Member Of

KEB

Sabtu, 17 November 2012

Resensi Bukuku : Bisnis Makanan dan Minuman

Ada yang meresensi bukuku. Ini dia...

Resensi Buku Bisnis Makanan dan Minuman



Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan buku “Bisnis Minuman dan Makanan” dari seorang sohiblog yang bernama Bang Aswi. Dari sekian banyak sahabat bloggernya sengaja saya dikirim buku ini, mungkin memang buku ini paling pas dibaca oleh saya yang merupakan blogger pelaku bisnis kuliner.
Bisnis yang tak akan pernah mati adalah bisnis makanan dan minuman, ya itu selama manusia di bumi ini masih hidup normal membutuhkan makan dan minum. Maka wajar jika banyak orang tertarik di bisnis ini, dan ini terbukti dari banyaknya orang mencari-cari informasi baik bertanya kepada pelaku usaha maupun cari-cari lewat internet. Maka sekarang tak perlu repot, A. Yahya Hastuti telah mewakili Anda semua untuk terus mencari-cari informasi, mengubek-ngubek beragam buku dan banyak web/ blog dan menyajikannya dalam sebuah buku yang berjudul “Bisnis Makanan dan Minuman”.
Boleh dibilang buku ini terbilang lengkap dari hulu ke hilir. Tentu saja lengkap sebagai informasi bagi mereka yang berniat memulai berwirausaha di bidang makanan dan minuman. Dari mulai alasan kenapa kita memilih bisnis makanan dan minuman, bagaimana memulai usahanya, bagaimana menghitung investasi awal, bagaimana mengurus perizinan dan perpajakan,bagaimana memperhatikan kepuasan pelanggan, bagaimana melakukan pemasaran dan promosi, membahas faktor-faktor yang menentukan keberhasilan,  bagaimana mengelola keuangan, bagaimana mendapatkan permodalan sampai dengan bagaimana berbisnis makanan secara online. Tuh komplit bukan.
Sekali lagi saya tekankan buku ini bagus untuk dibaca oleh mereka yang akan memulai usaha bidang makanan dan minuman. Paling tidak buku ini bisa memotivasi dan memperkaya pengetahuan. Sebagai pelaku bisnis makanan dan minuman tentu saya pun mendapatkan beberapa kekurangan di buku ini, tapi ini tidaklah terlalu penting untuk dibahas, nanti juga jikalau Anda sudah menjalankan usahanya Anda pun bisa menilai buku ini. Tak mudah memang membahas bisnis ini dari hulu hingga hilir tanpa benar-benar terjun ke dalamnya. Tapi lagi-lagi saya katakan bahwa saya salut pada A. Yahya Hastuti yang merupakan bagian dari Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) ini.
Buat Anda yang ingin memulai bisnis kuliner, silakan baca buku ini. Bagi Anda yang suka nulis namun butuh bimbingan, silakan gunakan jasa Indscript Creative. Agensi naskah Indscript Creative merupakan mediator antara penulis dengan penerbit, baik penulis ke penerbit atau penerbit ke penulis. Indscript Creative bertujuan membantu industri penerbitan dalam meningkatkan kualitas dan kualitas buku yang dihasilkan. Untuk itu Indscript Creative terus mencari talent dan naskah terbaik yang siap menjadi buku best seller di pasaran.
Oh ya, kalau Anda ibu-ibu, kalau ingin belajar menulis dan disalurkan tulisannya ke penerbit bisa bergabung dengan IIDN. Selamat berbisnis kuliner, selamat belajar menulis dan menerbitkan buku.

Royalti Buku

 Males nulis sebanarnya tapi harus dipaksa agar menulis setiap hari di blog :D Jadi aku nulis aja semaunya. Sedikit gpp lah,untuk membiasakan nge-blog lagi.

Alhamdulillah ada kurir mengantarkan laporan royalti penjualan bukuku. Tercatat hampir 1000 ekslempar terjual dalam kurun waktu 5 bulan. Royalti dapat 7 persen karena harus berbagi dengan agen (aku menulis di gramedia lewat agensi naskah). Lumayan,sih hasilnya tapi sudah dipotong dp royalti jadi tinggal sekian ratus ribu. Tetep disyukuri tapi jadi merenung,untuk penulis buku yang masih kayak saya,memang gak bisa mengandalkan  penghasilan menulis semata. Masih untung,saya juga menulis buku dengan sistem jual putus jadi setiap bulan ada pemasukan uang dari menulis yang sudah lumayan lah.

Maka, selain menulis ,saya juga jualan online. Uang menulis pun saya gunakan untuk menambah modal. Karena kalau saya simpan saja, itu tidak produktif tapi kalau gunakan sebagai modal insya allah  produktif jadi bisa membantu suamiku untuk memenuhi kebutuhan kami.

