menurut beberapa bacaan yang saya baca, dipilihnya bentuk tumpeng ini mengandung filosfi tentang bersyukurnya almarhum Pak Harto kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bangunan ini dibagi menjadi bangunan utama dan bangunan penunjang. Di bangunan utama inilah tempat dipamerkannya benda-benda koleksi museum . Luas bangunan ini 18.605 meter persegi dan tingginya mencapai 45 meter.  9 kerucut kecil mengapit bangunan utama ini.  Ruang utama dari bangunan utama diapit oleh 4 bangunan tumpeng atau tumpeng berwarna kuning. 

Halte untuk menunggu shutle



Memasuki bangunan utama kita akan disambut oleh patung  payembrama atau patung selamat datang . Patung  sumbangan dari Mbak Tutut dibuat dari lempengan uang kepeng setinggi 2,4m.  Di ruang pamer pun banyak sekali terdapat patung yang terbuat dari uang kepeng ini. Patung ini dibuat oleh seniman Bali. Saya kagum sekali dengan kemahiran seniman Bali. Karya-karyanya sangat artistik.Ruang terdepan pada bagian ruang utama disebut Ruang Perjuangan karena menggambarkan perjuangan  Almarhum Soeharto. Di dindingnya terdapat relief tentang perjuangan almarhum Soeharto melawan penjajah, seperti Serangan Umum Satu Maret.  Sebenarnya , ruangan utama ini sangat luas, dari bacaan yang saya dapat ruang utama dibagi menjadi beberapa bagian yaitu Ruang Perjuangan, dikitari Ruang Khusus, Ruang Asthabrata, dan Ruang Perpustakaan. Nha ,karena ruanganya sangat luas,saya tidak memperhatikan  nama tiap ruangan ruangan. Ruangan luas dengan koleksi benda yang bernilai seni tinggi membuat saya terkagum-kagum hingga tidak memperhatikan nama-nama ruangan kecuali ruang perjuangan dan ruang khusus :D  Mungkin membuatuhkan 1-2 jam untuk mengitari ruang utama ini. 


Seni ukir yang sangat artistik terletak di samping kanan pintu masuk.


 Ada 3 lantai yang saya jelajahi dan  ini isi daftar nama benda yang mengisi tiap lantai. Di papan nama ini hanya jenis bendanya,ya. Untuk jumlahnya sangat banyak. Misalnya koleksi perak maka ada banyak lemari untuk mengoleksi benda-benda dari perak ini.



Relief
Batang pohon yang diukir.Benar-benar karya seni artistik tingkat dewa

Koleksi benda-benda dari perak
Setiap benda yang dipajang diberi keterangan,misalnya terbuat dari apa, dibuat oleh siapa dan diberikan oleh siapa.
Foto sebelah kiri ini ini adalah foto  Alm Pak Harto dan Bu Tien. Foto  ini unik karena terbuat dari foto-foto kegiatan mereka berdua. Disebut mozaik foto. Disediakan kaca pembesar untuk melihat foto-foto yang menyusun foto mereka berdua. Jumlah foto yang digunakan adalah 2800 foto untuk membuat foto Pak Harto dan jumlah yang sama untuk membuat foto Bu Tien. Foto Pak Harto merupakan hadiah dari Bob Hasan ketika Pak Harto berulang tahun ke 85. Sedangkan foto Bu Tien merupakan hadiah dari H. Probostudjo. Kdua foto tersebut dikerjakan oleh seniman yang sama yaitu Noor Kurniawan.




Foto di sebelah kanan ini disebut langlang Buana. Seni ukir yang bikin kita berdecak kagum. Dibuat dari akar pohon karet berusia 100 tahun. Ukirannya menceritakan tentang 9 dewa yang menguasai 9 arah mata angin. Menurut kepercayaan agama Hindu, dapat digunakan untuk meramal nasib berdasarkan tanggal kelahiran.







Ini adalah gading gajah yang diukir sedemikian rupa. Sebuah karya seni yang membutuhkan ketekunan dan kehati-hatian tingkat tinggi. Hadiah dari beberapanpejabat dan bahkan Norodom Sinahouk.









Ini ukiran dari kayu johar. Dikerjakan oleh seniman Bali yang bernama I Ketut Moderen. Karya seni mengagumkan ini hadiah dari keluarga Sudwikatmono. Ukirannini menceritakan pertarungan Rhwana dengan Jatayu.