Jadi penulis kudu kreatif dan future oriented. Selain penghasilan menulisnya untuk memenuhi kebutuhan,harusnya juga diinvestasikan mengingat penghasilan menusli itu gak tentu, kecuali ssudah menjadi penulis besar,bukunya banyak dan penjualannya bagus, jadi pembicara juga,dst.

Ah sudahlah nulisnya, lagi gak mood ngapain dipaksain hehe


Selasa, 13 November 2012

Lomba Blog HUT Bank Mandiri



Lahan Bermain Untuk Anak-Anak Indonesia yang Mandiri


Sekumpulan anak-anak bermain sepakbola di gang-gang sempit  atau di tengah jalan di kawasan padat penduduk di kota besar seperti Jakarta adalah hal yang biasa. Seringkali mereka mendapat caci maki beberapa orang dewasa yang merasa terganggu dengan teriakan mereka ketika memainkan si kulit bundar.  Mereka lari terbirit-birit namun ketika kondisi sudah ‘aman’ kembali mereka akan bermain lagi. Hal ini berulang-ulang dan hampir setiap hari. Mungkin anak-anak tersebut memang bersalah karena bermain sepakbola tidak pada tempatnya. Namun, mereka hanyalah anak-anak yang sedang menikmati masanya untuk bermain-main.  Mereka hanya ingin bahagia melalu bermain . Saya rasa kita tidak boleh menganggap sepele mengenai bermain bagi anak-anak. Bermain adalah adalah kebutuhan bagi anak-anak. Dengan bermain,anak belajar bersosialisasi , mandiri, mengendalikan emosi, mengenal banyak orang, menyimbangkan otak kanan dan kiri, dan beradaptasi dengan lingkungan melalui bermain. Bisa diibaratkan bermain merupakan gizi bagi perkembangan fisik dan psikis banak-anak. Jadi sudah dapat ditebak mengenai apa yang akan terjadi jika mereka tidak bermain.  Tentunya fisik dan psikis mereka tidak berkembang secara normal karena kekurangan gizi.
Dahulu, ketika masih menjadi seorang guru,saya seringkali mengajak anak didik saya bermain sepakbolak di sebuah lahan kosong yang luas.Tampak keceriaan dan kebahagiaan tampak pada mereka ketika sedang bermain. Namun sayang sekali kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama karena tiba-tiba saja berdiri pagar-pagar yang mengitari lahan luas tersebut. Tidak lama kemudian,berdiri sebuah apartemen mewah. Anak-anak pun kehilangan tempat bermain sepakbola dan yang mereka lakukan selanjutnya adalah memanfaatkan gang sempit dan jalanan dekat rumah mereka untuk bermain. Konsekuensi yang harus mereka tanggung adalah mereka dimarahi, dicaci, dan bahkan tertabrak motor atau mobil .
Maka menjadi keharusan bagi pemerintah untuk menyediakan tempat bermain yang memadai bagi anak-anak. Tempat ini harus terjangkau bagi semua kalangan dan dalam jumlah yang memadai. Memang ada taman bermain tapi jumlahnya sangat sedikit dan hanya di kawasan tertentu sehingga hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu. Sebuah lahan bermain yang luas di setiap lingkungan RT bisa dijadikan alternatif dalam menyediakan sarana tempat bermain bagi generasi penerus bangsa ini. Lahan bermain ini dilengkapi dengan fasilitas umum dan fasilitas khusus yang terjaga kebersihannya,misalnya toilet dan musholla. Tidak lupa disediakan tempat sampah dengan jumlah yang memadai. Masyarakat dan bahkan anak-anak sendiri dihimbau untuk bersama-sama menjaga lahan bermain tersebut karena ini untuk kepentingan mereka. Misalnya anak-anak dihimbau untuk membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan toilet,dan lain sebagainya. Di sini anak-anak dapat diajarkan menjaga kebersihan,bijak terhadap lingkungan dan sikap peduli.  Pengelolaan lahan bermain dikoordinir oleh ketua RT setempat. Koordinator dapat membuat aturan tertulis mengenai pemakaian lahan. Sanksi mendidik dapat diberlakukan untuk anak-anak yang melanggar aturan namun setelah upaya pendekatan secara persuasif tidak berhasil.
Saya yakin pemerintah sangat bisa mengusahakan hal ini. Lebih baik menciptakan lahan bermain untuk anak-anak daripada membangun mall karena kota besar seperti Jakarta sudah kebanyakan mall menurut saya. Semoga pemerintah kita bisa bijak dalam membuat kebijakan mengenai bagaimana membangun karakter,mental dan fisik generasi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang mandiri. Dan semoga kita bisa sukarela bahu membahu dengan pemerintah untuk mewujudkan hal ini. 