Gelas Tulip Cihuly
                                         Di banyak sudut ruangan terdapat guci-guci antik dan mewah.

 Ini adalah ruang khusus untuk menyimpan segala kehormatan dan penghargaan yang diterima Alm Pak Harto yaitu berupa bintang jasa , medali,dan lain sebagainya. Semoga kehormatan dan penghargaan yang diberikan Allah kepada alamarhum melebihi ini semua. Aamiin


                                                            Foto-foto kegiatan Pak Harto

Saya rasa cukup,ya untuk foto di lantai satu. Tidak mungkin saya uplod semua :D. Lanjut ke lantai 2 . Apa saja isi lantai 2 ini?

Di lantai 2 juga cukup mengagumkan. Di sini akan saya upload beberapa foto yang mengisi lantai 2. Semuanya tidak kalah artistiknya. 

 Di lantai 2 terdapat beberapa set kursi tamu, salah satunya Kursi Mayang ini, kursi yang unik. Merupakan hadiah dari ketua penggerak PKK propinsi Jambi. Enak,ya dapat hadiah terus :D
Di beberapa titik terdapat foto beliau. Ya,beliau,kan pemrakarsa berdirinya museum ini


Ini merupakan koleksi hadiah dari Ida Bagus Oka. Patung pengantin Bali, kain songket Bali,dll



Hanbook Korea barang lain'berbau' Korea.

kain, sarung,dan selendang batik berbahan dasar sutera dan ditenung dengan teknik jepang.












                                                       Koleksi kain batik.


Lanjut ke ka lantai 3
Karena saya membawa anak-anak jadi agak capek juga maka di lantai 3 ini kurang maksimal meng-eksplorasi,lantai 1 dan 2 saja belum semuanya saya lihat satu persatu. Mungkin harus 2 kali kunjungan ke museum ini. Ada ruangan yang digunakan sebagai perpustakaan tetapi saya tidak sempat melihatnya. Mungkin suatu saat akan ke sana lagi untuk menuntaskan semuanya :D

Hal yang mengecewakan,kenapa tidak ada brosur atau flyer yang memberikan sedikit gambaran kepada pengunjung tentang museum tersebut,ya? bahkan di website tmii pun tidak terdapat keterangan apapun. Memang rata-rata ,museum di TMII seperti itu, tidak ada flyer apalagi brosur. Kalau museum Fatahillah dan sekitarnya itu ada. Tanpa membuka internet, kita gak mungkin bisa tahu, museum Purna Bhakti pertiwi itu apa? Maka ini saya tulis ,semoga dapat memberikan informasi (walaupun tidak banyak) kepada calon pengunjung.
Museum  ini memerlukan SDM yang tidak sedikit mengingat areanya begitu luas dan barang-barang yang tersimpan di dalamnya terhitung mewah.



 Replika nasi tumpeng






Akhirnya, selamat mengunjungi museum :D Jangan lupa,untuk memotret di museum ini ,kita harus membayar Rp5000,00/kamera. Membayarnya di loket,ya. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Merdeka!

Senin, 25 Maret 2013

Ingin Menjadi Travel Writter

Bismillahirrahmaanirrahiim
Sejak dahulu memang suka bepergian walaupun bepergiannya gak jauh karena keterbatasan dana. Sampai akhirnya saya ingin mengajari Danu dan Haifa banyak hal dengan bepergian ini maka saya sudah merencanakan kemana saja hendak pergi. Tetapi, dengan keuangan terbatas, saya harus kreatif bagaimana bepergian ini bisa bermanfaat lebih. Maka , aku putuskan untuk menguangkan hobiku ini. Apa ini berarti mata duwitan? terserah saja orang menilai tetapi yang jelas saya butuh uang untuk bepergian demi mengajari anak-anak saja banyak hal. Kalaupun mata duwitan ya gpp toh caranya bener hehe. Dimulai dari keinginan untuk mengirim artikel jalan-jalan di leisure Republika, saya banyak membaca mengenai artikel tentang perjalanan, menulis tentang perjalanan di blog. mengintip komunitas traveller sampai membeli buku 101  travel writing. Dan sekarang ini saya masih pada  tahap latihan untuk mendapatkan pola tulisan travel writing yang aku banget. Tentu punya target,kapan saya harus mumpuni.