"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“ 

Senin, 12 November 2012

Lomba Blog KPK : Preventif



Preventif
Salah satu tugas KPK yaitu melakukan tindakan pencegahan tindak pidana korupsi. Maka,jika  saya menjadi ketua KPK, selain tetap menyelesaikan kasus tindak korupsi yang sudah terjadi juga akan melakukan tindakan pencegahan agar tindak korupsi  bisa diminamilisir. Orang melakukan  korupsi karena moral yang buruk dan  adanya kesempatan untuk korupsi. Saya akan bekerjasama dengan lembaga atau instansi pendidikan agar lebih menekankan pendidikan moral kepada anak-anak,misalnya membuat kurikulum yang menitik beratkan pada pendidikan karakter anak ,bukan saja pada kemampuan kognitif. Saya akan bekerja sama dengan instansi sosial dan keagamaan  untuk melakukan tindakan agar orangtua lebih memerhatikan masalah pendidikan moral ini. Tindakan tersebut adalah mengadakan penyuluhan atau pembinaan gratis dan kontinyu kepada para orangtua dan calon orangtua tentang bagaimana menjadi orangtua yang baik, bagaimana menanamkan moral yang baik kepada anak-anak dan bila perlu mengadakan sekolah bagi orangtua dan calon orangtua. 
Selanjutnya, saya akan berusaha meminimalisir terciptanya kesempatan untuk korupsi di berbagai instansi atau lembaga seperti,  tidak mentolerir tindakan curang sekecil apapun. Hal ini diperlukan kerjasama dengan penegak hukum lain dan instansi yang terkait.  Misalnya,memberikan sanksi kepada koruptor waktu atau pejabat yang menggunakan inventaris kantor untuk kepentingan pribadi. Jika dilakukan secara kontinyu dan konsisten maka tindak korupsi bisa diminimalisir.

Kamis, 08 November 2012

Joy Tea Succes Story Contest

 Saya ikut Joy Tea Succes Story Contest. Infonya di sini ya Joy Tea Succes Story Contest

Dream Comes True

Mimpi sederhanaku ketika duduk di bangku SMP adalah aku menulis sesuatu lalu mengirimkannya ke sebuah majalah. Lalu atas dimuatnya tulisanku tersebut, aku akan mendapatkan uang. Aku terlahir di keluarga yang miskin yang tentu tidak seperti kawan-kawanku yang selalu mendapat
uang saku. Tapi aku tidak menyerah atas kemiskinan keluargaku itu. Aku yakin bisa menjadi seperti yang lain, bahkan lebih. Meskipun banyak sekali aral melintang, seperti ketiadaan alat dan fasilitas. Suatu hari aku membaca sebuah majalah milik tetanggaku. Majalah tersebut akan memberi honor kepada pembaca yang mengirimkan tulisan dan dimuat. Aku pun ingin mencoba tapi dengan apa aku menuliskannya? Aku tidak mempunyai mesin ketik apalagi komputer. Boro-boro mesin ketik, hanya radio transistor saja yang dimiliki keluargaku. Tidak patah arang, aku menulisnya dengan tangan. Tulisan itu tidak pernah dimuat sama sekali. Mungkin redakturnya menertawakan aku hingga sakit perut karena melihat tulisanku. Anak iseng, mungkin begitulah kesimpulan redaktur.
Aku tetap menulis. Ideku membuncah seiring bacaanku yang kian variatif sebab hampir tiap hari aku berkunjung ke perpustakaan daerah. Dua buah tulisan aku kirimkan ke sebuah majalah anak SD. Selang beberapa hari , aku mendapat sebuah kartu pos. Dalam kartu pos tersebut tertulis pesan bahwa aku harus melengkapi tulisanku dengan gambar. Gambar?aku tidak mahir menggambar. Namun,Tuhan selalu memberiku jalan. Aku ambil sebuah gambar , lalu gambar tersebut aku tindih sebuah kertas kosong. Dan mulailah aku menjiplak gambar tersebut lalu kurapikan,lumayan. Kukirim lagi bersama tulisanku. Beberapa hari kemudian, aku mendapatkan wesel atas dimuatnya tulisanku itu. Andaikan ini sebuah adegan film musikal,tentu adegan selanjutnya aku menari sambil melambai-lambaikan wesel itu. Senang bukan main saat itu. Mimpi sederhanaku terwujud.
Aku kian rajin menulis walaupun masih dengan keterbatasan alat dan fasilitas. Lebih banyak yang ditolak daripada diterima namun aku tidak berhenti. Akhirnya aku bisa mendapatkan honor menulis secara rutin setiap dua minggu sekali atas kegigihanku untuk terus menulis. Dengan honor itu aku bisa membeli mesin ketik secara kredit. Saat itu memang era reformasi dimana komputer bukan barang yang langka tapi meskipun begitu ,hanya mesin ketiklah yang mampu kubeli. Mimpiku naik tingkat. Tidak hanya tulisanku yang harus dimuat di media tapi aku harus bisa menulis buku. Dahulu,membayangkannya saja aku tidak sanggup. Apa tidak berlebihan mimpiku ini? Ternyata tidak.
Mungkin sudah saatnya Tuhan mengabulkan mimpi hambaNya ini. Ya, pada akhirnya aku bisa menulis buku. Ya ampun, tidak terbendung air mataku atas pencapaian ini. Apa yang aku impikan,pelan tapi pasti terwujud . Dengan semangat yang terus kupaksa agar tetap menyala, kini aku sudah menulis lebih dari 10 buah buku solo selain bentuk tulisan lain. Sekarang,tenangkan diri dengan joytea, tulislah apa mimpi-mimpi kita lalu mari bergerak untuk menggapainya. Agus Purnomo Widiatata Mutiara Nora Elpianti Joy Tea Sosro