Kalau nantinya saya berhasil menjadi seorang travel writer (ditandai dengan dimuatnya salah satu tulisanku mengenai travelling  di media) maka saya memang ditakdirkan untuk mendapatkan uang dari hobi :D . Setelah handycratf (dulu pas masih jomblo punya usaha handycraft) masakan, dan sekarang travelling. Mengasyikan sekali ketika kita bersenang-senang tetapi tidak membuang uang,malah sebaliknya menghasilkan uang.

Yeach, Dengan nama Allah yang maha segalanya,I'm ready to rock!

Minggu, 24 Maret 2013

Family Camp di Curug 7 Cilember





Bismillahirrhamaanirrahiim


Saya yang mempunyai ide untuk mengajak anak-anak camping,ternyata ayah setuju,begitu pula dengan rakyatku. Rencana awal, kita akan camping ketika long weekend tetapi tiba-tiba terlintas untuk menyegerakan. Huii,sudah enggak sabar ke alam terbuka lagi . Awalnya belum ketemu tempat yang pas. Sudah ada gambaran hendak ke Lembang, Bandung trus ke Camping ground di Mekarsari sampai ke kaki gunung salak. Alhamdulillah ,setelah nanya ke mbah dukun gugel tak jemu-jemu,ketemu juga tepat yang pas yaitu Curug 7 Cileber di Cisarua. Saya jadi ingat ketika masih muda dahulu pernah ke ke Curug 7, malah mendaki hingga atas ke  curug 2. Finally, hari Jum’at aku menyiapkan segalanya,mulai dari berkunjung ke tempat penyewaan alat-alat camping meskipun pada akhirnya malah beli sampai belanja mie instan. Rakyatku bersuka cita sekali. Saya akan coba tulis secara runut mulai dari persiapan hingga akhir,ya. Kali saja ada keluarga yang membutuhkan info mengenai camping yang kami namai Family Camp ini.
Apa,sih Curug 7 itu? Kenapa da angka 7-nya? Ya karena 7 itu tanggal kelahiran saya hehe.*abaikan*. Curug 7 merupakan destinasi wisata alam yang berupa curug-curug diantara hutan hujan tropis. Karena curugnya ada 7 maka disebut curug 7. Curug 7 ini terletak di perbukitan Hambalang Desa Jogjogan Kecamatan Cisarua (baca hambalang jadi ingat kasus korupsi :p ) Suhu di sana terhitung dingin yaitu 15-25 derajat celsius. Brrrr...!
Selain curug,daya tarik lain dari Curug 7 adalah adanya camping ground, kegiatan outbound, sampai taman kupu-kupu ayang menyimpan 12 jenis spesies kupu-kupu. Bagi pehobi fotografi,curug 7 cocok banget. Kita bisa bermain speed lambat untuk memotret air terjun. Sayangnya,saya salah nyetting shutter speed,harusnya lambat malah cepat *tepok jidat*
Teman-teman bisa membuka http://curug7cilember.perumperhutani.com untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. 

                                                                               Pintu Gerbang



                                          Entahlah, ini masih dioperasikan atau enggak. Seru,lho. Kita lihat ginian di Taman Matahari :D

Persiapan
Nha tahap ini harus benar-benar matang supaya enggak ada barang yang seharusnya dibawa tapi gak dibawa atau jadi kecele karena pas sampe lokasi,ternyata tempatnya banjir (mana bisa puncak banjir? Jakarta kali kalo banjir,mah ). Apa saja yang harus dilakukan? Baiknya telepon terlebih dahulu ke pihak pengelola . Waktu itu aku telepon ke nomor ini 085881759990, ini 0251-8258890 juga bisa tapi waktu itu setelah nyambung malah bunyi mesin fax. Memang untuk faximilie juga kayaknya. Atau langsung ke http://curug7cilember.perumperhutani.com. Waktu itu saya menanyakan mengenai penyewaan tenda, trus apakah masih bisa camping di sana. Dan ternyata ada penyewaan dan bisa camping di sana. Kalau sabtu memang banyak sekali yang camping di sana. Rata-rata mereka datang Sabtu sore . Setelah ada informasi ada tenda disewakan di sana, kita bisa melisting apa saja yang harus dibawa. Karena kita mau beneran camping jadi harus ada aktivitas masak-masak maka saya membeli panci gagang yang sekaligus buat masak telur. Padahal di rumah ada panci gagang, memang dasar pengen beli aja kali yaa. Lalu berniat menyewa tangnia ke tempat penyewaan alat-alat outdoor tetapi 25rb/hari. Aih mendingan beli sekalian. We, Tangnia 300rb.ya sudahlah kompor gas biasa saja toh sudah beli panci gagang juga. Kompornya 160rb dan gas sebotol 20rb. Lalu lanjut belanja obat-obatan. Untuk nambah aja soalnya kita sudah punya obat-obatan yang biasa dibawa dalam perjalanan. Nha saya urutkan saja ,ya mengenai yang sebaiknya dibawa (selain tenda dan sleeping bag,ya karena di sana sudah ada yang menyewakan tapi kalau mau bawa sendiri juga gpp,malah lebih hemat) :
-          Kompor  atau tangnia (kalau tangnia sudah lengkap ada pancinya segala dan berbahan bakar spirtus)
-          Gas (kalau pakai kompor camping yang biasa) dan spirtus kalau pakai tangnia
-          Senter
-          Lampu kecil berbahan bakar minyak,mirip lampu badai tapi harganya cuman 40rb ,beli di Pasadena,Depok. Gak bawa juga gpp, diganti senter misalnya. Tapi kurang seru kalau enggak bawa lampu.
-           Alat-alat masak yang praktis ,seperti panci gagang. Gak perlu bawa mikser atau oven,ya. Kita bukan mau kursus bikin kue,kok.
-          4Alat makan. Waktu itu aku bawa yang berbahan gembreng, piring dan mug jadul,pas Belanda sama Jepang masih menduduki Indonesia :p
-          Jaket
-          Jas hujan bila perlu. Kawasan puncak sering hujan,Bogor gitu,lho. Kota Hujan.
-         7Pakaian . sebaiknya membawa yang mencukupi soalnya di sana asyik,lho guyuran air curug.
-         8Sandal atau sepatu yang sesuai untuk acara camping. Jadi jangan bawa high heel,yaa. Tapi waktu itu kami pakai sandal rumahan aja. Punyanya itu. Belum ada budget untuk beli sandal atau sepatu yang untuk camping.
-          Obat-obatam,terutama minyak-minyak penghangat badan. Karena keluarga kami gak ada yang suka minyakan jadi minyak kayu putih yang kami bawa masih aman tersegel hehe.
-          Cemilan , cepuluh,cebelas soalnya di sana dingiiiin jadi pengenya memahbiak melulu.
-          Minuman hangat seperti cokelat panas (contoh milo, cadbury), kopiatau teh buat malam atau pagi-pagi.
-        Makanan yang pengolahannya praktis.Untuk itu mie instan yang jaraaaaaaaaang banget kami makan,kita bawa juga. Saos dan kecap juga gpp dibawa
-          Alat mandi ,mulai dari handuk sampai sikat gigi tapi gak perlu bawa gayung,kok :p
-          Ada lagi,gak,ya? Oiya bawa jagung kalau mau bakar-bakaran di sana. Ada,sih yang jual jagung bakar.Harganya 5000/pc tetapi lebih seru kalau bakar jagung sendiri.
-          Semua barang-barang itu bisa dikemas dalam carier. Kalau belum punya,backpack biasa juga gpp soalnya dari tempat parkir ke lokasi camping cuman 300m,kok hihihi jadi jangan membayangkan kayak naik gunung gitu. Kami juga pakai backpack biasa plus tentengan. Sebaiknya,anak-anak bawa tas sendiri dan diberi jatah untuk membawa barang. Ini melatih kerjasama, kepeduliaan,tanggung jawab,dll.
-         . Bekal makan ketika sampai di sana. Kami membawa bekal makan untuk satu hari.Meskipun diolah sebelum subuh tapi awet sampai pagi soalnya di sana dingiiin. Air minum kami saja masih dingiiin dan agak beku padahal keluar dari freezer sejak sebelum subuh. Membawa bekal ini tujuannya agar hemat :D termasuk minum,ya. Di sana ada,sih cafe gitu tetapi apa serunya camping tapi gak masak-masak? Boros juga kalau beli ding