Lomba Menulis Essai ATM Bersama


Tulisan ini aku ikutkan lomba di facebook atm bersama. Sudah tutup per tgl 8 november
Lomba Menulis Essay ATM Bersama
 Layanan Jaringan ATM Bersama Adalah Solusi

Layanan Jaringan ATM Bersama itu memang sangat membantu. Dengan beranggotakan 81 bank dan lembaga keuangan selain bank, ia telah menjadi solusi bagi beberapa masalah yang berkaitan dengan penarikan uang tunai melalui ATM . Apa yang saya alami adalah salah satu contoh kecil bahwa ATM Bersama merupakan layanan yang sangat bisa diandalkan. Saat itu, saya sekeluarga pulang kampung untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Kami membutuhkan uang tunai yang tidak sedikit,namun membawa uang tunai dalam jumlah banyak ketika dalam perjalanan sangatlah beresiko. Maka kami membawa uang tunai secukupnya. Permasalahan muncul ketika kami telah sampai di kampung halaman. Mesin ATM bank dimana kami menyimpan uang didalamnya,sebut saja Bank X,  sangat jauh letaknya dari rumah kami. Bukan permasalahan pelik sebenarnya ,namun  saat itu kami harus memanfaatkan waktu cuti yang tidak lama untuk berkunjung ke handai taulan yang tidak sedikit jumlahnya. Untungnya, kami juga menabung di bank yang menjadi anggota ATM Bersama .Maka,kami memilih menggunakan kartu ATM yang  terdapat logo ATM Bersama untuk menarik uang tunai karena tidak jauh dari rumah kami terdapat terminal ATM berlogo ATM Bersama. Tidak mengapa  harus merelakan uang lima ribu rupiah untuk biaya penarikan. Uang sebesar itu terhitung kecil nilainya dibanding kami harus menempuh perjalanan 1 jam lebih untuk menuju ATM bank  X tadi. Belum lagi bila harus mengantri. Akhirnya kami dapat dengan mudah mendapatkan uang tunai saat itu.
Seringkali saya harus keluar rumah ketika suami saya sedang di kantor. Hal tersebut mengharuskan saya untuk membawa salah satu kartu ATM yang kami miliki. Dan berdasarkan pengalaman di atas, saya lebih memilih kartu ATM berlogo ATM Bersama karena terminal ATM berlogo ATM Bersama sangat mudah ditemui. Saya yang harus membawa kedua anak saya ketika bepergian tidak perlu repot mencari ATM bank tertantu.  Keberadaan terminal ATM yang lebih dari 42.000 buah tersebut memungkinkan orang tidak perlu mengantri ketika mengambil uang tunai. Jadi, menurut saya tidak berlebihan bila ATM Bersama memilih jargon Aman Nyaman Dimana-mana karena saya telah mebuktikannya.

Info Lomba Menulis

Masing bingung mau diisi apa,sebaiknya saya isi dengan info lomba saja,ya hehe. Pas banget saya juga ingin mulai lagi ikut lomba. Ya,kali aja bisa untuk naik haji,ya kaan?

Ada lomba yang hadiahnya maknyuuus, puluhan juta. Ikut yuk
Kompetisi Menulis Nusantara

Ada lomba blok KPK,nii. 15 0ktober-18 November 2012
Lomba "Andai Aku Menjadi Ketua KPK"
Ikutan gak yaa? Semoga bisa ikutan,ya. Hadiahnya ajib banget.

Ada juga lomba menulis blog dalam rangka hut bank mandiri ke -14. Tema lomba adalah Inovasi Untuk Indonesia Mandiri. Info lengkapnya di sini ya Lomba Menulis Blog HUT ke-14 Bank Mandiri