Piring dan mug jadoel

                                                     
Lampu minyak



Masak mie dengan telur

Bekal bawa dari rumah, hemat


Hot chocolate di pagi yang dingin


Rute dan Harga Tiket
Kami berangkat pukul 05.00 atau setelah subuh untuk mengindari macet. Alhamdulillah lancar jaya sampai di lokasi. O iya, kami masuk ke tol Depok langsung ambil yang ke arah ciawi,bogor, tapi jangan keluar di tol Bogor,ya. Masih lanjut ciawi, puncak. Sampai akhirnya ketemu jalan dibelah (halah bahasanya itu,lho. Bambu kali dibelah :p ) ambil kiri yang ke arah puncak,bukan kanan yang ke arah ciawi dan sukabumi ya. Setelah keluar tol ikuti jalan aja sepanjang jalanan puncak yang banyak villa dan tempat makan di kanan kiri jalan itu . Nanti kalau sudah ketemu restoran Cimory berarti sudah enggak jauh lagi, 1 kiloan lah. Tempat yang ngetop lainnya sebelum arah curug 7 adalah taman Matahari. Setelah melewati gerbang masuk Taman Matahari, bersiap-siaplah untuk membaca plang petunjuk menuju curug 7 ,plang warna hijau bertulisan huruf warna putih (sebagai mana plang petunjuk arah). Kita ambil kiri,ya karena Curug 7 itu masuk ke kiri, dekat belokan ke kiri itu ada pangkalan ojeg. Setelah belok kiri,ikuti jalan aja. Jalannya sempit karena memang kawasan rumah penduduk. Selain sempit,ada beberapa bagian yang menurun dan berbelok ekstrem banget,ditambah rusak dan berlubang pulak. Wuii, parno juga. Nanti akan ada pertigaan bertulisankan curug 7. Baca petunjuk panahnya yg warna merah yang mengarah ke kanan. Tanda panahnya ngumpet jadi kami nyasar ke kiri. Untung belum jauh. Ikuti jalan aja,sampe ,deh di gerbang curug 7. Sebaiknya parkir di dalam,ya apalagi kalau nginep.

Setelah sampai di lokasi, kita menuju ke loket untuk membeli tiket (iyalah). Harga tiket masuk itu 13rb/orang untuk weekend,kalau weekday 10.000. Anak mulai 5 tahun sudah harus membayar tiket. Untuk camping weekend, kita membayar lagi 21.000/orang (sewa lokasi) , dan 15.000 untuk camping weekday.Selain membayar,kita juga harus menyerahkan salah satu KTP dari rombongan, gak perlu semua ktp anggota rombongan,kok.  Untuk tenda,bisa langsung ke camping ground dan memilih tenda mana yang disuka dan sesuai jumlah rombongan. Menyewa lewat petugas juga gpp tetapi lebih baik memilih sendiri ke camping ground supaya sesuai selera kita. Kalau masih pagi, masih banyak yang kosong,kok. Kalau camping-nya 20 orang harus booking lokasi dulu tetapi kalau sedikit, enggak perlu booking,langsung saja ke lokasi di hari itu juga.


Di LOkasi
Setelah tiket di dapat,kita masuk ke area curug 7 . Untuk menuju ke camping ground,kita harus berjalan kurang lebih 300 meter. Camping ground terletak di dekat curug 7 yang merupakan curug paling rendah. O iya, curug 7 ini banyak dikunjungi wisatawan Arab ,seperti kawasan wisata di puncak lainnya. Tempat favorit orang Arab memang puncak, menurut pengamatanku soalnya tiap kali wisata ke puncak selalu nemu orang Arab. Tetapi gak usah kita singgung tentang kawin kontrak yak wkwk.Nha karena pengunjungnya banyak orang Arab ,maka tempat sedekah pun bertuliskan Arab dan lihatlah,isinya duwit gede  hihihi. Arab gitu,lho. Tajir . Lanjut ah. Nha ketika menuju camping ground, kita akan melewati Taman Kupu-Kupu. Tetapi kulihat dari luar,kok sedikit kupu-kupunya,ternyata cuman 12 spesies. Lebih bagus kupu-kupu di Taman Wiladatika Cibubur. Jadi kami enggak minat sama Taman kupu-kupu soalnya bayar,sih :p. Kita lagi berhemat jadi gak perlu ke Taman Kupu-Kupu. Ada jembatan gantung menuju camping ground tetapi sudah tidak bisa digunakan. Jadi harus lewat jembatan bambu yang dibawahnya mengalir air sungai kecil dengan batu-batu besar.  Sampai di camping ground, langsung saja pilih tenda yang kita mau. Kalau masih pagi, penjaga tendanya suka belum muncul,sih tapi ya tunggu aja di situ. Kapasitas tendanya ada yang 4 orang sampai 10 orang. Harga sewa tenda antara 90-200 ribu, tergantung kapasitas tenda utk berapa orang dan beberapa tenda sudah termasuk sleeping bag dengan jumlah sesuai kapasitas tenda..Tenda kami terletak tidak jauh dari Musholla. Sayangnya,ketika wudu, cincin maharku lepas dan hilang,hiks. Kucari-cari enggak ketemu. Ya sudah lah. Gak usah dipikirin.

Menuju camping ground dan curug 7

Jembatan


Jembatan gantung yang sudah tidak boleh dilintasi


Taman konservasi kupu-kupu


Bagi wisatwan yang enggak menginap bisa istirahat di sini. bayar tapi :p Ini namanya kafe wisata. Menjual macam-macam,asesoris sampai jagung bakar

Kotak amal yang aku maksud :D




Sebagian camping ground yang terlihat


Juga terdapat pondok kalau memang gak mau tenda tapi harga sewa semalam itu 1 juta ke atas. 

Ini harga sewanya untuk weekday 1.050.000/malam. makasih,deh,kita di tenda aja :p


tenda kami

Layak Dikunjungi
Setelah meletakkan barang-barang di tenda dan sarapan sambil minum teh panas, kami menuju curug 7 untuk cebar cebur. Masih pagi jadi airnya super duper dingiiiing. Puas di curug 7 kita bisa ke curug 5. Curug 5 ada di atas curug 7. Jalannya menanjak dan cukup terjal. Kita butuh waktu 15 menit tanpa istirahat untuk mencapai curug 7. Bagi yang tidak biasa bergerak ya ngos-ngosan,sih. Anakku Haifa,alhamdulillah kuat meskipun ketika hampir sampai curug 5 dia minta digendong. Good Job ,kid! Di curug 5 ada satu warung untuk membeli minum , snack sampai gorengan. Curug 5 ini lebih indah menurutku . Kami tidak lanjut ke curug 4,3,dan 2 karena lebih jauuuh lagi, bawa 2 bocah gak memungkinkan untuk itu. Dulu pas masih single aku dan murid-muridku bisa sampai ke curug 2 atau 3 gitu. Banyak pacet,lho di sana. O iya, katanya curug 1 itu gak pernah ada yang nemuin meskipun sudah dicari. Dan di petunjuk arah, enggak ada tertulis curug 1 ,adanya 7,5,4,3,dan 2. Mungkin terlalu tricky jadi enggak boleh di daki.

Pancuran. Jernih airnya


Curug 7



Menuju curug 5


Menanjak sekali



Curug 5


danu



Usai dari curug 5 kita makan-makan di tenda, lanjut istirahat. Karena hujan, kami di tenda saja. Malam pun enggak ngapa-ngapain soalnya enggak bawa lepi padahal termasuk free wifi zone *nyeseeel* O iya, MCk di sana itu bersih,lho. Cuman ya mahal ,2000. Kalo sekali ke MCk,sih gpp. Lha ini hawa dingin, camping pula jadi dipastikan berkali-kali ke MCK, berempat pula. Haifa aku pakein pempers aja meskipun dia sering kali minta pipis di WC. Saya bilangin aja, bayar WC-nya mahal,Haifa pipis di popok aja,ya. Sambil nyengir-nyengir mau juga dia pipis di popok. Dia lulus toilet training sejak 2 tahun 3 bulan. Habis 50-an ribu untuk urusan MCK saja. Kalau malam,sih gak ada yang jagain tapi kami tetep bayar, takut gak berkah. Pagi-paginya aku bayar aktivitas mck dari malam sampai pagi sambil minta keihklasan sama penjaganya kalo memang ada kurang soalnya kita ngitungnya kira-kira tapi menurut perkiraanku,sih aku bayar lebih. Lebih baik bayar lebih daripada kurang.ya,gaaak?


Malam tanpa aktivitas itu terasa panjaaang banget. Mana aku menggigil pulak tapi seperti biasa,suamiku mengambilkan selimut lalu menyelimutiku. Soalnya di rumah,kadang aku juga menggigil dan cukup panggil,ayaah, dingiiiin,brrrr! Maka ayah akan mengambilkan selimut tebal. Hemm..so cwiiit :p
Akhirnya pagi juga, setelah sholat subuh,kita masak mie dan telur trus sarapan,mandi, operasi semut alias packing dan bye bye curug 7. Campingnya Sukses, alhamdulillah.

Api unggun di pagi hari. Di kafe wisata ada juga yang jual kayu untuk api unggun,lho
Akhirnya,sampai jumpa di tulisan berikutnya, merdeka!